Realisasi APBN di daerah terus menunjukkan tren positif pada sisi realisasi pendapatan dan belanja, baik belanja Kementerian/Lembaga negara maupun transfer ke daerah, serta penyaluran kredit progam KUR dan UMi.
APBN Regional Jambi Diarahkan Untuk Melindungi Daya Beli Masyarakat
Realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai Rp2.494,71 miliar. Pendapatan negara dari regional Jambi ini mengalami pertumbuhan sebesar 51,88% (yoy), mencerminkan kinerja yang cukup kuat.
Penerimaan pajak netto Provinsi Jambi s.d. bulan April tahun 2026 mencapai Rp2.030,17 miliar, tumbuh positif 88,65% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai tersebut diperoleh dari penerimaan pajak bruto Provinsi Jambi sebesar Rp2.607,13 miliar yang tumbuh positif 20,99% dan SPMKP (restitusi pajak) sebesar Rp576,96 miliar, terkontraksi 46,51% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan pajak bruto didominasi oleh Sektor Pertambangan dan Penggalian (67,91%), Sektor Administrasi Pemerintahan (31,06%), serta Sektor Industri Pengolahan (25,50%).
Dari sisi perpajakan internasional, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai pada regional Jambi s.d. 30 April 2026 mencapai 40,89% atau sebesar Rp136,941 miliar dari target. Kontribusi penerimaan tertinggi terdapat pada Bea Keluar (BK) dari ekspor komoditi sawit dan produk turunannya, diikuti Bea Masuk (BM) yang dipengaruhi meningkatnya impor komoditi Alat Aksesoris Lainnya dan Penutup Lantai dari Plastik serta Klorat dan Perklorat. Lebih lanjut, realisasi Bea Masuk sebesar Rp13,76 miliar (116,31% dari target), realisasi Bea Keluar sebesar Rp122,82 miliar (38,01% dari target), dan realisasi cukai sebesar Rp0,36 miliar.
Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Provinsi Jambi mencapai Rp371,70 miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 21,79% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini terutama didorong oleh Pendapatan BLU yang mendominasi struktur PNBP.
Capaian PNBP BLU s.d. bulan April 2026 tercatat sebesar Rp226,57 miliar, dengan dominasi terbesar disumbang oleh Pendapatan Jasa Pelayanan Pendidikan sebesar Rp176,98 miliar (oleh satker UNJA, UIN STS Jambi, dan Poltekkes Jambi). Capaian tersebut turut disumbang oleh Pendapatan Jasa Pelayanan Rumah Sakit sebesar Rp49,59 miliar (oleh satker Rumkit Bratanata dan Rumkit Bhayangkara).
Sedangkan, realisasi PNBP Lainnya s.d. bulan April 2026 tercatat sebesar R145,13 miliar. Capaian PNBP Lainnya terbesar diperoleh dari Pendapatan BPKB (Rp15,06 M), Pendapatan Penerbitan STNK (Rp10,41 M), Pendapatan Paspor (Rp9,10 M), dan Pendapatan Jasa Kepelabuhan (Rp6,56 M).
Capaian realisasi penerimaan didukung oleh pelaksanaan belanja regional
Realisasi belanja negara s.d. bulan April 2026 menunjukkan tren positif dengan realisasi mencapai Rp6.243,93 miliar, tumbuh 13,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini didukung oleh realisasi Belanja Pemerintah Pusat (K/L Regional) sebesar Rp2.014,03 miliar atau 27,43% dari pagu, menunjukkan penguatan pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah pusat di daerah.
Penyumbang realisasi terbesar terdapat pada belanja modal dengan pertumbuhan 1.077,19%, diikuti belanja barang (28,39%), dan belanja pegawai (28,18%). Pola ini menunjukkan adanya percepatan pelaksanaan anggaran, peningkatan aktivitas belanja di awal tahun, dan kesiapan administrasi yang lebih baik.
Penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa
Penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa telah tersalurkan sebesar Rp4.229,88 miliar atau 39,35% dari target. Realisasi penyaluran TKD s.d. 30 April 2026 terkontraksi sebesar 7,59% (yoy). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada DAK Non Fisik sebesar 40,89%, diikuti DAU sebesar 4,44%. Adapun persentase capaian realisasi penyaluran TKD s.d. April 2026 tertinggi pada Kabupaten Muaro Jambi sebesar 9,48% dan terendah pada Pemprov Jambi sebesar 7,34%.
Penyaluran KUR dan UMi di Provinsi Jambi Mendukung UMKM Naik Kelas
Pemerintah melalui berbagai program yang telah dibentuk terus berupaya untuk dapat menjangkau dan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM. Salah satunya bantuan pembiayaan melalui program subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Penyaluran KUR di Provinsi Jambi s.d. 30 April 2026 telah disalurkan kepada 28.662 debitur dengan total sebesar Rp2.684,97 miliar atau 38,81% dari target, dengan porsi penyaluran terbesar pada KUR Mikro. Dibandingkan tahun 2025, nilai penyaluran ini mengalami pertumbuhan 12,58% (ctc). Sektor unggulan pelaku usaha di Provinsi Jambi adalah sektor Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan (67,49%) dari total penyaluran KUR di Jambi. Sedangkan, jumlah penyaluran secara nasional didominasi sektor Perdangan Besar dan Eceran (42,13%). Adapun daerah dengan penyaluran KUR terbesar yakni Kabupaten Muaro Jambi dengan total penyaluran sebesar Rp390,30 miliar kepada 4.131 debitur.
Penyaluran UMi di Provinsi Jambi berkontribusi sebesar 4,73% dari penyaluran di regional Sumatera dan 3,74% terhadap penyaluran nasional. Sampai dengan 30 April 2026, UMi di Provinsi Jambi telah disalurkan kepada 21.594 debitur dengan total penyaluran sebesar Rp171,75 miliar. Skema terbanyak yang diambil oleh debitur di Provinsi Jambi adalah skema kelompok, dengan penyalur Permodalan Nasional Madani. Nilai penyaluran ini mengalami peningkatan sebesar 67,27% (ctc) dibandingkan tahun 2025. Adapun nilai penyaluran UMi tertinggi disalurkan di wilayah Kabupaten Tebo dan Kota Jambi.
APBN Dikelola Secara Transparan untuk Mewujudkan Tata Kelola Keuangan yang Andal dan Akuntabel
Realisasi kinerja APBN s.d. 30 April 2026 dikelola secara prudent dan responsif, mendukung ketangguhan ekonomi nasional di tengah gejolak global yang dinamis. Pemerintah melalui #UangKita memastikan bahwa fluktuasi ekonomi tidak menyurutkan komitmen dalam mendukung sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Fokus utama tetap pada penguatan akses, kualitas, dan pemerataan pendidikan sehingga mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Akuntansi pemerintah berperan penting dalam memastikan setiap rupiah yang dikelola tercatat secara akurat berdasarkan standar akrual. Melalui sistem yang andal, penyajian informasi keuangan dalam LKPP merupakan bukti akuntabilitas dan cermin komitmen pemerintah dalam mengelola keuangan negara, mendukung keberlanjutan kredibilitas fiskal bangsa.
Perwakilan Kementerian Keuangan Jambi sebagai pengelola APBN di Provinsi Jambi akan terus berupaya untuk mengoptimalkan pelaksanaan APBN agar dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat.
***
Disampaikan pada Rapat Komite ALCo Regional Provinsi Jambi
oleh:
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jambi
Tunas Agung Jiwa Brata


