Kita tak akan pernah melupakan situasi ketika pandemik Covid -19 melanda. Awal mula virus ini menyebar dari Negara China yang akhirnya sampai ke Indonesia dan mengakibatkan banyak sektor mati suri. Bandara yang awalnya tidak pernah sepi, saat pandemi covid seakan mati suri, pusat perbelanjaan yang biasanya ramai dikunjungi juga sepi, jalanan kota yang biasa macet dipenuhi kendaraan lalu lalang, sesaat menjadi senyap, sektor ekonomipun melemah dan mengalami defisit diatas batas 3% .Lalu bagaimana peran Kementerian Keuangan dalam menyusun kebijakan fiskal yang efektif dan fleksibel dalam menghadapi pandemik Covid-19 agar perekonomian ini kembali pulih?

Buku ini merupakan buku antologi yang disusun oleh para pembuat kebijakan perekonomian dan peneliti yang independen. Buku ini berjudul “Keeping Indonesia Safe from The Covid-19 Pandemic” terdiri dari 17 Bab mulai dari permasalahan kesehatan, ekonomi, hingga sosial dimana salah satu penulis dalam buku antologi ini yaitu oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
Bab pertama buku ini menceritakan bagaimana keadaan Indonesia ketika pandemik Covid-19 datang melanda dan bagaimana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) lahir sebagai program untuk memulihkan perekonomian Indonesia. Pelaksanaan PEN itu diatur dalam PERPU 1 tahun 2020 mengenai Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penganganan Pandemik Corona Virus Deases atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan atau Stabilitas Sistem Keuangan.
Hal yang dilakukan pemerintah dalam program PEN yaitu penyuntikan dana untuk program kesehatan, vaknisasi dan membantu masyarakat serta bisnis melalui beberapa program seperti PKH (Program Keluarga Harapan), bansos (bantuan sosial), kartu sembako, subsusi gaji, subsidi listrik, subsidi bunga, insentif pajak, dan program lain. Hasil suntikan dana ini berhasil memulihkan perekonomian Indonesia yang dibuktikan dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi 3,7% pada tahun 2021 serta inflasi yang stabil sebesar 1,7-1,9%, pengangguran menurun menjadi 6.5%, kemiskinan dibawah 10%.
Apakah teman-teman penasaran dengan isi buku ini dan bagaimana peran pembuat kebijakan fiskal merespon Pandemi Covid-19? Buku ini dapat diakses secara gratis di laman kemenkeu.go.id.




