Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui KPPN Wates melakukan Treasury Goes to School di SMA Negeri I Wates pada moment Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2024/2025. Ini dalam rangka mengenalkan fungsi Kementerian Keuangan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat, terutamama generasi muda terkait pentingnya peran APBN dalam pengelolaan keuangan negara, serta sosialisasi anti korupsi sebagai upaya dini penanaman dan penajaman integritas terhadap generasi muda.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 16 Juli 2024 bertempat di Gedung Aula SMA Negeri 1 Wates. Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan
Di hadapan ratusan siswa dan siswi, dipaparkan tentang pentingya APBN, postur APBN tahun 2024, karakteristiknya, fungsinya, kendalanya, bahkan juga disampaikan tentang besarnya harapan bangsa Indonesia terhadap keberhasilan pendidikan yang tergambar dari anggaran pendidikan yang digelontorkan untuk di manfaatkan dan dikelola. Harusnya ini menjadi tantangan bagi kita semua, baik kalangan pendidik dan para siswa, termasuk para pengelolanya.
"Disini kita mengedukasi siswa-siswi SMA, agar wawasan generasi kita semakin terbuka, tidak hanya belajar akademis di dalam kelas, namun juga belajar langsung dari para praktisi, dalam hal ini praktisi keuangan yang telah berpengalaman dalam pengelolaan APBN." kata Kepala KPPN Wates, Ririn Mardiyani. Dalam Kegiatan Treasury Goes to School di SMA Negeri 1 Wates

Masyarakat harus tau bahwa APBN kita adalah salah satu tools utama yang berperan dalam menjaga keberhasilan cita-cita pembangunan dalam bernegara, namun tanpa pengelolaan yang baik, fungsi itu akan hilang dan sangat berpotensi untuk menurunkan kualitas bangsa dan negara ini. Di sinilah para generasi muda ditantang untuk bercita-cita agar mampu mengambil peran dalam mensukseskan APBN dengan memaksimalkan potensi dirinya. Generasi inilah yang kelak akan menggantikan peran kita di masa depan, sehingga harus dipersiapkan untuk menjadi SDM yang unggul dan berintegritas. Untuk inilah, penyuluhan Anti Korupsi wajib diberikan. Sebagai generasi muda penerus estafet pembangunan, para pelajar SMA, terutama siswa yang baru memasuki jenjang yang lebih tinggi, perlu diberikan pemahaman tentang nilai-nilai seperti tanggung jawab, kedisiplinan dan kejujuran. Nilai-nilai moral ini akan membentuk karakter pelajar yang kuat dan mencegah terjadinya tindakan korupsi di masa depan. Nadhiroh Yumna sebagai Penyuluh Antikorupsi (PAKSIAPI DANA RAKCA) dan Ria Yoanita sebagai Duta Transformasi KPPN Wates berkolaborasi menyampaikan materi dan games terkait dengan 9 nilai-nilai antikorupsi. Para siswa kelas X terlihat sangat antusias berinteraksi bertanya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh narasumber dan mengikuti penyuluhan antikorupsi dengan semangat.
KPPN Wates akan terus bersinergi dengan seluruh kalangan masyarakat dan akademisi dalam mengedukasi terkait APBN dan Anti Korupsi, ini sejalan dengan Langkah-langkah KPPN Wates yang saat ini tengah berjuang untuk mendapatkan predikat Wilayah Birokrasih Bersih dan Melayani (WBBM) di Tahun 2024.


