Transformasi Kelembagaan

Lounching Perdana Mini Treasury Seminar di Tahun 2015

Jakarta, djpbn.kemenkeu.go.id - Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan bekerjasama dengan Project Management Office (PMO) menyelenggarakan launching perdana Mini Treasury Seminar di Tahun 2015(12/02).

Kegiatan inimengambil tempat di Ruang Rapat Piet Haryono, Lantai 2 Gedung Praptosuhardjo I Ditjen Perbendaharaan. Lebih dari 30-an undangan pejabat eselon III di lingkup Ditjen perbendaharaan menghadiri acara yang diselenggarakan dari jam 16.00 WIB hingga menjelang maghrib tersebut. Bapak Taukhid, SE.,Sc.IB.,MBA selaku Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan, memandu sekaligus membuka acara dengan memberikan pemaparan tentang pentingnya peran treasury di beberapa negara maju. Seminar ini mengambil tema “Learning Organization Sebagai Dasar Kesinambungan Transformasi di Treasury” yang disampaikan oleh Bapak Noor Faisal Achmad, Ph.D., Ak., CA. selaku pelaksana harian ketua PMO DJPB. Bapak Faisal menyampaikan bahwa Ditjen Perbendaharaan butuh untuk menjadi organisasi pembelajar (learning organization) agar tidak digilas perubahan yang mau tidak mau pasti akan datang. Beliau menekankan jangan sampai insan perbendaharaan terlalu asyik dengan dunianya sendiri (kegiatan klerikal kantor selama ini) sehingga lambat merespon perubahan yang muncul dari dunia luar. Dipaparkan pula data-data yang menunjukkan bahwa dari segi SDM, dengan jumlah pegawai lulusan S2 dan S3 yang memenuhi hampir 10% jumlah keseluruhan pegawai, Ditjen Perbendaharaan sebenarnya sudah memiliki modal dasar yang cukup. Namun, ini semua masih perlu dikelola dengan baik mengingat hasil survei Penilaian Kesehatan Organisasi Kementerian Keuangan/The Ministry of Finance Organizational Fitness Index (MOFIN) menunjukkan bahwa Ditjen Perbendaharaan memiliki titik lemah utama pada aspek wawasan kompetitif, penggunaan keahlian dari pihak luar dan menangkap ide-ide dari luar organisasi. Sesi diskusi diramaikan dengan tanggapan dari tujuh orang pejabat eselon tiga yang memberikan apresiasi terhadap acara dan tema, tanggapan serta saran yang membangun. Para penanggap memaparkan beberapa hal diantaranya; perlunya ada tim edukasi via sosial media karena dianggap lebih dapat menjangkau insan perbendaharaan di daerah, problem motivasi karena minimnya reward bagi pegawai unggul di lingkungan PNS, masukan untuk lebih melibatkan tim kerja guna mengiskis ego sektoral, perlunya memperjelas arah gerak perubahan serta himbauan agar ide perubahan yang digulirkan tidak sampai melupakan upaya evaluasi atas apa yang sudah dilakukan Ditjen perbendaharaan selama ini. Seminar ini hanyalah merupakan triger bagi kita semua untuk terus belajar, banyak hal yang perlu didiskusinya untuk perbaikan Ditjen Perbendaharaan ke depan, demikian Bapak Faisal menutup pemaparannya. (HM) Oleh: Kontributor PMO Ditjen Perbendaharaan