Dashboard IKPA Semester I 2026

KPPN Malang (032) .
Nilai IKPA: 99,70Kategori: Sangat BaikGap efektif: 0,30Dispensasi SPM: 0,00
IKPA Akhir
99,70
Nilai sangat baik; pengurang SPM nihil.
Aspek Perencanaan
99,84
Revisi DIPA 99,68; Deviasi Hal III 100,00.
Aspek Pelaksanaan
99,64
Fokus gap pada Penyerapan Anggaran.
Aspek Hasil
100,00
Capaian Output optimal.

1. Scorecard Indikator - Skala Penuh

Nilai Indikator (0-100)020406080100 Revisi DIPA99,68 Deviasi Hal III DIPA100,00 Penyerapan Anggaran98,73 Belanja Kontraktual100,00 Penyelesaian Tagihan99,83 Pengelolaan UP/TUP100,00 Capaian Output100,00
Skala penuh baik untuk gambaran umum, namun detail gap lebih jelas pada visual zoom dan breakdown di bawah.

2. Gap Ranking - Fokus Pembinaan

RankingIndikatorGap ke 100Status
1Penyerapan Anggaran1,27Prioritas
2Revisi DIPA0,32Pantau
3Penyelesaian Tagihan0,17Pantau
-Lainnya0,00Optimal
Interpretasi: secara nilai akhir IKPA gap efektif hanya 0,30, tetapi secara pembinaan indikator, Penyerapan Anggaran adalah sumber risiko terbesar.

3. Revisi DIPA - Frekuensi Bulanan

Frekuensi Revisi Bulanan (Total 155, Nilai 99,68) 010203035 0916172533JanFebMarAprMeiJun

Visual ini mengganti garis nilai datar agar tren frekuensi revisi lebih mudah terbaca.

4. Deviasi Halaman III DIPA - Threshold 5%

Deviasi Kumulatif Bulanan (%) 0510 Ambang 5% 8,374,703,253,383,923,99JanFebMarAprMeiJun

Januari berada di atas ambang 5%, lalu sejak Februari terkendali di bawah threshold.

5. Penyerapan Anggaran - Trend Nilai

Trend Nilai Penyerapan Anggaran 050100 55,2591,79100,0092,5696,7798,73JanFebMarAprMeiJun

Nilai sempat 100 pada Maret, turun pada April, lalu pulih menjadi 98,73 pada Juni.

6. Penyerapan Anggaran - Target vs Realisasi Rupiah

Target vs Realisasi per Jenis BelanjaPegawaiTarget Rp1.406.133.638.000Realisasi Rp2.061.733.206.902Melampaui targetBarangTarget Rp447.751.985.500Realisasi Rp393.768.411.625Gap Rp53.983.573.875ModalTarget Rp29.732.416.800Realisasi Rp27.326.715.214Gap Rp2.405.701.586Abu-abu = target; warna = realisasi.

6A. Indikator Anggaran - Pagu, Target, dan Realisasi per Bulan

Pagu, Target, dan Realisasi Bulanan/Kumulatif 0T1T2T3T4T5T Pagu 4,485 TTarget 1,884 TRealisasi 2,483 TJanFebMarAprMeiJun ● Pagu Netto● Target● Realisasi
BulanPagu NettoTargetRealisasi s.d. BulanRealisasi/Target
JanRp4.395.566.239.000Rp484.571.810.250Rp250.825.809.88051,76%
FebRp4.395.566.239.000Rp484.571.810.250Rp576.411.953.035118,95%
MarRp4.395.566.239.000Rp484.571.810.250Rp1.191.286.806.993245,84%
AprRp4.485.169.108.000Rp1.883.618.040.300Rp1.577.174.101.43783,73%
MeiRp4.485.169.108.000Rp1.883.618.040.300Rp2.087.012.746.773110,80%
JunRp4.485.169.108.000Rp1.883.618.040.300Rp2.482.828.333.741131,81%
Catatan: angka bulanan mengikuti posisi laporan indikator penyerapan per periode; realisasi bersifat kumulatif sampai bulan berkenaan.

6B. Indikator Anggaran - Pagu, Target, dan Realisasi per Triwulan

Pagu, Target, dan Realisasi per Triwulan 0T1T2T3T4T5T 4,396 T0,485 T1,191 TTW ITarget terlampaui4,485 T1,884 T2,483 TTW IITarget terlampaui ● Pagu Netto● Target● Realisasi
TriwulanPagu NettoTargetRealisasi s.d. TriwulanRealisasi/TargetGap Target
TW IRp4.395.566.239.000Rp484.571.810.250Rp1.191.286.806.993245,84%Target terlampaui
TW IIRp4.485.169.108.000Rp1.883.618.040.300Rp2.482.828.333.741131,81%Target terlampaui
TW I menggunakan posisi Maret; TW II menggunakan posisi Juni sesuai data Semester I 2026.

7. Shortfall Penyerapan

Jenis BelanjaShortfall/SelisihStatus
51 PegawaiMelebihi targetCapped 100
52 BarangRp53.983.573.875Prioritas
53 ModalRp2.405.701.586Pantau
Shortfall dihitung terhadap target semester I dalam indikator Penyerapan Anggaran.

8. Belanja Kontraktual - Komponen Internal

Breakdown Komponen Belanja KontraktualDistribusi Akselerasi100.00653 kontrak semester I dari total 653Kontrak Dini93.0454 kontrak akselerasi dari 294 kontrak TW IAkselerasi BM95.7428 kontrak akselerasi dari 47 kontrak belanja modal

9. UP/TUP - Komponen Internal

Breakdown Komponen UP/TUPKetepatan Waktu99.081.729 tepat waktu dari 1.745 pertanggungjawabanGUP Disebulankan99.271.654 GUP, nilai 99,27Setoran TUP100.00Setoran TUP Rp121.330UP KKP110.00Penggunaan KKP Rp5,544 M, nilai 110

10. Penyelesaian Tagihan - Stacked Bar Akumulatif

SPM LS Kontraktual Tepat Waktu vs Terlambat (Akumulatif) 04008001200 692154697089241170JanFebMarAprMeiJun ● Tepat waktu● Terlambat

Dua SPM terlambat mulai mempengaruhi nilai sejak Maret-April. Posisi Juni: 1.168 tepat waktu, 2 terlambat, total 1.170.

11. Trend Nilai Tagihan, UP/TUP, dan Output

Penyelesaian Tagihan (Zoom 99-100) 9999.5100 100,00100,0099,7999,7299,7899,83JanFebMarAprMeiJun
UP/TUP dan Capaian Output (Zoom 99-100) 9999.5100 99,99100,00100,00100,00100,00100,00JanFebMarAprMeiJun

Output stabil 100 sepanjang Januari-Juni. UP/TUP mencapai 100 sejak Februari dan bertahan sampai Juni.

12. Capaian Output - Compliance Strip

Jan-Feb
✓ ✓
Mar-Apr
✓ ✓
Mei-Jun
✓ ✓

6/6 bulan bernilai 100 untuk Capaian RO, Ketepatan Waktu, dan Nilai Akhir.

13. Dispensasi SPM - Zero Incident

0
Tidak ada transaksi dispensasi SPM. Pengurang nilai IKPA = 0,00.

14. Total Realisasi Belanja

Rp2,483 T
Total realisasi belanja 51+52+53 sampai Juni: Rp2.482.828.333.741.

15. Rekomendasi Eksekutif Semester II 2026 - Temuan, Rekomendasi, dan Rencana Aksi

Fokus Semester II adalah mempertahankan IKPA pada kategori Sangat Baik sekaligus menutup ruang perbaikan pada tiga indikator yang masih menyisakan gap: Penyerapan Anggaran, Revisi DIPA, dan Penyelesaian Tagihan. Area yang sudah optimal tetap dijaga melalui monitoring berkala agar tidak menurun pada Triwulan III dan IV.
1. Prioritas Utama: Penyerapan Anggaran

Temuan Utama

  • Nilai Penyerapan Anggaran Semester I sebesar 98,73, menjadi gap terbesar dibanding indikator lain.
  • Belanja Pegawai telah melampaui target semester I dan memperoleh nilai capped 100, tetapi Belanja Barang dan Belanja Modal belum mencapai target masing-masing.
  • Belanja Barang memiliki shortfall terhadap target semester I sebesar Rp53.983.573.875.
  • Belanja Modal memiliki shortfall terhadap target semester I sebesar Rp2.405.701.586.
  • Risiko utama Semester II adalah penumpukan realisasi pada akhir triwulan atau akhir tahun, terutama jika proses pengadaan, termin pekerjaan, BAST/BAPP, dan pengajuan SPM tidak dikendalikan sejak awal triwulan.

Rekomendasi

  • Membuat daftar satker dengan deviasi penyerapan terbesar pada Belanja Barang dan Belanja Modal sebagai sasaran pembinaan prioritas.
  • Melakukan pemetaan kontrak, termin, jadwal BAST/BAPP, dan proyeksi SPM untuk belanja barang/modal sampai Desember 2026.
  • Mendorong satker melakukan percepatan penyelesaian pekerjaan dan tagihan yang sudah memenuhi syarat pembayaran, bukan menunggu akhir triwulan.
  • Menggunakan dashboard monitoring mingguan untuk membandingkan target internal, realisasi berjalan, dan proyeksi akhir triwulan.

Rencana Aksi Semester II 2026

PeriodeAksiOutput yang DiharapkanPenanggung Jawab
Juli 2026Identifikasi satker dengan realisasi Belanja Barang dan Belanja Modal di bawah target serta lakukan konfirmasi penyebab keterlambatan.Daftar prioritas satker dan peta masalah penyerapan.KPPN, Satker, PPK
Juli-Agustus 2026Susun rencana percepatan realisasi berbasis kontrak, termin, dan jadwal BAST/BAPP.Action plan per satker dan proyeksi realisasi Triwulan III.Satker, PPK, PPSPM
Agustus-September 2026Monitoring mingguan realisasi dan penyelesaian tagihan untuk pekerjaan yang telah selesai/termin.Realisasi Triwulan III lebih merata dan tidak menumpuk di akhir September.KPPN, Satker
Oktober-November 2026Early warning terhadap belanja yang berpotensi terlambat realisasi pada Triwulan IV.Daftar risiko akhir tahun dan strategi mitigasi per satker.KPPN, Satker, PPK
Desember 2026Pengendalian realisasi akhir tahun sesuai batas waktu dan kesiapan dokumen pembayaran.Realisasi terkendali dan tidak memicu dispensasi SPM.Satker, PPSPM, KPPN
2. Prioritas Kedua: Revisi DIPA

Temuan Utama

  • Nilai Revisi DIPA Semester I sebesar 99,68, masih sangat baik tetapi belum sempurna.
  • Frekuensi revisi meningkat sampai Juni, dengan total semester I sebanyak 155 revisi.
  • Pola kenaikan revisi menunjukkan perlunya penguatan kualitas perencanaan dan konsolidasi usulan revisi.

Rekomendasi

  • Menerapkan quality gate sebelum satker mengajukan revisi DIPA, khususnya untuk revisi yang menjadi objek penilaian IKPA.
  • Mendorong satker melakukan batching revisi agar kebutuhan perubahan anggaran dikonsolidasikan dan tidak diajukan berulang.
  • Melakukan pembinaan kepada satker dengan frekuensi revisi tinggi, terutama bila revisi berulang disebabkan perencanaan awal yang belum matang.

Rencana Aksi Semester II 2026

PeriodeAksiOutput yang DiharapkanPenanggung Jawab
Juli 2026Inventarisasi satker dengan frekuensi revisi tertinggi pada Semester I.Daftar satker prioritas pembinaan revisi.KPPN
Agustus 2026Melakukan klinik perencanaan revisi dan pemutakhiran rencana kegiatan.Usulan revisi lebih terencana dan tidak berulang.KPPN, Satker
September 2026Evaluasi revisi Triwulan III dan identifikasi revisi yang dapat dikonsolidasikan.Penurunan frekuensi revisi tidak strategis.KPPN, Satker
Oktober-November 2026Pengendalian revisi menjelang akhir tahun dengan prioritas pada kebutuhan yang benar-benar mendesak.Revisi akhir tahun lebih selektif dan berkualitas.Satker, KPPN
3. Prioritas Ketiga: Penyelesaian Tagihan

Temuan Utama

  • Nilai Penyelesaian Tagihan Semester I sebesar 99,83.
  • Dari total 1.170 SPM LS kontraktual, terdapat 1.168 SPM tepat waktu dan 2 SPM terlambat.
  • Walaupun deviasinya kecil, keterlambatan tagihan berisiko meningkat pada Semester II karena volume pekerjaan dan pembayaran biasanya lebih besar menjelang akhir tahun.

Rekomendasi

  • Membangun monitoring aging BAST/BAPP sampai SPM secara mingguan untuk seluruh tagihan kontraktual.
  • Menetapkan early warning internal sebelum batas 17 hari kerja agar satker memiliki waktu koreksi dokumen.
  • Memprioritaskan pembinaan kepada satker yang mempunyai riwayat keterlambatan atau volume kontrak tinggi.

Rencana Aksi Semester II 2026

PeriodeAksiOutput yang DiharapkanPenanggung Jawab
Juli 2026Identifikasi dua SPM terlambat dan lakukan reviu penyebab keterlambatan.Root cause keterlambatan dan daftar perbaikan proses.KPPN, Satker
Agustus-September 2026Implementasi monitoring aging BAST/BAPP-SPM mingguan.Tidak ada tambahan SPM terlambat pada Triwulan III.Satker, PPSPM, KPPN
Oktober-November 2026Penguatan kontrol tagihan menjelang akhir tahun, terutama tagihan kontraktual bernilai besar.Risiko keterlambatan Triwulan IV terkendali.PPK, PPSPM, KPPN
Desember 2026Desk monitoring harian untuk tagihan akhir tahun dan potensi dispensasi.Penyampaian SPM tepat waktu dan pengurang IKPA tetap 0.KPPN, Satker
4. Area yang Harus Dipertahankan: Deviasi DIPA, Kontraktual, UP/TUP, Output, dan Dispensasi SPM

Temuan Utama

  • Deviasi Halaman III DIPA mencapai nilai 100,00 sejak Februari sampai Juni, dengan deviasi kumulatif Juni 3,99%.
  • Belanja Kontraktual bernilai 100,00, namun komponen Kontrak Dini 93,04 dan Akselerasi Belanja Modal 95,74 tetap perlu dipantau.
  • Pengelolaan UP/TUP bernilai 100,00, dengan dukungan penggunaan KKP yang sangat baik.
  • Capaian Output bernilai 100,00 sepanjang Januari-Juni.
  • Dispensasi SPM nihil sehingga tidak ada pengurang nilai IKPA.

Rekomendasi

  • Menjaga pemutakhiran RPD Halaman III DIPA agar tetap selaras dengan rencana realisasi dan tidak melewati ambang deviasi.
  • Memastikan kontrak Semester II didaftarkan dan diselesaikan sesuai jadwal, khususnya kontrak belanja modal.
  • Menjaga ketepatan waktu GUP/PTUP dan mendorong penggunaan KKP sesuai target.
  • Memastikan pelaporan capaian output tetap tepat waktu dan seluruh RO berstatus valid/terkonfirmasi.
  • Melakukan monitoring akhir tahun agar tidak terjadi kebutuhan dispensasi SPM.

Rencana Aksi Semester II 2026

AreaAksi Semester IIOutput yang DiharapkanWaktu
Deviasi Hal III DIPAReviu RPD sebelum awal triwulan dan pemantauan deviasi bulanan.Deviasi tetap ≤5% dan nilai tetap 100.Juli, Oktober, bulanan
Belanja KontraktualMonitoring kontrak baru, termin, dan penyelesaian belanja modal.Nilai kontraktual tetap 100 dan tidak ada penurunan komponen internal.Bulanan
UP/TUPMonitoring ketepatan waktu GUP/PTUP dan optimalisasi KKP.UP/TUP tetap 100.Bulanan
Capaian OutputReminder pelaporan output paling lambat 5 hari kerja bulan berikutnya.Capaian Output tetap 100.Bulanan
Dispensasi SPMPengendalian SPM akhir tahun dan kesiapan dokumen pembayaran.Pengurang Dispensasi SPM tetap 0.November-Desember
5. Matriks Monitoring Semester II 2026
IndikatorTarget Semester IIFrekuensi MonitoringTrigger EskalasiTindak Lanjut
Penyerapan AnggaranMencapai/melampaui target Triwulan III dan IV per jenis belanja.MingguanBelanja Barang/Modal tertinggal dari proyeksi.One-on-one coaching satker dan monitoring rencana termin.
Revisi DIPAFrekuensi revisi terkendali dan berkualitas.BulananSatker mengajukan revisi berulang.Quality gate dan konsolidasi revisi.
Penyelesaian TagihanTidak ada tambahan SPM terlambat.MingguanBAST/BAPP mendekati batas waktu.Early warning kepada PPK/PPSPM.
Deviasi Hal III DIPADeviasi kumulatif tetap ≤5%.BulananDeviasi mulai mendekati/di atas 5%.Pemutakhiran RPD dan koreksi rencana penarikan.
OutputPelaporan tepat waktu dan capaian RO valid.BulananRO belum dilaporkan/terkonfirmasi.Reminder dan asistensi pelaporan output.