Lubuksikaping

Korupsi dan gratifikasi secara agama merupakan perbuatan yang tidak terpuji karena mendapatkan harta secara tidak halal. Bagaimana tidak, dengan penghasilan, tunjangan dan berbagai fasilitas yang sudah diterimanya secara resmi, pejabat/pegawai tersebut masih menerima sogokan, hadiah dari orang lain yang terkait dengan jabatan atau tugas yang dilaksanakan oleh pejabat/pegawai tersebut. Para ulama sepakat menyatakan bahwa harta yang diperoleh secara tidak halal atau tidak sah itu adalah haram. 

            Secara hukum korupsi dan gratifikasi merupakan suatu tindakan pidana. Setiap gratifikasi yang diperoleh pegawai negeri atau penyelenggara negara adalah suap. Namun ketentuan ini tidak berlaku apabila penerima gratifikasi melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada KPK selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima.

            Nilai-nilai Kementerian Keuangan yaitu, Nilai Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan mampu menjadi perisai bagi setiap insan Kementerian Keuangan untuk menolak berbagai macam bentuk korupsi dan gratifikasi. Nilai-nilai tersebut merupakan alat pencegahan yang ampuh bagi pegawai Kementerian Keuangan.

Sebagaimana disampaikan di atas bahwa korupsi dan gratifikasi tidak hanya dalam bentuk materi. Fasilitas yang diterima oleh seorang pegawai atau penyelenggara negara karena jabatannya juga merupakan bentuk lain dari gratifikasi. Gratifikasi merupakan awal dari Korupsi. Ketika seseorang secara tidak sadar menerima gratifikasi, kemudian karena ketidaktahuannya itu dia tidak melaporkan, maka akan muncullah suap. Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri ataupun penyelenggara Negara dianggap pemberian suap apabila berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya (pasal 12B UU Tipikor).  Jika seseorang sudah terbiasa menerima suap dan menyuap, maka lahirlah korupsi.

Lalu, bagaimana nilai-nilai Kementerian Keuangan mampu menjadi salah satu strategi bagi pengendalian korupsi dan gratifikasi ?

Ketika integritas seorang pegawai diuji dengan fasilitas yang diterima karena jabatannya, maka dia akan memanfaatkan fasilitas tersebut sesuai dengan kepentingan kedinasan. Menjaga martabat dan tidak melakukan hal-hal yang tercela dengan melakukan hal-hal yang melanggar kode etik pegawai. Ketika seorang pegawai dituntut untuk terus mengasah kompetensinya demi memperoleh pengetahuan dan keahlian yang lebih baik. Walaupun pendidikan tidak sama dengan rekan kerjanya yang lebih tinggi. Profesionalisme tetap terjaga. Selalu semangat dalam meningkatkan kompetensinya. Tidak bermalas-malas dalam melaksanakan pekerjaannya. Memiliki sangka baik, saling percaya  dan menghormati dengan rekan kerja dan pimpinan. Melakukan sinergi untuk hasil yang lebih baik. Menunaikan amanah pengabdian penuh ketulusan ketika memberikan pelayanan. Melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati. Serta  tiada henti memperbaiki dan mengembangkan potensi diri.

Demikian halnya dalam memberikan layanan yang berkaitan dengan tugas pokok serta fungsi. Semua dilakukan dengan sepenuh hati, tanpa maksud untuk memperoleh imbalan atas pelayanan yang diberikan. Bersikap proaktif dan cepat tanggap jika memang ada yang harus dibantu.

Dengan menjadikan nilai-nilai Kementerian Keuangan kedalam kehidupan spriritual kita. Maka keinginan atau untuk mendapatkan keuntungan atas pelaksanaan pekerjaan atau tanggung jawab akan hilang dengan sendirinya. Keinginan tersebut menjadi suatu mindset yang tertanam di benak masing-masing pegawai, bagaimana harus bekerja dan pekerjaan yang dilakukan menjadi bernilai ibadah serta tidak sia-sia. Tentunya tetap berpedoman kepada peraturan yang telah ditentukan oleh unit organisasi.

Tak dapat dipungkiri masing-masing kita pasti membutuhkan penghasilan guna menghidupi keluarga kita. Semakin besar jabatan dan posisi seseorang maka semakin banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Namun kembali lagi bahwa korupsi dan gratifikasi memberikan dampak yang negatif bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar, maka tidak ada kata lain bahwa mulai hari ini, saat ini, dan detik ini, marilah kita merubah perilaku kita menjadi perilaku yang lebih baik. Mulai dari sekarang, mulai dari yang paling kecil,  dan mulai dari diri sendiri.

Nilai-nilai Kementerian Keuangan sudah memberikan pondasi yang baik bagi segenap insan Kementerian Keuangan. Dengan semakin rawannya kasus Korupsi, tidak ada salahnya Nilai-nilai tersebut di gaungkan kembali seperti ketika pertama kali diterapkan. Memberdayakan kembali change leader dan change agent yang sudah terbentuk sebagai model dan untuk merefresh ingatan seluruh pegawai pentingnya nilai-nilai Kementerian Keuangan sebagai salah satu strategi  pengembangan budaya anti korupsi dan pengendalian gratifikasi di lingkungan Kementerian Keuangan, khususnya  di lingkungan Direktorat Jenderal  Perbendaharaan.

Footer

 Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

 

Kontak Kami

Hak Cipta HaDirektorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

Ikuti Kami

IKUTI KAMI

Search