“Tetap Berintegritas dan Profesional Di Era New Normal” merupakan tema Webinar Bintalnas DJPb 2020 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kamis (25/06).
Dirjen Perbendaharaan, Dr. Andin Hadiyanto, M.A, memberikan sambutan di awal acara. Beliau mengapresiasi kinerja insan perbendaharaan yang mana selama ini telah bekerja dengan tulus dan ikhlas mengawal penyelenggaran dan penyaluran APBN sampai ke daerah. Dalam sambutannya, beliau juga berharap agar semua insan perbendaharaan dapat memanfaatkan waktu webinar ini untuk recharge semangat kerja dan memperkokoh integritas serta profesionalisme dalam mengawal APBN selama pandemi covid ini dengan penuh tangung jawab.

Pada sesi pertama dipaparkan materi pembinaan mental di lingkungan ASN, lebih tepatnya mengenai bagaimana Membangun Integritas, Profesionalitas, dan Wawasan Kebangsaan di Era New Normal yang disampaikan oleh Ir. Bambang D. Sumarsono, MPA.. Beliau merupakan Asdep Integritas dan Evaluasi Sistem Merit SDM Aparatur, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Beliau mengungkapkan bahwa saat ini di lingkungan birokrasi, sedang dicanangkan grand design pembangunan ASN untuk mewujudkan Worldclass Government atau SMART ASN 2024, dimana nantinya PNS diharapkan dapat memiliki 7 karakteristikik, yaitu] integritas, nasionalisme, berwawasan global, menguasai Bahasa asing dan IT, pelayanan yang baik, dapat membangun jejaring, serta memiliki jiwa entrepreneurship. Selain itu, beliau juga mengungkapkan bahwa menurut Permen PANRB No.38 Th. 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan, terdapat 9 kompetensi manajerial yang harus dimiliki ASN, yaitu integritas, kerjasama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan, pengambilan keputusan, dan perkekat bangsa.

Dapat dilihat bahwa faktor intergritas merupakan indikator dan karakter utama yang wajib dimiliki oleh setiap ASN. Sehingga menurut Ir. Bambang, untuk membangun integritas tersebut diperlukan keyakinan, kekuatan daya nalar, dan keberanian moral untuk mewujudkan nilai menjadi perilaku dan tindakan. Tak hanya itu, membangun budaya kerja professional berintegritas pada ASN juga perlu dilakukan melalui E-learning Management System (E-LMS), dengan salah satu programnya telah diemplementasikan oleh Kementrian Keuangan yaitu program E-Learning Kode Etik.
Di sesi kedua dipaparkan materi dengan topik kerja berintegritas & profesional mengelola Transformasi Digital di era New Normal yang disampaikan oleh Sudarto, S.E., M.B.A., Ph.D. Beliau merupakan Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi Kementerian Keuangan.

Beliau mengungkapkan terdapat program terbaru dari Kementrian Keuangan yaitu program New Normal. Program new normal tersebut meliputi penyelenggaraan transformasi digital kemenkeu, dan program kerja flexible working space, dimana outcome dari program tersebut adalah dapat tercapainya manfaat seperti lebih produktif dengan makin efisien (efisiensi SDM, anggaran & aset), tercapai struktur ramping, kaya fungsi dengan pekerjaan bernilai tambah, tercapai ICT capability ( melalui Kemenkeu Digital), dan peningkatan kesejahteraan dan kesehatan. Selain outcome, program tersebut juga dapat membentuk budaya kerja baru seperti menjadi bersinergi dan kolaboratif, institutional agility (ramah inovasi dan terbuka terhadap perubahan), digital savviness, serta peduli kesehatan & work life balance. Beliau menambahkan, meskipun telah diterapkan program new normal seperti work from home atau flexible working space, pegawai harus tetap bersikap professional, bertanggung jawab, tetap melakukan absensi, dan jangan lupa selalu berkolaborasi dan berkomunikasi dengan atasan dan lingkungan, karena komunikasi menjadi kunci.

Di sela kesibukan menjalankan tugas, para pegawai KPPN Blitar mengikuti Webinar Bintalnas DJPb 2020 yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Dengan terselenggaranya program bintalnas ini diharapkan agar seluruh insan dari Kementrian Keuangan, khususnya Perbendaharaan agar mampu menjadi agen pemersatu dan pemererat bangsa. Selain itu diharapkan insan Perbendaharaan dapat menjadi agen yang berpengaruh dan berkompetensi di bidangnya, karena kegiatan Bintalnas ini menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Dengan sentuhan moral dan spiritual insan perbendaharaan diharapkan juga mampu menjadi agen professional yang berintegritas.

