BERITA

Akademisi: Laporan Keuangan Yang Akuntabel Turunkan Country Risk Indonesia

Jakarta, djpbn.kemenkeu.go.id, - Dirjen Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono mengungkapkan bahwa raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diperoleh dengan kerja keras dan menghasilkan efek terjaganya kepercayaan dari banyak pihak.

“Kita harus mengonsolidasikan semua Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) dan satu laporan keuangan BUN. Ini bukan pekerjaan mudah, ini karya besar yang kita lakukan secara bersama-sama,” sebutnya dalam program Indonesia Bicara yang ditayangkan langsung di TVRI Selasa (25/9).

“Ini akan menimbulkan trust dari masyarakat dalam dan luar. Kita sudah mendapatkan hasil dari apa yang kita capai, salah satunya adalah kepercayaan yang muncul dari para investor yang ditunjukkan oleh lembaga rating agency kepada Indonesia, baik itu Fitch, Standard & Poor’s, dan beberapa rating agency internasional yang menobatkan kita sebagai negara yang sudah masuk dalam investment grade,” jelas Marwanto.

Capaian tersebut pun mendapatkan apresiasi dari Ketua Komite Konsultatif Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) Binsar Simanjuntak. “Ini capaian yang luar biasa banget dan ini yang membuat investor, lender, donor, masyarakat memiliki confidence terhadap laporan keuangan negara kita. Jika tidak ada neraca, tidak ada catatan aset, bagaimana seorang investor mau menaruh uangnya?”

Ketua Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Dwi Martani menambahkan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan itu memang dipakai juga oleh pihak eksternal. “Informasi tersebut ternyata mampu meningkatkan rating kita. Ketika menaikkan rating kita, itu impact-nya bukan hanya ke Surat Berharga Negara, tetapi juga akan menurunkan country risk. Risiko negara kita menjadi kecil sehingga semua perusahaan di Indonesia yang menerbitkan surat berharga dapat memperoleh cost of fund yang relatif lebih kecil,” tuturnya. [LRN]

Oleh: Media Center Ditjen Perbendaharaan