Perekonomian Provinsi Jambi pada Triwulan I 2026 secara tahunan (y-on-y) masih tumbuh positif sebesar 4,33%, didorong oleh dominasi sektor Pertanian, kehutanan, dan perikanan. Tingkat inflasi yang terkendali pada 3,55% (y-on-y). Dari sisi kesejahteraan dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,99%, serta meningkatnya kesejahteraan petani (NTP 176,42) dan meningkatnya juga nilai tukar nelayan (NTN 101,24).
Sampai dengan Triwulan I 2026, Pendapatan Negara terealisasi Rp1.643,90 miliar (naik 80,46%) dan Belanja Negara mencapai Rp4.843,51 miliar (naik 14,85%) dipengaruhi oleh peningkatan Belanja Pemerintah Pusat (BPP) dan Transfer ke Daerah (TKD). Pada postur APBD, realisasi Pendapatan Daerah mencapai Rp3.210,09 miliar yang ditopang oleh pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah sebesar 75,23%, diiringi juga dengan peningkatan Belanja Daerah sebesar 5,13% menjadi Rp2.210,42 miliar yang memicu surplus APBD sebesar Rp999,67 miliar.
Penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Provinsi Jambi menunjukkan pertumbuhan sangat signifikan sebesar 144,07% dibandingkan periode tahun sebelumnya, dengan total penyaluran mencapai Rp135,01 miliar kepada 16.919 debitur. Penyaluran KUR didominasi sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan dengan pangsa sebesar 67,38%, sedangkan pembiayaan UMi terkonsentrasi pada sektor perdagangan besar dan eceran dengan proporsi mencapai 98,01%.