BERITA

Rencana Pemanfaatan Pinjaman dan Koperasi Sebagai Linkage, Kunci Prospek Pengembangan Pembiayaan UMi di Sulawesi

Gorontalo, djpb.kemenkeu.go.id, - Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) telah menjangkau 273 orang debitur di Provinsi Gorontalo, dengan total penyaluran lebih dari Rp1.898,5 juta. Jumlah debitur penerima terbesar ada di Kabupaten Gorontalo dengan total 198 debitur sebesar total Rp1.384 juta, disusul oleh Kabupaten Bone Bolango dengan total 27 debitur sebesar total Rp191 juta. Wilayah lain di Provinsi Gorontalo yang warganya juga menerima Pembiayaan UMi adalah Kabupaten Boalemo dengan total 24 debitur (Rp153,5 juta), Kabupaten Pohuwato dengan total 12 debitur (Rp82 juta), dan Kabupaten Gorontalo Utara dengan total 12 debitur (Rp88 juta). Demikian terungkap dari pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam kegiatan dialog dengan debitur Pembiayaan UMi di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Jumat (01/03).
 
Kegiatan dialog dengan debitur Pembiayaan UMi ini juga dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Gubernur Gorontalo, Wakil Gubernur Gorontalo, dan Walikota Gorontalo.
 
Pembiayaan UMi diluncurkan oleh Pemerintah pada pertengahan tahun 2017 dan merupakan program pembiayaan kepada masyarakat usaha mikro di lapisan terbawah yang belum dapat difasilitasi oleh perbankan. Dengan demikian, Pembiayaan UMi dimaksudkan sebagai komplementer atas program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penyaluran Pembiayaan UMi dilakukan melalui kerja sama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang merupakan Badan layanan Umum (BLU) di bawah Ditjen Perbendaharaan, dengan tiga penyalur yang telah ditunjuk yaitu PT Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Bahana Artha Ventura (BAV). PT BAV menyalurkan Pembiayaan UMi melalui Pola Penyaluran Tidak Langsung melalui kerja sama dengan 20 Koperasi yang tersebar di berbagai provinsi.
 
“Saat ini, dari Rp7 triliun yang sudah dikumpulkan oleh PIP, disalurkan melalui lembaga-lembaga yang memang memiliki kapasitas, yaitu PT Pegadaian yang hari ini akan melakukan akad kredit, PNM, serta Bahana Arta Ventura,” jelas Menteri Keuangan.
 
Dalam kesempatan dialog di Gorontalo, Presiden menyampaikan pesan kepada para debitur Pembiayaan UMi untuk membangun kepercayaan serta disiplin dalam membayar cicilan pinjaman. Menurutnya, dengan perencanaan yang matang dan disiplin dalam membayar, usaha kecil yang telah dibina diharapkan akan berkembang semakin besar.
 
Selanjutnya, di Tempat Pelelangan Ikan Pangkalan Pendaratan Ikan Sodohoa, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (02/03), Presiden yang kali ini didampingi oleh Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Pertanian, Gubernur Sulawesi Tenggara, sertaWalikota Kendari juga melakukan dialog dengan debitur Pembiayaan UMi di Kendari.
Wakil Menteri Keuangan mengungkapkan bahwa penyaluran Pembiayaan UMi sudah mencapai Rp2,15 triliun dengan 846.547 orang debitur.
 
“Kami akan terus melakukan secara maksimal koperasi untuk menjadi linkage,” tambahnya.
 
Penyaluran Pembiayaan UMi di Provinsi Sulawesi Tenggara telah dinikmati oleh 2.332 debitur dengan total penyaluran lebih dari Rp8,37 miliar. Penyaluran tertinggi untuk wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara berada di Kabupaten Konawe, mencapai Rp2,98 miliar yang disalurkan kepada 1.105 debitur. Kota Kendari menempati urutan kedua dengan total penyaluran Rp1,97 miliar kepada 497 debitur. Di urutan ketiga adalah Kabupaten Konawe Selatan dengan jumlah penyaluran sebesar Rp1,1 miliar kepada 419 debitur. Selanjutnya, Kabupaten Kolaka dengan total penyaluran Rp730,3 juta kepada 97 debitur; Kota Baubau dengan total penyaluran sebesar Rp651 juta kepada 89 debitur; Kabupaten Muna dengan total penyaluran Rp469 juta kepada 60 debitur; Kabupaten Buton Utara dengan total penyaluran sebesar Rp123,5 juta kepada 17 debitur; Kabupaten Wakatobi dengan total penyaluran sebesar Rp110 juta kepada 14 debitur; Kabupaten Buton dengan total penyaluran sebesar Rp93 juta kepada 12 debitur; Kabupaten Konawe Utara dengan total penyaluran sebesar Rp60 juta kepada 8 debitur; Kabupaten Kolaka Utara dengan total penyaluran sebesar Rp50 juta kepada 9 debitur; dan Kabupaten Bombana dengan total penyaluran sebesar Rp37 juta kepada 5 debitur.