Realisasi APBN di daerah terus menunjukkan tren positif pada sisi realisasi pendapatan dan belanja, baik belanja Kementerian/Lembaga negara maupun transfer ke daerah, serta penyaluran kredit progam KUR dan UMi.
APBN Regional Jambi Diarahkan Untuk Melindungi Daya Beli Masyarakat
Realisasi pendapatan negara adalah sebesar Rp900,03 miliar. Pendapatan negara dari regional Jambi ini mengalami pertumbuhan sebesar 47,12% (ctc). Hal ini terutama disebabkan oleh meningkatnya penerimaan PPN dan PPh Non Migas yang signifikan.
Penerimaan pajak netto Provinsi Jambi sampai dengan bulan Februari tahun 2026 mencapai Rp742,11 miliar, tumbuh positif 69,20% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan bruto yang signifikan dan penurunan SPMKP (restitusi pajak) sebesar Rp3,53 miliar atau turun 0,74%. Penerimaan pajak bruto Provinsi Jambi tumbuh positif 32,79% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, didominasi oleh penerimaan pada Sektor Industri Pengolahan (37,42%), Sektor Perdagangan Besar dan Eceran (24,90%), dan Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (9,20%). Realisasi penerimaan Februari 2026 sebesar Rp572,39 miliar, lebih dari perkiraan sebesar 0,73% dari total perkiraan Rp568,22 miliar.
Dari sisi perpajakan internasional, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai pada Regional Jambi s.d. 28 Februari 2026 mencapai 19,18% atau sebesar Rp64,23 miliar dari target. Kontribusi penerimaan tertinggi terdapat pada Bea Keluar (BK) dari ekspor komoditi sawit dan produk turunannya, terutama komoditi RBD Palm Olein dan Palm Kernel Shell. Lebih lanjut, realisasi Bea Masuk (BM) sebesar Rp8,81 miliar (74,49% dari target), realisasi Bea Keluar (BK) sebesar 55,06 miliar (17,04% dari target), dan realisasi cukai sebesar Rp0,36 miliar.
Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Provinsi Jambi mencapai Rp214,87 miliar, mengalami kenaikan sebesar 30,15% dari target dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sampai dengan bulan Februari 2026, realisasi PNBP Lainnya tercatat sebesar Rp59,12 miliar. Capaian PNBP Lainnya terbesar diperoleh dari Pendapatan BPKB (Rp7,9 M), Pendapatan Penerbitan STNK (Rp4,5 M), dan Pendapatan Jasa Kepelabuhan (Rp4,1 M).
Capaian PNBP BLU s.d. bulan Februari 2026 sebesar Rp155,75 miliar, dengan pertumbuhan sebesar 74,40% (ctc). Dominasi terbesar disumbang oleh Pendapatan Jasa Pelayanan Pendidikan sebesar Rp132,70 miliar (oleh satker UNJA, UIN STS Jambi, dan Poltekkes Jambi) serta Pendapatan Jasa Pelayanan Rumah Sakit sebesar Rp23,05 miliar (oleh satker Rumkit Bratanata dan Rumkit Bhayangkara).
Capaian realisasi penerimaan didukung oleh pelaksanaan belanja regional
Realisasi belanja negara s.d. bulan Februari 2026 mencapai Rp3.136,62 miliar dengan realisasi Belanja Pemerintah Pusat (K/L Regional) mencapai 9,90% atau sebesar Rp701,05 miliar dari target. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy), realisasi belanja K/L Regional mengalami peningkatan sebesar Rp231,18 miliar (49,20%).
Peningkatan realisasi terdapat pada seluruh jenis belanja, dengan penyumbang terbesar oleh belanja barang (51,02%) dan belanja pegawai (23,72%), diikuti belanja modal yang menunjukkan awal yang lebih kuat dibandingkan kinerja tahun sebelumnya. Pola ini menunjukkan adanya percepatan pelaksanaan anggaran, peningkatan aktivitas belanja di awal tahun, dan kesiapan administrasi yang lebih baik.
Penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa
Penyaluran Transfer ke Daerah telah tersalurkan sebesar Rp2.435,57 M atau 22,66% dari target. Realisasi penyaluran TKD s.d. 28 Februari 2026 tumbuh sebesar 2,31% (yoy). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada DAK Non Fisik sebesar 49,12%. Adapun persentase capaian realisasi penyaluran TKD s.d. Februari 2026 tertinggi pada Kota Jambi sebesar 8,12% dan terendah pada Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebesar 6,60%.
Penyaluran KUR dan UMi di Provinsi Jambi Mendukung UMKM Naik Kelas
Pemerintah melalui berbagai program yang telah dibentuk terus berupaya untuk dapat menjangkau dan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM. Salah satunya bantuan pembiayaan melalui program subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Penyaluran KUR di Provinsi Jambi s.d. 28 Februari 2026 telah disalurkan kepada 14.070 debitur dengan total penyaluran sebesar Rp1.240,45 miliar atau 17,93% dari target, dengan porsi terbesar pada penyaluran KUR Mikro. Sektor unggulan pelaku usaha di Provinsi Jambi adalah sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan (37,88%) dari total penyaluran KUR di Jambi. Sedangkan, jumlah penyaluran secara nasional didominasi sektor Perdangan Besar dan Eceran (34,96%). Adapun daerah dengan penyaluran KUR terbesar yakni Kabupaten Muaro Jambi dengan total penyaluran sebesar Rp180,87 miliar kepada 2.032 debitur. Penyaluran KUR di Provinsi Jambi s.d. 28 Februari 2026 terkontraksi sebesar 1,76% (ctc) dibandingkan tahun 2025.
Penyaluran UMi di Provinsi Jambi berkontribusi sebesar 10,61% dari penyaluran di regional Sumatera dan 3,33% terhadap penyaluran nasional. Sampai dengan 28 Februari 2026, UMi di Provinsi Jambi telah disalurkan kepada 8.857 debitur dengan total penyaluran sebesar Rp71,03 miliar. Skema terbanyak yang diambil oleh debitur di Provinsi Jambi adalah skema kelompok, dengan penyalur PT Permodalan Nasional Madani. Nilai penyaluran ini mengalami peningkatan sebesar 106,63% (ctc) dibandingkan tahun 2025. Adapun nilai penyaluran UMi tertinggi disalurkan di wilayah Kabupaten Tebo dan Kabupaten Bungo.
APBN Dikelola Secara Kredibel dan Adaptif dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi
Realisasi kinerja APBN s.d. 28 Februari 2026 ekspansif namun tetap hati-hati dalam menopang pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional. Berbekal optimisme pertumbuhan 6% di tahun 2026, APBN bersama kebijakan moneter diarahkan untuk menjaga keseimbangan fiskal, mendukung pemulihan ekonomi, demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera.
Pemerintah melalui #UangKita hadir mendorong pembiayaan pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemulihan bencana, sementara belanja negara diarahkan untuk pemerataan pembangunan serta memperkuat daya beli.
Perwakilan Kementerian Keuangan Jambi sebagai pengelola APBN di Provinsi Jambi akan terus berupaya untuk mengoptimalkan pelaksanaan APBN agar dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat.
***
Disampaikan pada Rapat Komite ALCo Regional Provinsi Jambi
oleh:
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jambi
Tunas Agung Jiwa Brata


