Hingga akhir Oktober 2023, pendapatan negara tetap terjaga positif. Namun demikian, diperlukan antisipasi perlambatannya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Pendapatan negara mencapai Rp2.240,1 triliun atau 90,9% dari target tahun ini, tumbuh 2,8% dibandingkan tahun lalu sebagaimana dikutip dari Siaran Pers Menteri Keuangan, 24 November 2023. Melalui berbagai alat kebijakan dan instrumen yang dimiliki, perekonomian Indonesia diprediksi akan tetap stabil dalam melalui situasi global yang cukup menekan dan dinamis. Optimisme tersebut didukung dengan kondisi perkonomian regional yang solid, termasuk di Provinsi Jambi.
Kinerja baik perekonomian level regional Provinsi Jambi mengalami pertumbuhan perekonomian sebesar 4,90% (yoy) dan sebesar 2,59% (qtq). Apabila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Kawasan Sumatera dan Ekonomi Nasional (4,94%), pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi secara (yoy) sedikit lebih tinggi. Disisi lain, perekonomian Jambi memberikan kontribusi 6,53% dari total perekonomian kawasan Sumatera yang sudah lebih tinggi dibandingkan kondisi triwulan sebelumnya.
Dari sisi indikator inflasi gabungan Provinsi Jambi bulan Oktober 2023 berada di angka 0,44% (mtm) dan 2,43% (yoy) berada di bawah inflasi nasional sebesar 2,14%. Adapun sektor yang mengalami inflasi yakni makanan, minuman, tembakau, dan transportasi.
Neraca Perdagangan (NP) Jambi hingga Oktober 2023 terdiri atas nilai devisa ekspor sebesar USD 998,05 Juta dan devisa impor sebesar USD 61,78 Juta. Kinerja impor dan ekspor sampai dengan Oktober 2023 terus menunjukkan tren positif. Pada sisi ekspor, sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami pertumbuhan positif tertinggi 13,37% (ytd) yaitu batu bara dan geragai crude oil. Sedangkan pada sisi impor, sektor Angkutan Laut Sungai dan Udara mengalami pertumbuhan positif impor tertinggi 1.900,03% (yoy) dengan kontribusi utama alat untuk kapal laut dan aksesorisnya.
APBN Regional Jambi Terus Tumbuh di Tengah Penurunan Harga Komoditas
Realisasi pendapatan negara mencapai Rp6.570,72 miliar atau tumbuh 7,41% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2022. Peningkatan ini sedikit lebih lambat dari bulan sebelumnya, salah satu penyebabnya yakni penurunan harga komiditi yang diimbangi dengan penerapan PMK-59 di Instansi Pemerintah. Pertumbuhan pendapatan terbesar disumbang dari sisi penerimaan perpajakan, yakni Pajak Pertumbuhan Nilai (PPN) yang tumbuh sebesar Rp627,24 miliar atau 27,36%.
Dari sisi perpajakan internasional s.d. 30 September 2023, Bea Masuk (BM) terealisasi sebesar Rp19,13 miliar atau sebesar 238,85% dari target dengan Bea Keluar (BK) terealisasi sebesar Rp150,93 miliar atau sebesar 121,68% dari target.
Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp738,04 miliar atau tumbuh 14,09% dari realisasi tahun 2022. Peningkatan terbesar terjadi pada Pendapatan Layanan Survey dan Pemetaan pada BPS serta Pendapatan Penjualan Barang Rampasan/Hasil Sitaan yang telah diputuskan atau ditetapkan pengadilan. Pendapatan PNBP Lainnya di bulan Oktober juga disumbang oleh PNBP Kendaraan seperti Penerbitan STNK, BPKP dan TNKB; PNBP Pelayanan Pertanahan; dan PNBP Jasa Kepelabuhan.
Capaian realisasi penerimaan didukung oleh pelaksanaan belanja pemerintah pusat yang cukup optimal. Realisasi belanja negara s.d. bulan Oktober 2023 mencapai Rp17.529,79 miliar dengan realisasi Belanja Pemerintah Pusat/KL Regional mencapai Rp5.879,91 miliar atau tumbuh 24,08% dari realisasi tahun 2022. Terjadi peningkatan pada empat komponen belanja yakni belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, maupun belanja bantuan sosial.
Dari keempat belanja tersebut, terjadi peningkatan signifikan pada belanja bansos dengan kenaikan sebesar 81,93% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikann belanja ini didongkrak oleh percepatan penyaluran bansos program Bidik Misi dan KIP kuliah. Selain itu, belanja modal juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi yakni sebesar 56,42% dikarenakan adanya realisasi proyek PSN Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Tempino-Bayung Lencir.
Kemudian, realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sampai dengan bulan Oktober 2023 telah mencapai Rp11.649,88 miliar atau sebesar 81,71% dari target. TKDD memiliki fungsi sebagai pendukung pelaksanaan urusan yang telah diserahkan kepada daerah dan desa. Sampai saat ini, TKDD masih menjadi komponen penyumbang pendapatan APBD terbesar bagi Provinsi Jambi.
Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah dan Pelaksanaan Prioritas Nasional
Pada tanggal 16 Maret 2023, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 3 tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah yang memberikan instruksi terkait percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah sehingga dapat segera memberikan manfaat maksimal dalam mendorong perekonomian nasional maupun daerah, menurunkan biaya logistik nasional, menghubungkan dan mengintegrasikan sentrasentra perekonomian, serta membantu pemerataan kondisi jalan yang mantap sebagai upaya mendukung pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020 s.d. 2024.
Salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berada di wilayah Jambi adalah proyek pembangunan Tol Betung (Sp. Sekayu) – Tempino Jambi. Pada tahun 2023, target output pembangunan di lokasi Bayung Lencir – Tempino Seksi 3 direncanakan mencapai 8,5 km, hingga 31 Oktober 2023 progress tersebut telah terealisasi 37,55% atau 3,2 km. Pembangunan ruas tol di wilayah Jambi awalnya ditargetkan selesai pada Oktober 2024, namun target tersebut dipangkas menjadi Juni 2024.
Pada wilayah Jambi, terdapat dua satuan kerja yang melaksanakan Inpres nomor 3 tahun 2023, yakni Satker Pembangunan Jalan Nasional Wilayah I (PJN I) dan Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jambi. Sampai dengan 31 Oktober 2023, realisasi anggaran mencapai Rp94,27 miliar atau sebesar 38,23% dari target. Secara umum, progres penyelesaian fisik pekerjaan cukup bagus, bahkan beberapa paket pekerjaan progress fisik pekerjaan telah melampaui progres keuangan. Satker tersebut akan melakukan percepatan penyelesaian pekerjaan yang ditargetkan selesai pada 31 Desember 2023, terutama untuk paket pekerjaan dengan progress dibawah 50%.
Pelaksanaan Prioritas Nasional di Provinsi Jambi telah berjalan diantaranya melalui peningkatan Infrastruktur Konektivitas (Jalan Strategis Simpang Niam-Lubuk Kambing Kab. Tebo dan Bandara Depati Parbo), Infrastruktur Pendidikan (Pembangungan Gedung Sekolah), Infrastruktur Kesehatan (Sanitasi Pengembangan Pengelolaan Air Limbah, Sampah, dan SPAM), Infrastruktur Pariwisata (Pemugaran Kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muaro Jambi), dan Infrastruktur Irigasi dan Pengendalian Bencana (Daerah Irigasi Batang Asai dan Pengendalian Banjir Sungai Batanghari – Kab. Tebo).
Kinerja APBN Resilien dan Terjaga dengan Baik
Kinerja APBN hingga Oktober resilien dan tetap terjaga dengan baik dengan realisasi yang memberikan berbagai manfaat untuk masyarakat Indonesia. Akselerasi belanja dan upaya mengantisipasi perlambatan pendapatan akan terus ditingkatkan untuk menjaga momentum pemulihan dan pertumbuhan ekonomi dan ketidakpastian global. APBN sebagai motor penggerak sekaligus alat pengaman diharapkan dapat tetap solid menjaga stabilitas ekonomi, melindungi serta memberi manfaat bagi masyarakat. Perekonomian Jambi s.d. Oktober terus tumbuh didorong oleh peningkatan konsumsi Masyarakat yang ditandai dengan pertumbuhan penerimaan PPN akibat produksi barang jasa serta stabilitas daya beli, pengeluaran pemerintah ditandai dengan realisasi APBN serta APBD yang tumbuh signifikan, dan pembentukan modal tetap bruto yang tertahan oleh perlambatan net ekspor. Perwakilan Kementerian Keuangan Jambi sebagai pengelola APBN di Provinsi Jambi akan terus berupaya untuk mengoptimalkan pelaksanaan APBN agar dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat.
***
Disampaikan pada Forum Komite ALCo Regional Provinsi Jambi oleh:
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jambi
Burhani AS











