Menteri Keuangan Ajak Masyarakat Kenal BLU

“Dengan bersinergi maka hasilnya akan jauh lebih baik dan powerfull. Kualitas dari pelayanan BLU menjadi pertaruhan karena dia diandalkan oleh masyarakat. Melalui ini kita akan mengenalkan kepada masyarakat sehingga ketika menggunakan jasa BLU dia tahu bahwa ini kepanjangan tangan dari pemerintah. Mereka kemudian bisa melihat dan meneliti kualitas dan efektivitasnya serta boleh menuntut perbaikan,”

-Menteri Keuangan, Sri Mulyani

“Biasanya masyarakat mengenal RSCM, tetapi tidak tahu kalau itu Badan Layanan Umum (BLU). Masyarakat mengenal RSPAD, tapi juga tidak tahu itu BLU. Demikian juga perguruan tinggi yang mahasiswa semua tahu itu, juga merupakan organisasi BLU,” ungkap Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam pembukaan BLU Expo 2021 di Istora GBK Jakarta pada Selasa (16/11).

Rumah sakit dan perguruan tinggi termasuk bagian BLU di bidang kesehatan dan pendidikan yang merupakan dua hal paling penting dalam meningkatkan kualitas SDM. Sri Mulyani memaparkan bahwa kedua bidang BLU tersebut memiliki kontribusi besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Walaupun kepemilikan pemerintah dalam RS BLU hanya 3 persen dari total RS di Indonesia, namun pasien justru lebih banyak datang ke RS BLU, sehingga memiliki kontribusi 15,4 persen dari total pelayanan kesehatan di Indonesia. Begitu pula untuk perguruan tinggi, meskipun jumlahnya hanya 101 perguruan tinggi yang berbadan hukum BLU atau 2,9 persen dari total perguruan tinggi di Indonesia, namun dia menerima dan melayani mahasiswa sebanyak 1,5 juta atau 25 persen dari total populasi mahasiswa di Indonesia. Jadi ini menunjukkan betapa besar peranannya, bahkan lebih besar dari jumlahnya,” ungkap Sri Mulyani.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu menjelaskan karakteristik BLU yang memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan. “BLU memiliki kontribusi dalam perekonomian dan juga sebagai lembaga yang collecting revenue. BLU boleh memungut biaya sesuai dengan standar layanannya untuk mengumpulkan penerimaan namun tujuannya bukan profit making melainkan services. Berbagai fleksibilitas yang dinikmati BLU diatur dalam peraturan dan undang-undang,” jelasnya.

Karakteristik tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian sebagaimana disampaikan oleh Presiden Joko Widodo secara daring pada acara tersebut. “Harapan saya terhadap BLU dengan total 252 BLU, jumlah yang sangat besar, yang berada di 21 Kementerian Lembaga dengan aset kelolaan sebesar 888 triliun rupiah dan total pendapatan 96 triliun rupiah, BLU bisa memberikan kontribusi signifikan untuk pemulihan ekonomi nasional dengan kekuatan itu,” terang Joko Widodo.

Senada dengan hal tersebut, Dirjen Perbendaharaan, Hadiyanto, turut mengungkapkan kontribusi BLU dalam perekonomian. “BLU Expo ini merupakan upaya menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk akselerasi perekonomian Indonesia melalui BLU sebagai agen pemerintah yang sangat diperlukan sinerginya dalam pemulihan ekonomi, baik antar satker BLU, BLUD, BUMN, dan pemerintah daerah dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Hadiyanto.

Dalam rangkaian kegiatan BLU Expo, Kemenkeu juga melaksanakan lima agenda penandatanganan kerjasama dengan para menteri yaitu: (i) MoU Akselerasi Sinergi Program RS Jejaring Nasional, (ii) MoU Digital Hub, Talent Pool Era Digital, (iii) MoU Akselerasi Sinergi Program Pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, (iv) MoU Integrasi Sistem Informasi Untuk Akselerasi Serfitikasi Halal dan (v) MoU Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi SPI.

“Dengan bersinergi maka hasilnya akan jauh lebih baik dan powerfull. Kualitas dari pelayanan BLU menjadi pertaruhan karena dia diandalkan oleh masyarakat. Melalui ini kita akan mengenalkan kepada masyarakat sehingga ketika menggunakan jasa BLU dia tahu bahwa ini kepanjangan tangan dari pemerintah. Mereka kemudian bisa melihat dan meneliti kualitas dan efektivitasnya serta boleh menuntut perbaikan,” pesan Sri Mulyani.

BLU Expo 2021 diselenggarakan pada 16 sampai 18 November 2021 dengan melibatkan seluruh BLU yang dikoordinasikan oleh Direktorat PPK BLU DJPb sebagai unit yang memberikan pembinaan terhadap pengelolaan keuangan BLU. Acara ini diselenggarakan secara virtual yang dapat diakses oleh masyarakat melalui kanal www.e-blu.id. (DR/AAW)

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

Search