Tingkatkan Kualitas Analisis Treasury, Dukung Pengambilan Keputusan Pemerintah Makin Akurat

Jakarta, djpb.kemenkeu.go.id,- Dengan kondisi pandemi Covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan berakhir, pemerintah selalu berupaya mengantisipasi dan memitigasi segala risiko yang muncul. Kondisi yang dinamis dan perubahan yang terus terjadi akan berpengaruh pada pelaksanaan tugas dan fungsi Ditjen Perbendaharaan yang juga terus beradaptasi.

"Analisis-analisis yang kita lakukan harus lebih cepat, lebih tepat, dan lebih akurat dalam membaca kondisi keuangan atau perekonomian, sehingga bisa memberikan kontribusi feedback yang optimal bagi negeri," ungkap Direktur Pelaksanaan Anggaran Ditjen Perbendaharaan Tri Budhianto dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pola dan Metode Pengukuran Dampak Treasury pada Sektor-Sektor Perekonomian yang diselenggarakan oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta secara daring, Kamis (9/12).

Untuk menghasilkan analisis treasury yang berkualitas, Insan Perbendaharaan perlu terus-menerus meningkatkan kapasitas dalam membaca dan menerjemahkan data ke dalam bentuk informasi yang nantinya akan berguna dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah pusat secara akurat. Hasil analisis juga dapat digunakan oleh stakeholders dan pemda untuk menjaga indikator fiskal yang positif guna mendukung perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"FGD ini diharapkan akan mengakselerasi transformasi fungsi Ditjen Perbendaharaan dari fungsi Bendahara Umum Negara (BUN) tradisional ke arah fungsi treasury yang modern dan responsif dalam memberikan nilai tambah kepada pemda dan pemangku kepentingan di daerah. Selain itu juga menjadi salah satu strategi reshaping untuk metode pengukuran yang lebih terstandar, yang sedang disusun oleh kantor pusat untuk roll out pelaksanaan Regional Chief Economist (RCE) yang lebih luas nanti tahun 2022," jelas Tri Budhianto.

Dalam FGD tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta Windraty Ariane Siallagan bertindak sebagai penyaji. Windraty menerangkan bagaimana keempat sektor dalam perekonomian yaitu sektor pemerintahan/fiskal (termasuk treasury sebagai mikrofiskal atau bagian dari makrofiskal), sektor moneter dan keuangan, sektor riil, serta sektor eksternal saling memengaruhi. FGD diikuti oleh sejumlah Kepala Kanwil, pejabat administrator dan pengawas, Tim Champion Analis, serta para pegawai lingkup Ditjen Perbendaharaan.

 

 

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

Search