Treasury Sharing Session Indonesia dan Vietnam : Wujudkan Modern Treasury Collaboration

Jakarta, djpb.kemenkeu.go.id,- Ditjen Perbendaharaan (DJPb) melalui Direktorat Pengelolaan Kas Negara (PKN) hari ini (7/6) menggelar Treasury Sharing Session (TSS) dengan Vietnam State Treasury (VST) bertemakan Cash Management. Acara tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan kas negara, sekaligus proses untuk melakukan analisis diagnostik mengenai praktik fungsi perbendaharaan saat ini dan risikonya pada sektor publik Indonesia.

Isu terkait cakupan Treasury Single Account (TSA), investasi jangka pendek untuk cash management, cash forecasting, target saldo kas, dan digitalisasi treasury merupakan prioritas utama yang menjadi perhatian pemerintah dalam pengelolaan kas. Selain itu, hubungan antara utang dan pengelolaan kas, koordinasi antara Treasury dan Bank Sentral, serta digitalisasi perbendaharaan juga menjadi isu utama di Indonesia. Sharing session dengan VST menjadi salah satu upaya untuk membuka wawasan yang lebih luas mengenai perbendaharaan yang modern.

Sebagaimana disampaikan oleh Direktur PKN dalam sambutannya, penerapan TSA di Indonesia telah membawa banyak manfaat. ”Secara signifikan, TSA berhasil mengurangi jumlah kas menganggur yang disimpan dalam sistem perbankan dan mempercepat ketersediaan dana untuk pemerintah. Meskipun kondisi geografis di Indonesia sebagai negara kepulauan membawa tantangan tersendiri, namun kemajuan teknologi informasi dalam sistem perbankan telah membuka peluang untuk penerapan TSA bahkan manfaat tersebut lebih besar dibandingkan dengan biaya untuk menerapkannya,”papar Noor Faisal Achmad. Selain itu, lanjutnya, penerapan TSA yang didukung dengan proyeksi kas yang akurat telah membawa Indonesia ke arah pengelolaan kas yang aktif.

Salah satu implementasi dari active cash management tersebut ialah Pembentukan Treasury Dealing Room (TDR). Dengan mengadopsi praktik check and balance dalam sistem perbankan, TDR terdiri dari tiga fungsi terpisah yaitu Front Office tempat transaksi berlangsung, Middle Office yang bertanggung jawab dalam kebijakan dan manajemen risiko, dan Back Office sebagai proses penyelesaian dan akuntansi. TDR terlibat aktif dalam menjaga keseimbangan kas pemerintah dengan berinvestasi pada surplus kas dan mencari pembiayaan atas defisit kas.

Pada kesempatan tersebut, Indonesia memberikan TSS sebagai bentuk kolaborasi sekaligus untuk memenuhi permintaan Vietnam terkait pengelolaan kelebihan kas negara, terutama penempatan uang di Bank Umum Mitra Penempatan Uang Negara (BUMPUN) dan reverse repo yang dianggap lebih advanced dalam hal tersebut dibanding implementasi cash management di Vietnam. Dua poin positif dari implementasi Cash Management di Vietnam yang dapat diterapkan di Indonesia antara lain adalah penempatan di Bank Umum yang dapat dilakukan sampai dengan 50% dari saldo kas yang dimiliki dan treasury memiliki kendali murni dalam penerbitan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) kurang dari tiga bulan. Hasil dari TSS bisa digunakan untuk mengevaluasi dan mengisi gap implementasi Treasury di Indonesia serta membangun Modern Treasury Collaboration antar negara, khususnya antara Indonesia dan Vietnam.

Acara TSS dibuka oleh Direktur PKN, Noor Faisal Achmad, dengan pembicara Kepala Subdirektorat Optimalisasi Kas, Moch Abdul Kobir, dan dari VST diwakili oleh Wakil Direktur Departemen Pengelolaan Kas, Ms. To Thi Nguyet Nga, serta dihadiri oleh pegawai Kementerian Keuangan RI.

TSS yang pada tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan dengan visit ke negara lain, saat ini dilakukan dengan metode video conference karena adanya pandemi. Hal ini juga sebagai salah satu upaya efisiensi anggaran yang juga menjadi salah satu hal yang dilakukan dalam pengelolaan kas negara.

Berikutnya, DJPb berencana kembali mengadakan TSS dengan Filipina dan Amerika Serikat untuk melengkapi referensi dan wawasan mengenai pengelolaan kas negara yang modern. Dalam mewujudkan pengelolaan perbendaharaan yang unggul di kelas dunia, DJPb berkomitmen untuk mencapainya dengan pemahaman yang lebih baik tentang perbandingan pilar perbendaharaan modern untuk mempelajari posisi Indonesia di antara negara-negara ASEAN.

(Tova Adyantara, Direktorat PKN)

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

Search