Sejarah

Pada tanggal 14 Mei 1972 sesuai Instruksi Menteri Keuangan RI, secara resmi berdiri dan beroperasi Kantor Kas Negara (KKN) yang beralamat di Jalan Pahlawan Nomor 22 Tanjungbalai, yang merupakan bagian dari Inspektorat Perbendaharaan Negara I yang berkedudukan di Medan.

Berdirinya KKN Tanjungbalai menunjukkan perkembangan organisasi dan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat (public service) terutama bagi Bendaharawan Gaji Kantor/Instansi/ Sekolah, Bendaharawan Proyek serta para penerima pensiun di Kota Tanjungbalai dan sekitarnya.

KKN Tanjungbalai saat mulai berdirinya dipimpin oleh Bapak Tumpal Sibuea dan didukung oleh 7 orang pegawai. Adapun pelayanan yang sangat dikenal oleh masyarakat saat itu adalah pembayaran gaji bagi pegawai negeri sipil pusat dan pegawai negeri sipil daerah serta pembayaran pensiun bagi para pensiunan.

Sebagai kantor bayar, KKN Tanjungbalai melakukan pembayaran atas surat peritah membayar (SPM) yang diterbitkan oleh Kantor Perbendaharaan Negara (KPN) Medan yang beralamat di Jalan Diponegoro Nomor 30 A, dan sebagai kantor penerima KKN Tanjungbalai menerima setoran pajak/non pajak yang disetorkan oleh wajib pajak/bayar dalam wilayah Kotamadya Tanjungbalai (saat itu) dan Kabupaten Asahan.

Seiring dengan meningkatnya volume kerja dan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, pada tanggal 11 September 1982 diresmikan beroperasinya KPN Tanjungbalai yang beralamat di Jalan Jenderal Jamin Ginting Km. 1 Tanjungbalai dengan Bapak Drs. Mujiono sebagai kepala KPN yang pertama dan didukung oleh 23 orang pegawai yang terdiri dari 4 orang Kepala Seksi, 8 orang Kepala Subseksi dan 11 orang Pelaksana.

Sejak berdirinya, KPN dan KKN Tanjungbalai telah beberapa kali mengalami pergantian pimpinan, antara lain :
Kantor Perbendaharaan Negara Tanjungbalai
1. Drs. Mujiono, menjabat sejak tahun 1982 s.d 1984.
2. Drs. K.F. Hutapea, menjabat sejak tahun 1984 s.d 1989.
Kantor Kas Negara Tanjungbalai
1. Tumpal Sibuea, menjabat sejak tahun 1972 s.d 1982.
2. Drs. Sahat Ngiani Tarigan, menjabat sejak tahun 1982 s.d 1989.
3. Ibrahim Rachim, Bsc, menjabat sejak tahun 1989 s.d 1989.

Pada tanggal 9 Pebruari 1990, sejalan dengan reorganisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran (saat itu), berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan RI tanggal 12 Juni 1989 Nomor 645/KMK.01/1989 KPN Tanjungbalai dan KKN Tanjungbalai diintegrasikan menjadi satu kantor dengan nama Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN) Tanjungbalai dengan kualifikasi Tipe C, dengan wilayah pembayaran meliputi Kotamadya Tanjungbalai (saat itu) dan Kabupaten Asahan. Selanjutnya pada tanggal 20 April 1990, tugas pengelolaan pensiun diserahkan kepada PT.Taspen (Persero) Cabang Utama Medan.

Sejak terbentuknya, KPKN Tanjungbalai telah beberapa kali mengalami pergantian pimpinan antara lain :
1. Drs. Djanaguru Tanjung, menjabat sejak tahun 1989 s.d. 1990.
2. Drs. Tungkot Ritonga, menjabat sejak tahun 1991 s.d. 1994,
3. Drs. H. Rum Riyanto, M.M, menjabat sejak tahun 1994 s.d. 1996.
4. Drs. Sudarman, menjabat sejak tahun 1996 s.d. 1999.
5. Drs. Usman, M.A, menjabat sejak tahun 2000 s.d. 2002.
6. Drs Hendro Baskoro, menjabat sejak tahun 2002 s.d. 2004.

Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 35, 36, dan 37 tahun 2004 tentang Organisasi Tata Kerja Departemen Keuangan dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 303/KMK.01/2004 serta Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE-01/PB/2004 tanggal 21 September 2004, nomenklatur Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN) diubah menjadi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dan berada dibawah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Sejak perubahan nomenklatur, KPPN Tanjungbalai telah mengalami beberapa kali penggantian pimpinan, antara lain :
1. Drs. Abdi Dharma Tampubolon, menjabat sejak tahun 2004 s.d 2006.
2. Drs. Nasrul. M.Soc.Sc, menjabat sejak tahun tahun 2007 s.d 2007.
3. Syamsuddin Siregar, S.H. menjabat sejak tahun tahun 2007 s.d 2008 .
4. Robert Butar Butar, S.E. menjabat sejak tahun 2009 s.d 2011.
5. Rudolf Manurung, S.E. menjabat sejak tahun 2011 s.d.2013.
6. Sri Murtini, menjabat sejak tahun 2014 s.d. 2017.
7. Sondang Rotua Sihaloho, menjabat sejak tahun 2017 s.d. sekarang

Pada masa Bapak Syamsuddin Siregar, S.H. (alm) menjabat sebagai kepala kantor, telah dimulai pembangunan gedung kantor baru KPPN Tanjungbalai seluas ±1.098 m2 yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Km.1 Kota Tanjungbalai dengan luas lahan bangunan ±1426 m2 dan mulai dioperasikan pada akhir bulan Oktober 2009.

KONDISI GEOGRAFIS KOTA TANJUNGBALAI

KPPN Tanjungbalai berlokasi di Kota Tanjungbalai yang terletak di kawasan pantai timur Sumatera Utara. Secara geografis Kota Tanjungbalai berada pada 2058’00’’ LU, 99048’00” BT pada ketinggian 0-3 m di atas permukaan laut, dengan luas wilayah sekitar 5.850 Ha yang diapit Sungai Asahan dan Sungai Silau.
Asal-usul nama Kota Tanjungbalai menurut cerita rakyat bermula dari adanya sebuah kampung yang berada di sekitar tanjung di muara Sungai Silau dan aliran Sungai Asahan, selanjutnya kampung tersebut dan wilayah sekitarnya dinamakan Kampung Tanjung.

Balai Kota TanjungbalaiDi ujung tanjung tersebut terdapat sebuah balai yang ramai disinggahi para pelaut dan pedagang karena tempatnya yang strategis sebagai bandar kecil. Kampung Tanjung yang menjadi cikal bakal Tanjungbalai semakin ramai dan berkembang menjadi sebuah negeri yang diperintah oleh seorang sultan dengan sultan pertama bernama Sultan Abdul Jalil dari Kerajaan Asahan pada tahun 1620.

Selamat Datang TanjungbalaiKota Tanjungbalai yang memiliki semboyan “Balayar satujuan batambat satangkahan” yang artinya seia sekata dalam mencapai tujuan, adalah kota yang heterogen, diresmikan pada tanggal 27 Desember 1620 bertepatan dengan pengangkatan Sultan Abdul Abdul Jalil sebagai Sultan Asahan.
Selanjutnya sesuai dengan Surat Keputusan DPRD Kota Tanjungbalai Nomor 4/DPRD/TB/1986 tanggal 25 Nopember 1986, tanggal 27 Desember ditetapkan sebagai tanggal berdirinya Kota Tanjungbalai.

Pelabuhan Tanjungbalai DahuluKota Tanjungbalai memiliki pelabuhan tertua kedua di Propinsi Sumatera Utara sesudah Pelabuhan Belawan yaitu Pelabuhan Teluk Nibung.
Keberadaan Pelabuhan Teluk Nibung telah dikenal sejak zaman kolonial Belanda sebagai pelabuhan internasional yang memiliki kegiatan ekspor-impor yang cukup ramai dikunjungi karena berdekatan dengan negara tetangga Malaysia, Singapura, dan Thailand
Jembatan TanjungbalaiOpen Stage TanjungbalaiSelain itu, Kota Tanjungbalai juga memiliki jembatan terpanjang di Provinsi Sumatera Utara (±600m) yang menghubungkan Kota Tanjungbalai dengan Desa Sei Kepayang Kabupaten Asahan, serta Open Stage yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Tanjungbalai, yang berdiri megah di atas Lapangan Pasir Kota Tanjungbalai

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search