Strategi organisasi berperan untuk mengidentifikasi berbagai pendekatan umum yang dipakai organisasi untuk mencapai tujuan. Strategi organisasi berperan untuk mengidentifikasi berbagai pendekatan umum yang dipakai organisasi untuk mencapai tujuan. Sehingga organisasi dalam mencapai tujuannya ada dua cara yaitu melalui pengelolaan yang lebih baik atas apa yang sedang dikerjakan sekarang dan melalui penemuan hal-hal yang baru (Gibson dkk. 1996). Konsep lain menjelaskan bahwa strategi organisasi merupakan suatu seni menggunakan kecakapan dan sumber daya suatu organisasi untuk mencapai sasarannya melalui hubungan yang efektif dengan lingkungan dalam kondisi yang paling menguntungkan (Salusu, 2003). Dengan demikian strategi organisasi memiliki peran sangat penting dalam rangka mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh organisasi dengan menggunakan sumberdaya yang ada secara efektif.
Berdasarkan hal tersebut, dalam rangka mencapai Visi dan Misi organisasi sebagaimana yang tercantum dalam Rencana Strategis KPPN Karawang, menyusun formula strategi organisasi yang disusun berdasarkan analisa lingkungan eksternal dan internal. Tools yang digunakan untuk melakukan analisa lingkungan eksternal berupa STEP (Sociocultural, Technological, Environtmental/Economic, Political/Legal). Tools lain yang dapat digunakan untuk melakukan analisa baik internal maupun internal adalah SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats). Faktor eksternal dan internal dari analisa SWOT tersebut, dikombinasikan untuk merumuskan strategi KPPN Karawang menggunakan pendekatan TOWS.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam merumuskan strategi organisasi KPPN Karawang adalah sebagai berikut:
1. ANALISA STEP
Strategi organisasi STEP (Sociocultural, Technological, Environmental/Economic, and Political/Legal) adalah metode untuk menganalisis lingkungan eksternal yang memengaruhi kinerja organisasi. Analisis ini membantu organisasi memahami faktor-faktor yang dapat menciptakan peluang atau ancaman, sehingga dapat merumuskan strategi yang lebih efekti. KPPN Karawang harus mampu untuk mengidentifikasi isu eksternal yang mempengaruhi kinerja organisasi atau bahkan keberlangsungan organisasi. Isu tersebut dapat berasal dari faktor politik/hukum, teknologi, lingkungan atau ekonomi serta sosial budaya.
2. ANALISA SWOT
SWOT adalah singkatan dari Strength (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang), dan Threat (Ancaman). Analisis SWOT merupakan suatu teknik perencanaan strategi yang berguna untuk mengevaluasi Kekuatan dan Kelemahan, serta mengidentifikasi Peluang dan Ancaman dalam suatu kegiatan, baik yang sedang berlangsung maupun dalam perencanaan kegiatan baru.
Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai faktor yang mempengaruhi keempat aspeknya, kemudian menerapkannya dalam bentuk matriks atau gambar. Matriks SWOT digunakan untuk menunjukkan bagaimana kekuatan (strength) dapat mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana mengatasi kelemahan (Weakness) yang dapat mencegah keuntungan dari peluang, cara kekuatan menghadapi ancaman (Threat) yang mungkin timbul, dan terakhir, bagaimana mengatasi kelemahan yang bisa membuat ancaman menjadi nyata atau menciptakan ancaman baru Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat).
3. ANALISIS LINGKUNGAN ORGANISASI (IFE dan EFE)
Analisis lingkungan organisasi merupakan salah satu bentuk dari proses manajemen strategi. Hasil dari analisis ini yang nantinya digunakan untuk merumuskan strategi sampai mengevaluasi strategi. Matrix yang dipakai dalam analisis lingkungan organisasi antara lain adalah EFE Matrix, IFE Matrix, dan SWOT Matrix
Analisis IFE (Inernal Factor Evaluation-EFE Matrix) digunakan untuk mengindentifikasikan faktor-faktor internal pada KPPN Karawang. Analisis IFE menyimpulkan dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan dalam organisasi. Analisis IFE ini menggunakan bobot dan rating dalam menentukan pengaruh masing-masing faktor
Analisis EFE (External Factor Evaluation-EFE Matrix) digunakan untuk mengindentifikasikan faktor-faktor eksternal KPPN Karawang supaya dapat dilihat peluang dan ancaman yang ada saat ini. Analisis EFE ini menggunakan bobot dan rating dalam menentukan pengaruh masing-masing factor, dimana penentuan bobot masing-masing faktor berdasarkan hasil diskusi pegawai KPPN.
4. ANALISA TOWS
Analisis TOWS matrix merupakan singkatan dari beberapa kata yaitu Threats (ancaman-ancaman), Opportunities (peluang-peluang), Weaknesses (kelemahan-kelemahan), dan Strengths (kekuatan-kekuatan). Sekilas singkatan ini hampir sama dengan yang dimiliki oleh SWOT, perbedaan terletak dari fokusnya. TOWS matrix mengharuskan organisasi untuk mempelajari dan melakukan investigasi faktor eksternal.
TOWS matrix memiliki empat strategi yaitu :
- Strength/Opportunity (SO): Strategi ini membuat perusahaan menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengeksploitasi peluang.
- Weakness/Opportunity (WO): Strategi ini menandakan bahwa Anda akan mengatasi segala kelemahan yang dimiliki dan mengambil keuntungan dari peluang yang ada. Jadi Anda mengurangi kelemahan kemudian eksploitasi peluang.
- Strength/Threat (ST): Perusahaan akan mengekspliotasi kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi potensi ancaman yang akan hadir.
- Weakness/Threat (WT): Pilihan strategi yang terakhir adalah yang sedikit kurang menarik. Strategi ini menggunakan langkah dengan mengurangi kelemahan untuk menghindari ancaman.

Berdasarkan hasil openentuan bobot serta perhitungan Analisa SWOT IFE, EFE dan TOWS dimana hasil perhitungan skor total dan besaran sumbu x, y pada IFE dan EFE dimasukan ke dalam kuadran SWOT. Skor yang didapatkan adalah 2,25 dan 0,75 yang artinya sumbu X positif, dan sumbu Y juga positif, menempatkan posisi KPPN Karawang pada Kuadran I. Berdasarkan letak kuadran tersebut, maka berdasarkan Analisa TOWS strategi yang paling tepat untuk dapat terus meningkatkan kinerja KPPN adalah menggunakan strategi PROGRESIF yaitu menggunakan Strenghts untuk memanfaatkan Opportunities.
Adapun action Plan yang harus dilakukan sesuai strategi tersebut adalah :



