BERITA

Dirjen Perbendaharaan: Terima Kasih dan Tetap Jaga Akuntabilitas di Tengah Kondisi Darurat

Palu, djpbn.kemenkeu.go.id, - Dalam kunjungan ke KPPN Palu Senin (08/10), Dirjen Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono mengungkapkan rasa prihatin atas bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu, Donggala, dan daerah-daerah sekitarnya di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.

Berdasarkan keterangan Kepala KPPN Palu Muhtar Salim, pada hari pertama pelayanan darurat dibuka pada hari Rabu (3/10) dengan satu meja pelayanan, telah diterima sebanyak 22 SPM. Per hari Jumat (5/10), sebanyak total 112 SPM telah diterima sejak pelayanan darurat dibuka, dan dengan memanfaatkan koneksi darurat untuk mengakses SPAN, sebanyak 101 SP2D telah diterbitkan. SP2D yang belum diterbitkan adalah SP2D gaji yang akan dibayarkan pada bulan berikutnya, maupun karena sejumlah SPM masih perlu perbaikan dari persyaratannya. Mulai hari ini, Senin (8/10), 10 hari sejak kejadian gempa, KPPN Palu siap melayani dengan lima meja pelayanan dan fixed line yang telah dipasang untuk mengakses aplikasi dengan koneksi yang lebih stabil.

Menyusul bencana yang mengakibatkan rusaknya sejumlah infrastruktur kantor seperti gedung beserta peralatannya, termasuk jaringan listrik dan komunikasi, Marwanto mengungkapkan bahwa kantor pusat sesegera mungkin melakukan identifikasi, hal-hal apa saja yang perlu cepat dilaksanakan. Berbagai support dan bantuan diberikan, baik yang bersifat fisik maupun direncanakan juga berupa pendampingan untuk pemulihan psikologis.

“Kami memandang perlu ada task force yang kemudian diberi tugas untuk membantu memberikan layanan bersama rekan-rekan yang ada di KPPN Palu. Ini sifatnya ad hoc, sementara, memerlukan kebijakan lanjutan, tidak mungkin terus-menerus,” jelas Marwanto.

Secara khusus, berkaitan dengan infrastruktur, Marwanto menerangkan bahwa kantor pusat sedang membicarakan bagaimana memulihkan infrastruktur seperti sediakala. “Kita akan melakukan berbagai langkah darurat. Akan dibangun kantor yang sifatnya darurat, tidak permanen, tetapi lebih nyaman dibandingkan dengan bekerja di tenda seperti sekarang ini. Perlu perencanaan yang matang, tetapi juga harus segera dilakukan.” Marwanto menambahkan bahwa untuk jangka panjang, membangun kembali atau memperbaiki yang masih tersisa, masih diperlukan penilaian dari ahli di bidang bangunan dan mempertimbangkan ketersediaan dana.

Di samping memahami bahwa melaksanakan layanan di tengah kondisi psikologis yang tentu masih terdampak akibat bencana, Dirjen Perbendaharaan meminta segenap jajaran DJPb yang bertugas di Palu untuk tetap bersemangat karena support akan terus diberikan oleh jajaran pimpinan.

“Kami mewakili pimpinan Kemenkeu menyampaikan keprihatinan sekaligus terima kasih kepada Bapak Ibu sekalian yang dengan tetap penuh semangat menjalankan tugas dalam kondisi infrastruktur yang tidak lengkap dan sangat terbatas,” ucap Marwanto di lokasi pelayanan darurat KPPN Palu yang bertempat di sebuah tenda yang didirikan di lapangan parkir kantor KPPN.

“Bu Menteri juga minta disampaikan secara langsung ucapan terima kasih dan apresiasi beliau. “Jaga semangat, jaga kesehatan, dan jaga keamanan semuanya.””

Tak lupa, Marwanto mengingatkan agar tetap menjaga akuntabilitas sehingga pencairan dana khususnya tetap berjalan dalam governance, sesuai peraturan yang ada, kendati dalam situasi darurat. [LRN]

Oleh: Media Center Ditjen Perbendaharaan