Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi Triwulan III 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 2,17% secara q-to-q dan sebesar 4,77% secara y-on-y. Pertumbuhan perekonomian Provinsi Jambi didukung oleh tingkat infasi yang terkendali pada level sebesar 0,81% secara m-to-m dan 3,77% secara y-on-y dengan Indeks Harga Konsumen pada angka 109,80. Tingkat kemiskinan Maret 2025 mengalami peningkatan menjadi 7,19%, lebih baik dari target RPJMD 2021-2026 yang sebesar 7,90%. Indikator Tingkat Pengangguran Terbuka pada Agustus 2025 yang sebesar 4,26% mengalami penurunan 0,23% poin (y-on-y). Tingkat Gini Ratio Provinsi Jambi periode Maret 2025 berada di angka 0,301. NTP pada September 2025 berada pada angka 172,96 atau naik 1,18%, sementara NTN terealisasi sebesar 97,17 atau turun 0,81% dibandingkan Agustus 2025.
Sampai dengan Triwulan III 2025, Pendapatan Negara terealisasi sebesar Rp4.273,71 miliar (54,64% dari pagu) atau turun 26,40% (y-on-y). Sementara itu, Belanja Negara terealisasi sebesarRp15.714,34 miliar (70,36% dari pagu) atau turun 11,96% (y-on-y). APBN mengalami defisit anggaran sebesar Rp11.440,63 miliar yang terkontraksi 4,99% (y-on-y). Pendapatan Daerah terealisasi sebesar Rp11.555,47 miliar (56,94% dari pagu) yang tumbuh 0,01% (y-on-y). Sementara Belanja Daerah terealisasi sebesar Rp10.784,82 miliar (51,53% dari pagu) atau terkontraksi 8,13% (y-on-y). APBD mengalami surplus anggaran sebesar Rp770,64 miliar, dengan Pembiayaan Daerah terealisasi sebesar Rp79,45 miliar.