Akselerasi Pembiayaan UMi, Kuatkan Kolaborasi Program Kesejahteraan Rakyat

Jakarta, djpb.kemenkeu.go.id,- Kolaborasi antarberbagai kementerian/lembaga ataupun swasta akan sangat bermanfaat bagi upaya untuk menangani kemiskinan. Hal tersebut terungkap dari paparan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dalam kegiatan Pasar Rakyat di Taman Lapangan Banteng, Jumat (30/08).

 

Mensos mengungkapkan harapannya agar Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH), salah satu program unggulan Kementerian Sosial, dapat mengakses program berkelanjutan berupa Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dari Kemenkeu. Dengan dukungan Program UMi, KPM PKH yang masih berada dalam fase transisi dapat meningkat menuju graduasi. "Ini bukti komitmen bahwa penanganan kemiskinan merupakan tanggung jawab bersama," sebut Mensos.

Adapun Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dalam sambutannya pada kegiatan yang sama berharap kegiatan Pasar Rakyat yang bertema Menuju Indonesia Maju Melalui Penguatan Daya Saing Usaha ini dapat mendorong agar masyarakat yang belum berani melangkah memajukan usahanya maupun yang belum tersentuh program ini dapat segera mengakses Pembiayaan UMi. "Salah satu faktor kunci untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah dengan mengentaskan dari kemiskinan dan mengurangi kesenjangan pembangunan antardaerah," tambahnya.

Program Pembiayaan UMi telah dijalankan oleh Kementerian Keuangan sejak tahun 2017. Sasaran Pembiayaan UMi adalah usaha mikro yang belum dapat difasilitasi oleh pinjaman perbankan. Bukan hanya memberikan pinjaman, nilai tambah dari Pembiayaan UMi adalah adanya pendampingan agar kapasitas debitur meningkat. Sampai pertengahan tahun 2019, telah terdapat 9.994 penerima UMi yang telah naik kelas dalam arti memenuhi ketentuan untuk mengakses perbankan melalui program KUR. Artinya, kapasitas usaha mereka juga semakin meningkat yang akhirnya kian menggerakkan perekonomiannya rakyat. Kini Pembiayaan UMi juga telah membantu memfasilitasi 118.962 penerima manfaat program bantuan sosial seperti PKH agar dapat menuju kemandirian usaha.

Dalam rangka akselerasi dan perluasan pembiayaan UMi, Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk pembiayaan bagi para petani melalui Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA), dengan Kementerian Sosial untuk para penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang memiliki usaha mikro, serta dengan Kemendes dan PDTT untuk akses pembiayaan UMi kepada masyarakat di daerah tertinggal melalui koperasi dan BUMDes.

Pasar Rakyat yang digelar di Taman Lapangan Banteng merupakan contoh perwujudan konsep kegiatan sinergi antarkementerian untuk kesejahteraan rakyat. Pasar mencerminkan implementasi sinergi program dengan menampilkan usaha-usaha penerima manfaat PKH dan debitur Pembiayaan UMi, serta komoditas pangan, hasil laut, kerajinan dan kopi sebagai komoditas unggulan Indonesia. Para menteri sempat berkeliling booth dan berdialog dengan para pengusaha.

Acara tersebut dihadiri pula oleh Dirjen Perbendaharaan Andin Hadiyanto yang mewakili Menteri Keuangan, Kepala Badan Karantina Pertanian yang mewakili Menteri Pertanian, Walikota Jakarta Pusat, Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP), perwakilan dari bank Himbara, dan perwakilan dari lembaga keuangan bukan bank selaku penyalur Pembiayaan UMi. Dalam kesempatan yang sama juga ditandatangani perjanjian kerja sama antara Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Keuangan dengan Lembaga Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (LPDPP), Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB KUKM), Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (P3H), dan Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP). Perjanjian kerja sama tersebut memperkuat komitmen dalam hal Pemanfaatan Jaringan Komunikasi dan Informasi Data Penerima Fasilitas Pemerintah. (LRN/AA/DNR/SW)