G20 atau Group of Twenty adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia terdiri dari 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa. Negara anggota G20 merepresentasikan : 80% Investasi Global, 60% penduduk dunia, 75% perdagangan global, dan 85% perekonomian dunia. G20 dibentuk pada 1999 dengan tujuan untuk mendiskusikan kebijakan-kebijakan dalam rangka mewujudkan stabilitas keuangan internasional. Forum ini dibentuk sebagai salah satu upaya menemukan solusi atas kondisi ekonomi global yang dilanda krisis keuangan global pada 1997-1999 dengan melibatkan negara-negara berpendapatan menengah dan memiliki pengaruh ekonomi secara sistemik, termasuk Indonesia. Indonesia menjadi anggota G20 sejak forum internasional tersebut dibentuk pada tahun 1999. Pada saat itu,Indonesia ada dalam tahap pemulihan setelah krisis ekonomi 1997-1998 dan dinilai sebagai emerging economy yang mempunyai ukuran dan potensi ekonomi sangat besar di kawasan Asia. Karena itu, Indonesia hadir dalam G20 mewakili kelompok negara berkembang, kawasan Asia Tenggara, dan dunia Islam.

Tahun 2022, Indonesia untuk pertama kalinya berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan G20 (Presidensi G20). Presiden Joko Widodo secara resmi menerima tongkat estafet negara penyelenggara rangkaian pertemuan G20 (Presidensi G20) pada KTT G20 2021 di Roma, Italia. Rangkaian kegiatan G20 sendiri akan diselenggarakan selama setahun penuh (Desember 2021-November 2022) di berbagai kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bogor, Bandung, Solo, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Lombok, Labuan Bajo, Belitung, Batam-Bintan, Danau Toba, Manado, dan tempat penyelenggaraan utama yaitu Bali. Presidensi G20 Indonesia merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk menarik perhatian dunia, khususnya investor, baik dalam maupun luar negeri, untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal ini tentu berdampak baik dan menjadi katalis positif bagi pasar modal Indonesia, sekaligus menjadi peluang bagi kita untuk berinvestasi.
Salah satu topik yang dibahas dalam Finance Track G20 Indonesia 2022 adalah Sovereign Wealth Fund (SWF). SWF merupakan kumpulan dana investasi yang dikelola oleh lembaga negara, yang diimplementasikan secara resmi melalui pembentukan Indonesia Investment Authority/INA atau dalam bahasa Indonesia disebut Lembaga Pengelola Investasi (LPI) sesuai PP 74 Tahun 2020. Lembaga ini bertugas mengelola dana investasi dan menginvestasikannya pada sektor riil maupun nonriil. Dengan adanya LPI, maka Indonesia memiliki lembaga negara yang bertugas khusus untuk mengelola dana investasi secara transparan dan tepercaya, yang tentunya akan makin menarik minat investor asing menanamkan modalnya di Indonesia.
Pemerintah sendiri memberikan dana sebesar Rp75 triliun sebagai modal awal LPI. Selain itu, LPI juga akan mendapatkan tambahan dana investasi dari dalam maupun luar negeri. Kumpulan dana tersebut nantinya akan dikelola secara profesional oleh LPI ke aset-aset keuangan seperti reksadana, saham, obligasi, dan lain sebagainya untuk menghasilkan imbal hasil yang menarik bagi investor. Dengan jumlah dana kelolaan yang begitu besar, maka kapitalisasi dan harga saham juga akan meningkat, dan tentunya menjadi keuntungan di masa depan bagi centennial yang ingin menabung penghasilannya di instrumen pasar modal. Pembahasan SWF secara khusus pada Presidensi G20 Indonesia ini membawa angin segar bagi pasar modal Indonesia dan tentunya bagi Kita yang ingin berinvestasi. Selain untuk mendapatkan keuntungan berupa imbal hasil, menanamkan uangnya di pasar modal secara tidak langsung juga berperan meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara, dengan meningkatkan investasi (I), karena saat ini Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih sangat bergantung pada komponen konsumsi (C) dan belanja pemerintah (G). Saat ini, komponen investasi (I) hanya berkisar antara 9-10% dari PDB.
Penyelenggaran G20 di Indonesi memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia yang kini diakui pertumbuhan ekonominya yang baik hingga tingkat dunia. Kita sebagai rakyat Indonesia juga dapat turut serta mempertahankan prestasi ini dengan ikut membantu meningkatkan perekonomian Indonesia melalui salah satunya berinvestasi pada Surat Berharga Negara. Recover Together, Recover Stronger!




