BERITA

Menteri Keuangan Tekankan Pentingnya Belanja Negara Berkualitas

Jakarta, djpb.kemenkeu.go.id,- Dengan berakhirnya semester I 2019, sebagian tantangan telah berhasil dilalui. Salah satunya adalah mempertahankan prestasi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2018. Namun, mempertahankan pencapaian merupakan hal yang tidak mudah. Sejumlah tantangan lain pun menanti dalam memasuki semester II tahun ini. Hal tersebut terungkap dalam arahan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai melantik para pejabat eselon II dan III Kementerian Keuangan di Auditorium Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin (08/07).

“Tantangan kita semakin sulit. Tingkatkan kualitas belanja negara. Jadi kita tidak hanya memburu status WTP, tetapi harus makin peduli terhadap konten. Kita mengumpulkan penerimaan, maka adalah tugas yang sama pentingnya bagi kita untuk bisa meyakinkan bahwa belanja negara berkualitas baik, yang bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperbaiki fondasi ekonomi, meningkatkan kualitas infrastruktur, memperbaiki keadilan dan pemerataan,” jelas Menteri Keuangan. Ditegaskan olehnya, ini semua hanya akan dijalankan dengan baik melalui sinergi antara seluruh eselon I di Kementerian Keuangan.

“Sinergi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari leadership, dan tujuannya adalah quality spending yang makin baik, baik dari basis value for money maupun dari segi efektivitas belanja dan akuntabilitas yang makin tinggi,” ungkap Menteri Keuangan lebih lanjut.

Sebanyak delapan pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) dan delapan belas pejabat administrator (eselon III) dilantik dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Wakil Menkeu dan para pejabat eselon I Kementerian Keuangan tersebut. Untuk Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), terdapat tiga orang pejabat tinggi pratama yang dilantik, yaitu Sudarso sebagai Direktur Pelaksanaan Anggaran, Agung Yulianta sebagai Direktur Sistem Perbendaharaan, dan R. Wiwin Istanti sebagai Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menggantikan Firmansyah N. Nazaroedin yang diangkat sebagai Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan. (LRN)