BERITA

Pengembangan Sistem dan Aplikasi bagi Stakeholder Harus Lebih Sederhana

Jakarta, djpb.kemenkeu.go.id,- Pengembangan sistem dan aplikasi yang lebih simpel dan sederhana bagi stakeholders diharapakan mampu dibangun oleh Ditjen Perbendaharaan supaya dapat diterima dengan baik oleh stakeholders untuk menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Hal tersebut mengemuka pada arahan Dirjen Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono membuka Knowledge Sharing & Discussion tentang Customer Experience dalam Revolusi Industri 4.0 di Jakarta, Selasa (26/02).

“Hal yang menjadi catatan adalah bahwa apakah segala koordinasi dan komunikasi yang dilakukan serta membangun aplikasi dapat diterima dengan baik oleh stakeholders, dan kemampuan DJPb untuk dapat membangun sistem yang lebih simpel, sederhana, dan mudah bagi stakeholders,“ pesan Dirjen Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono.

Dalam acara tersebut Syahmudrian Lubis dari Teleperformance Indonesia turut mengungkapkan, dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 terdapat beberapa hal yang harus disiapkan, antara lain melakukan pembaharuan atas proses bisnis dengan menempatkan pengguna terakhir sebagai pusat pengembangan pemikiran, agar dapat memudahkan stakeholders, membangun proses dengan pengguna terakhir sebagai pusat, agar dapat meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan stakeholders namun tetap mematuhi peraturan yang ada, dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh stakeholders, sebagai bahan untuk melakukan inovasi dan perbaikan.

Sistem dan aplikasi yang telah dibangun oleh DJPb selama ini tidak serta merta menyebabkan tidak ada lagi interaksi antara kantor pelayanan dengan satker. Apabila SAKTI telah diimplementasikan secara menyeluruh, pola interaksi akan bergeser dari manual menjadi secara sistem.

Segala kemajuan teknologi dan pengembangan aplikasi yang dilakukan oleh DJPb tidak selalu berarti jumlah SDM yang dibutuhkan semakin sedikit. Optimalisasi teknologi informasi akan berdampak pada perubahan kebutuhan SDM, yang dengan kata lain akan memunculkan jalur karier baru dengan tingkat pengetahuan dan keahlian yang lebih tinggi.

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Sekretaris Ditjen Perbendaharaan, seluruh Direktur DJPb, Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan, Kepala Bagian lingkup Sekretariat DJPb, serta Perwakilan Kasubdit lingkup Kantor Pusat DJPb, juga narasumber Alfian Noer (Mantan Kepala Pusintek dan Kanwil DJPb Manado) dan Syahmudrian Lubis (CEO Teleperformance Indonesia). (DK)