Upacara Peringatan Hari Oeang RI, Wamenkeu Sampaikan Harapan Pemulihan Ekonomi

Peringatan Hari Oeang RI (ORI) tahun ini mengambil tema "Pulihkan ekonomi wujudkan Kemenkeu satu yang tepercaya, menuju Indonesia unggul dan tangguh", mencerminkan kondisi dan harapan dalam pengelolaan keuangan negara di tengah kondisi pandemi. Demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam amanatnya selaku Inspektur Upacara pada Upacara Peringatan Hari ORI ke-75 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta (30/10).

"Kementerian Keuangan sebagai institusi pengelola keuangan negara harus selalu optimis dan bekerja sebagai satu kesatuan mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia menjadi bangsa yang makmur dan sejahtera. APBN harus mampu menjadi instrumen keuangan negara yang membawa masyarakat Indonesia menuju masyarakat Indonesia yang adil dan makmur," tegas Wamenkeu.

Ketika Indonesia merdeka tahun 1945, terdapat empat mata uang yang beredar. Tiga dikeluarkan Jepang dan satu mata uang peninggalan pemerintah Hindia Belanda. Hal ini membuat kondisi moneter menjadi membingungkan. Keterbatasan sarana dan juga kedatangan tentara Sekutu membuat rencana penerbitan mata uang sendiri menghadapi kendala. Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) akhirnya digunakan secara resmi mulai 30 Oktober 1946. Beredarnya ORI ditopang oleh UU No. 7 Tahun 1946 dan UU No. 10 Tahun 1946. Isinya antara lain menjelaskan nilai ORI, bentuk fisik, dan menegaskan bahwa ORI dikeluarkan oleh pemerintah sebagai alat bayar yang sah.

Tanggal 30 Oktober menjadi tonggak sejarah dan diperingati setiap tahunnya sebagai Hari ORI. Momen diterbitkannya ORI menjadi simbol pemersatu bangsa sekaligus sebagai lambang identitas kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia di mata dunia. Tanggal tersebut juga menandai berfungsinya tugas Kementerian Keuangan sebagai salah satu institusi penting untuk menjaga kemerdekaan dan kedaulatan, serta mengisi dengan berbagai kegiatan pembangunan untuk mencapai cita-cita kemerdekaan. Oleh karenanya, peringatan HORI menjadi momen refleksi untuk melihat sejarah Kementerian Keuangan dan menarik pelajaran yang berharga dari situasi di masa lalu yang telah dilewati.

"Kebijakan fiskal dan kebijakan ekonomi makro yang prudent tetap harus kita pegang dalam mengawal pemulihan dari pandemi ini. Penguatan dan pengembangan institusi juga terus kita lakukan, terus melakukan reformasi birokrasi, dengan memperkuat transformasi kelembagaan. Juga konsisten menjaga dan memupuk integritas, zero tolerance terhadap korupsi. Jangan lelah meningkatkan kompetensi diri, terus upayakan beradaptasi secara cepat terhadap perubahan," pesan Wamenkeu. [lrn/tap]

 

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

Search