
Kondisi perekonomian fundamental Indonesia masih kuat, pertumbuhan ekonomi nasional sampai dengan kuartal kedua masih terjaga, APBN KiTa tetap tangguh sebagai shock absorber dan masih menunjukkan kinerja positif.
Sebagai wujud dari sinergi dan kolaborasi yang kuat, unit Kementerian Keuangan regional Blitar menggelar konferensi pers mengenai Kinerja APBN Regional Blitar sampai dengan periode bulan Mei 2024. Realisasi pendapatan di wilayah Blitar dan Tulungagung mencapai sebesar Rp979,19 miliar, sedangkan realisasi belanja tercatat sebesar Rp2,61 triliun atau sebesar 44,46% dari pagu belanja.
“Kinerja Belanja dan Kinerja Pendapatan sampai dengan bulan Mei terus menunjukkan hasil yang positif dibandingkan tahun sebelumnya. APBN KiTa tetap tangguh sebagai shock absorber dan masih menunjukkan kinerja positif” jelas Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Blitar Arinto Sujatmono pada Konferensi Pers APBN KiTa Regional Blitar Periode Data s.d. 31 Mei 2024 di Blitar, Selasa (25/06).

Kinerja Pendapatan
Secara umum, kinerja pendapatan APBN sampai dengan bulan Mei 2024 tidak terlepas dari pengaruh kondisi pertumbuhan ekonomi global yang cenderung melemah dan divergen. Peningkatan restitusi perpajakan juga ikut mempengaruhi kinerja pendapatan di Wilayah Blitar dan Tulungagung. Realisasi pendapatan negara untuk regional Blitar sebesar Rp979,19 miliar, meningkat sebesar Rp238,43miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yaitu sebesar Rp740,76 miliar. Komponen pendapatan tersebut berasal dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp844,57 miliar dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp134,61 miliar.
Penerimaan Perpajakan yang bersumber dari penerimaan Pajak terdiri dari pajak dalam negeri sebesar Rp799,21 miliar dan pajak perdagangan internasional sebesar Rp45,36 miliar. Pajak dalam negeri terdiri dari Pajak Penghasilan sebesar Rp265,95 miliar, Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp277,72 miliar, Pajak Bumi dan Bangunan sebesar Rp2,97 miliar, Pajak Lainnya Rp15,86 miliar dan setoran Cukai sebesar Rp285,69 miliar. Sedangkan untuk Pajak Perdagangan Internasional terdiri dari Bea Masuk sebesar Rp45,36 miliar.
Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri dari PNBP Lainnya sebesar Rp54,57 miliar dan Pendapatan Badan Layanan Umum sebesar Rp80,04 miliar.

Kinerja Belanja
Realisasi Belanja Negara sampai dengan Mei 2024 mencapai Rp2,61 triliun atau sebesar 44,46% dari pagu belanja, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yaitu sebesar 39,12% dari pagu belanja. Realisasi tersebut meliputi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp519,45 miliar atau 43% dari pagu alokasi anggaran, dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp2,02 triliun atau 44,91% dari pagu alokasi anggaran.
Realisasi BPP dimanfaatkan antara lain untuk pembayaran gaji dan tunjangan pegawai serta pembayaran manfaat pensiun termasuk THR, sehingga mendorong pertumbuhan konsumsi pemerintah. Realisasi BPP terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp287,81 miliar atau 43,28% dari alokasi anggaran, realisasi belanja barang sebesar Rp274,42 miliar atau 53,21% dari alokasi anggaran, belanja modal sebesar Rp17,84 miliar atau 10,22% dari alokasi anggaran serta belanja bantuan sosial sebesar Rp11,3 miliar atau 56,11% dari alokasi anggaran.
Realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa terdiri dari dana bagi hasil sebesar Rp60,81 miliar atau 42,01% dari alokasi anggaran, dana alokasi umum sebesar Rp1,28 triliun atau 46,46% dari alokasi anggaran, dana transfer khusus sebesar Rp310,48 miliar atau 29,58% dari alokasi anggaran, dana desa sebesar Rp344,77 miliar atau 72,17% dari alokasi anggaran serta dana insentif fiskal sebesar Rp19,25 miliar atau 31,61% dari alokasi anggaran.
-
- Blitar, 25 Juni 2024

