Realisasi APBN di daerah terus menunjukkan tren positif pada sisi realisasi pendapatan dan belanja, baik belanja Kementerian/Lembaga negara maupun transfer ke daerah, serta penyaluran kredit progam KUR dan UMi.
APBN Regional Jambi Diarahkan Untuk Melindungi Daya Beli Masyarakat
Realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai Rp4.053,22 miliar. Pendapatan negara dari regional Jambi ini mengalami pertumbuhan sebesar 50,36% (yoy), mencerminkan kinerja pendapatan APBN yang tetap kuat pada semester I tahun 2026.
Penerimaan pajak neto Provinsi Jambi s.d. bulan Juni tahun 2026 mencapai Rp3.401,43 miliar, tumbuh positif 73,26% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai tersebut diperoleh dari penerimaan pajak bruto Provinsi Jambi sebesar Rp4.010,94 miliar yang tumbuh positif 15,55% dan SPMKP (restitusi pajak) sebesar Rp609,51 miliar, terkontraksi 59,58% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan pajak neto didominasi oleh PPM sebesar 89,56% dari total penerimaan, diikuti PKM (7,82%), serta PBP (2,61%).
Dari sisi perpajakan internasional, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai pada regional Jambi s.d. 30 Juni 2026 mencapai 65,92% atau sebesar Rp220,768 miliar dari target. Kontribusi penerimaan tertinggi terdapat pada Bea Keluar (BK) dari ekspor komoditi RBD Palm Olein, diikuti Bea Masuk (BM) yang dipengaruhi meningkatnya impor komoditi Alat Aksesoris Lainnya dan Penutup Lantai dari Plastik serta Klorat dan Perklorat. Lebih lanjut, realisasi Bea Keluar sebesar Rp199,60 miliar (61,78% dari target), realisasi Bea Masuk sebesar Rp20,30 miliar (171,52% dari target), dan realisasi cukai sebesar Rp0,87 miliar.
Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Provinsi Jambi mencapai Rp478,38 miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 67,13% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian semester I tahun 2026 terutama didorong oleh PNBP Lainnya yang jauh melampaui target sebesar 125%.
Realisasi PNBP s.d. bulan Juni 2026 disumbang dari capaian PNBP Lainnya tercatat sebesar Rp198,56 miliar, yang diperoleh dari Pendapatan BPKB (Rp21,98 M), Pendapatan Uang Sitaan Hasil Korupsi yang Telah Diputuskan/Ditetapkan Pengadilan (Rp17,92 M), Pendapatan Penerbitan STNK (Rp15,77 M), dan Pendapatan Paspor (Rp15,12 M).
Sedangkan, capaian PNBP BLU tercatat sebesar Rp279,82 miliar, dengan dominasi terbesar disumbang oleh Pendapatan Jasa Pelayanan Pendidikan sebesar Rp187,34 miliar (oleh satker UNJA, UIN STS Jambi, dan Poltekkes Jambi). Capaian tersebut turut disumbang oleh Pendapatan Jasa Pelayanan Rumah Sakit sebesar Rp92,48 miliar (oleh satker Rumkit Bratanata dan Rumkit Bhayangkara).
Capaian realisasi penerimaan didukung oleh pelaksanaan belanja regional
Realisasi belanja negara s.d. bulan Juni 2026 menunjukkan tren positif dengan realisasi mencapai Rp9.588,30 miliar, tumbuh 0,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini didukung oleh realisasi Belanja Pemerintah Pusat (K/L Regional) sebesar Rp3.600,64 miliar atau 48,22% dari pagu, menunjukkan percepatan pelaksanaan anggaran belanja pada semester I tahun 2026.
Penyumbang realisasi terbesar terdapat pada belanja pegawai yang mencapai Rp2.129,83 miliar, serta belanja modal yang meningkat paling tinggi sebesar Rp553,58 miliar dengan pertumbuhan 616,59% (yoy) seiring percepatan pelaksanaan proyek pemerintah. Belanja barang juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 26,76% (yoy). Kondisi ini mencerminkan semakin kuatnya pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah pusat di daerah.
Penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa
Penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa telah tersalurkan sebesar Rp5.981,94 miliar atau 53,99% dari target. Realisasi penyaluran TKD s.d. 30 Juni 2026 terkontraksi sebesar 15,10% (yoy), dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada DAK Non Fisik sebesar 13,73% (yoy). Adapun persentase capaian realisasi penyaluran TKD tertinggi pada Kabupaten Muaro Jambi sebesar 10,05% dan terendah pada Provinsi Jambi sebesar 7,04%.
Penyaluran KUR dan UMi di Provinsi Jambi Mendukung UMKM Naik Kelas
Pemerintah melalui berbagai program yang telah dibentuk terus berupaya untuk dapat menjangkau dan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM. Salah satunya bantuan pembiayaan melalui program subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Penyaluran KUR di Provinsi Jambi s.d. 30 Juni 2026 telah disalurkan kepada 43.539 debitur dengan total sebesar Rp4.200,98 miliar atau 78,77% dari target, dengan porsi penyaluran terbesar pada KUR Mikro. Dibandingkan tahun 2025, nilai penyaluran ini mengalami pertumbuhan 11,80% (ctc). Sektor unggulan pelaku usaha di Provinsi Jambi adalah sektor Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan (69,28%) dari total penyaluran KUR di Jambi. Sedangkan, jumlah penyaluran secara nasional didominasi sektor Perdangan Besar dan Eceran (40,67%). Adapun daerah dengan penyaluran KUR terbesar yakni Kabupaten Muaro Jambi dengan total penyaluran sebesar Rp613,65 miliar kepada 6.244 debitur.
Penyaluran UMi di Provinsi Jambi berkontribusi sebesar 5,70% dari penyaluran di regional Sumatera dan 0,85% terhadap penyaluran nasional. Sampai dengan 30 Juni 2026, UMi di Provinsi Jambi telah disalurkan kepada 26.188 debitur dengan total penyaluran sebesar Rp207,31 miliar. Skema terbanyak yang diambil oleh debitur di Provinsi Jambi adalah skema kelompok, dengan penyalur PMN. Nilai penyaluran ini mengalami peningkatan sebesar 23,30% (ctc) dibandingkan tahun 2025. Adapun nilai penyaluran UMi tertinggi disalurkan di wilayah Kabupaten Tebo dan Kota Jambi.
APBN Dikelola Secara Berkelanjutan Mengawal Program Prioritas dan Arah Kebijakan Fiskal 2027
Realisasi kinerja APBN s.d. 30 Juni 2026 terus terjaga sebagai instrumen utama dalam mendukung stabilitas ekonomi dan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Penguatan akuntabilitas pengelolaan fiskal diwujudkan melalui penyampaian Laporan Semester I 2026 sebagai instrumen evaluasi pelaksanaan APBN berjalan. Secara paralel, pengenalan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027 menjadi landasan perencanaan jangka menengah guna menjaga kesinambungan fiskal.
Melalui pengawalan program prioritas nasional dan perlindungan sosial, #UangKita terus dioptimalkan agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas oleh seluruh lapisan masyarakat. Pemanfaatan APBN diarahkan secara terukur melalui penyaluran bantuan serta stimulus ekonomi yang berorientasi pada hasil, guna menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat aktivitas ekonomi riil.
Perwakilan Kementerian Keuangan Jambi sebagai pengelola APBN di Provinsi Jambi akan terus berupaya untuk mengoptimalkan pelaksanaan APBN agar dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat.
***
Disampaikan pada Rapat Komite ALCo Regional Provinsi Jambi
oleh:
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jambi
Tunas Agung Jiwa Brata


