Perekonomian Provinsi Jambi Triwulan IV 2025 tumbuh kuat 5,24% (y-on-y) dengan pertumbuhan kumulatif mencapai 4,93% (c-to-c), didorong oleh dominasi sektor Pertanian dan tingkat inflasi yang terkendali pada 3,71% (y-on-y). Dari sisi kesejahteraan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berakselerasi ke angka 75,13 dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,33%, meskipun daerah masih menghadapi tantangan kenaikan kemiskinan menjadi 7,19% serta kontraksi kesejahteraan petani (NTP 171,86) dan nelayan (NTN 96,56) akibat tingginya beban biaya produksi.
Sampai dengan akhir tahun 2025, Pendapatan Negara terealisasi Rp6.806,43 miliar (turun 22,34%) dan Belanja Negara mencapai Rp22.045,39 miliar (turun 11,24%) imbas anjloknya belanja modal pusat. Pada postur APBD, realisasi Pendapatan Daerah mencapai Rp18.876,37 miliar yang ditopang oleh pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah sebesar 7,24%, sementara Belanja Daerah terkontraksi 6,32% menjadi Rp18.342,01 miliar yang memicu surplus APBD sebesar Rp534,36 miliar. Secara konsolidasi, pendapatan tercatat Rp10.802,67 miliar dan belanja Rp28.022,28 miliar, mencerminkan penyempitan defisit di tengah kehati-hatian pengelolaan ruang fiskal daerah.
Kajian efektivitas tata kelola fiskal menunjukkan bahwa intervensi belanja kesehatan berdampak positif secara langsung pada IPM agregat, sementara belanja pendidikan terbukti signifikan mendorong angka Harapan dan Rata-rata Lama Sekolah (HLS/RLS).