Dirjen Perbendaharaan: Bekerja Bukan Hanya Perkara Selesai, Tetapi Juga Keberkahan

Pasca bulan Ramadan yang baru saja berlalu, berbagai tugas dan amanah DJPb sebagai unit pengelola APBN justru kian meningkat, di antaranya mengawal percepatan program Pemulihan Ekonomi Nasional, pembayaran gaji ke-13, dan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) sebagai akuntabilitas kepada stakeholders.

Te

ntunya kesibukan tersebut menyita waktu dan tenaga para jajaran DJPb. Memandang keterbatasan waktu jika dibanding dengan peningkatan volume pekerjaan tersebut, Dirjen Perbendaharaan, Hadiyanto, berbagi nasihat kepada jajarannya agar dalam kesibukan kerjanya tetap menjaga ibadah tetap optimal di bulan Syawal yang berarti bulan peningkatan amal.

“Hendaknya kita memulai setiap pekerjaan dengan cara yang benar, yaitu mengucap bissmillah dengan niat mengerjakan amal sholeh agar pekerjaan bernilai ibadah. Jangan sampai kita sudah begitu lama bekerja tetapi tidak memiliki niat seperti itu,” pesan Hadiyanto dalam acara Halal Bihalal 1442 H pada Selasa (8/6).

Hadiyanto menambahkan bahwa setiap pekerjaan yang tidak diawali dengan mengingat kepada Allah maka akan terputus keberkahan. “Padahal apa yang kita cari esensinya tidak hanya penyelesaian tugas tetapi juga keberkahan, itu yang menjadi keyword kita bekerja di DJPb. Keberkahan tersebut korelasinya sangat banyak seperti anak yang sehat, perjalanan yang lancar, tidak ada hambatan signifikan terhadap pekerjaan,” tambahnya.

Penyikapan dalam memaknai suatu pekerjaan juga menjadi hal yang penting menurut Hadiyanto. Baginya, jangan sampai menjadi orang yang gila pekerjaan sehingga melupakan banyak hal. Tetapi pekerjaan justru harus dimaknai sebagai sebuah ibadah. Dengan mengutip nasihat Imam Al Gozali, Hadiyanto juga mengingatkan tentang keterbatasan waktu. “Yang terdekat dari diri kita adalah kematian, sedangkan yang terjauh dari kita adalah waktu yang berlalu. Ini mungkin penting, sehingga kita tidak menunda untuk beramal ibadah dan memberikan yang terbaik,” jelasnya.

Dalam acara tersebut, Hadiyanto bercerita mengenai bagaimana memanfaatkan waktu dalam rutinitas kesehariannya dari hati ke hati. Diharapkan setelah Ramadan ini, segenap Insan Perbendaharaan dapat terus mempertahankan semangat beramal dan bekerja melalui berbagai adaptasi terhadap kondisi pandemi.

Tidak segan Hadiyanto menyampaikan nasihatnya dalam sebuah pantun. “Beli Ikan ke Pangandaran. Dimasak pepes dicampur tahu. Duhai kalian Insan Perbendaharaan. Boleh sibuk bekerja tapi ingat waktu akhiratmu,” pesannya.

Acara Halal Bihalal 1442 H dilaksanakan secara daring oleh Bintalnas DJPb dengan moderator Direktur Pelaksanaan Anggaran, Sudarso, pembawa acara Ferry Taufik Saleh, dan diikui oleh segenap pegawai DJPb di seluruh Indonesia. Pada acara tersebut, para pegawai juga berkesempatan untuk dapat bertanya langsung kepada Hadiyanto dalam sesi “Anda Bertanya, Pak Dirjen Menjawab”. (dr/aaw)

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

Search