Ukur Efektivitas Dana Desa, Kanwil DJPb Provinsi Jateng Gandeng Peneliti Unsoed

Banyumas, djpb.kemenkeu.go.id-Monitoring dan evaluasi atas pemanfaatan/penggunaan Dana Desa menjadi sangat penting untuk dapat mengukur dan memastikan bahwa Dana Desa telah dipergunakan secara optimal dan efektif. Perlu upaya meningkatkan analisis data dalam menghasilkan kajian-kajian yang dapat berguna untuk mengukur outcome yang diharapkan dari Dana Desa.

 Berangkat dari hal tersebut, Ditjen Perbendaharaan melalui Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Kick-Off Program Peneliti Muda Berkontribusi 2022 bertempat di Banyumas, Kamis (17/2). 

Kegiatan ini adalah inisiasi, sebagai yang pertama dilakukan di Indonesia, dengan melibatkan institusi Perguruan Tinggi dan Pemda untuk dapat melakukan riset terkait Dana Desa secara langsung kepada masyarakat. Acara dihadiri oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah beserta jajaran, perwakilan Pemda Banyumas, dan civitas akademika Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), serta secara daring oleh Dirjen Perbendaharaan dan Sekretaris Ditjen Perbendaharaan.

Mengawali acara, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah Midden Sihombing menyebut kegiatan penelitian ini ditujukan bagi para akademisi untuk dapat turut berkontribusi memajukan ekonomi desa.

Program ini kami inisiasi bekerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman. Tentunya, bersama Unsoed kami melakukan pengembangan metode-metode penelitian. Riset ini juga nantinya akan sangat berguna bagi Pemda sebagai acuan penentuan kebijakan. Bagi mahasiswa, juga bisa menjadi kesempatan belajar wirausaha secara melalui penelitian pada BUMDes.”

Sampel penelitian mencakup 15 desa, dengan objek penelitian yakni Dana Desa. Ditjen Perbendaharaan telah membuat rambu-rambu penelitian bagi para mahasiswa, dengan memfokuskan pengukuran pada outcome dana desa,” tambahnya.

Pada tahun 2020, Ditjen Perbendaharaan juga telah menyusun kajian mengenai dampak Dana Desa terhadap pembangunan desa dan efektivitas pemanfaatan BLT Desa, dan menemukan bahwa secara umum, alokasi Dana Desa berdampak positif terhadap Indeks Desa Membangun dengan tingkat yang bervariasi.

Selanjutnya, Ketua LPPM Unsoed, Rifda Naufalin menyampaikan apresiasi kepada Ditjen Perbendaharaan atas kesempatan yang diberikan kepada civitas akademika Unsoed untuk terlibat dalam penelitian Dana Desa. 

“Kami sangat menyambut dan siap bersama KPPN beserta Pemda Banyumas untuk melakukan pendampingan dalam kegiatan penelitian Dana Desa. Ini adalah salah satu wujud nyata darma perguruan tinggi. Kami berharap nantinya hasil riset dapat diakses oleh publik dan secara langsung dapat menciptakan manfaat bagi masyarakat desa.”

Bupati Banyumas diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Irawadi juga menyatakan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam inisiasi kegiatan penelitian ini.

Kerja sama pada kegiatan penelitian diharapkan melahirkan peneliti-peneliti muda yang mampu memberikan feedback dalam penyusunan kebijakan ekonomi daerah maupun tata kelola Dana Desa. Menandai kick-off kegiatan, Dirjen Perbendaharaan menuturkan agar program ini dapat diamplifikasi dengan baik sekaligus menjadi inspirasi bagi Kanwil Ditjen Perbendaharaan lainnya untuk lebih mengoptimalkan perannya sebagai Regional Chief Economist.

Semoga kerjasama yang telah terjalin selama ini antara Kementerian Keuangan, Pemerintah Daerah, dan Akademisi dapat terus kita optimalkan dan kita tingkatkan, untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat, pungkas Hadiyanto.

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

Search