Memasuki paruh kedua 2023, pelemahan ekonomi global masih berlanjut, antara lain dipengaruhi isu geopolitik, kontraksi manufaktur, volatilitas sektor keuangan, dan pelemahan harga komoditas, sebagaimana dikutip dari Siaran Pers Menteri Keuangan, 11 Agustus 2023. Namun demikian, di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi di mayoritas negara, ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2023 mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,17% (yoy), sehingga sepanjang Semester I 2023 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,1% (yoy).
Seiring dengan pertumbuhan perekonomian nasional, perekonomian di Provinsi Jambi mengalami pertumbuhan sebesar 4,86% (yoy) dan sebesar 4,81% (qtq). Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tumbuh pada sebagian kecil jenis lapangan usaha dengan pertumbuhan terbesar pada lapangan usaha jasa keuangan. Struktur perekonomian Provinsi Jambi masih didominasi oleh lapangan usaha primer, ujar Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan (Kaper Kemenkeu) Jambi pada Rapat Komite ALCo Regional Provinsi Jambi, 21 Agustus 2023.
“Perekonomian Jambi memberikan kontribusi 6,52% dari total perekonomian kawasan Sumatera dan sudah lebih tinggi dibandingkan kondisi prapandemi,” tambahnya.
Selain pertumbuhan perekonomian, indikator lain juga menunjukkan tren yang baik. Surplus neraca perdagangan menguat menyentuh angka US$699,36 juta dengan nilai ekspor sebesar US$743,86 juta dan nilai impor sebesar US$44,50 juta. Pertumbuhan ekspor tertinggi ada pada sektor Pertambangan dan Penggalian (batu bara dan geragai crude oil) sebesar 28,72% (ytd). Kinerja impor tumbuh positif 17,09% (mtm) dan tumbuh positif 384,92% (yoy) dengan jenis barang impor utama periode Juli 2023 adalah Pulp Kayu.
Kaper Kemenkeu Jambi menambahkan, tingkat inflasi gabungan Provinsi Jambi controllable dan menjadi urutan pertama inflasi terendah di Indonesia dengan angka 0,47% (mtm) dan 1,15% (yoy) dibawah inflasi nasional 3,52%. Tingkat inflasi bulanan Juli 2023 mengalami penurunan baik secara yoy, ytd, dan mtm dibanding tahun-tahun sebelumnya. Catatan baik tersebut tak menjadikan para pemangku kepentingan di Provinsi Jambi lengah. Konsistensi tetap dijaga agar capaian-capaian tersebut terus menunjukkan angka yang favorable.
APBN Bekerja Keras Menjaga Momentum Pemulihan & Pertumbuhan Ekonomi Regional
Realisasi pendapatan negara sampai dengan Bulan Juli tahun 2023 mencapai Rp4.575,07 miliar atau tumbuh 8,55% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan perpajakan, bea dan cukai, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tumbuh positif.
Hingga akhir Juli 2023, penerimaan Pajak tetap tumbuh positif, didukung oleh aktivitas ekonomi yang terus membaik periode Januari-Juli 2023, yaitu mencapai Rp4.439,96 miliar (70,2% dari Target), tumbuh 22,4% (yoy). Penerimaan pajak didominasi oleh Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) Non-Migas.
Realisasi penerimaan Bea dan Cukai sampai dengan tanggal 31 Juli 2023 di Provinsi Jambi mencapai Rp135,11 miliar atau 102,32% dari target penerimaan. Bea masuk (BM) terealisasi sebesar Rp8,74 miliar atau tumbuh positif 115,53% (ytd), dan terjadi peningkatan sangat signifikan di bulan Juli 2023 karena adanya pelunasan BM oleh PT LPPPI atas fasilitas Vouritslagh karena sudah jatuh tempo. Sementara itu, bea keluar (BK) terealisasi sebesar Rp126,01 miliar atau tumbuh negatif -42,49% (ytd) dipengaruhi oleh turunnya harga referensi CPO & produk turunannya dibandingkan tahun 2022. Penerimaan cukai sebesar Rp360 juta berasal dari pelanggar cukai HT dan tidak melakukan pencatatan.
PNBP sampai dengan 31 Juli 2023 terealisasi sebesar Rp459,93 miliar atau sebesar 77,98% dari target, tumbuh sebesar 25,01% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Realisasi Belanja Negara s.d. bulan Juli 2023 mencapai Rp11.501,13 miliar atau tumbuh sebesar 10,15% dibandingkan dengan periode tahun 2023. Pertumbuhan belanja tersebut menjadi respon positif dan bukti peran pemerintah dalam menstimulus pertumbuhan ekonomi melalui instrumen APBN, mengingat belanja yang berkualitas menjadi instrumen penting dalam transformasi ekonomi. Realisasi Belanja Negara tersebut terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat/KL sebesar Rp3.940,74 miliar atau tumbuh sebesar 29,15% dari tahun sebelumnya serta Transfer ke Daerah mencapai total Rp7.560,39 miliar atau tumbuh sebesar 2,31%.
Belanja Pemerintah Pusat salah satunya digunakan untuk mendukung realisasi Proyek Strategis Nasional di Provinsi Jambi yaitu pembangunan Jalan Bebas Hambatan (Jalan Tol) Trans Sumatera. Selain itu, beberapa proyek Prioritas Nasional juga dibiayai dari APBN di antaranya pembangunan jalan strategis, bandara, daerah irigasi, pengendalian banjir, dll. Belanja Pemerintah Pusat tersebut juga dialokasikan untuk Pemugaran Kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muara Jambi.
Kemudian, Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang difungsikan untuk mendukung pelaksanaan urusan yang telah diserahkan kepada daerah dan desa sampai dengan Juli 2023 telah mengambil porsi sebesar 79,37% dari total pendapatan APBD. Realisasi penyaluran TKD s.d 31 Juli 2023 mengalami penurunan sebesar -2,53 % (yoy). Penurunan ini diakibatkan oleh penurunan nilai penyaluran DAU yang terkontraksi -7,71% dan DID sebesar -57,19%. Namun di sisi lain terjadi peningkatan penyaluran Dana Bagi Hasil sebesar 29,05%, DAK Fisik sebesar 28,43%, dan Dana Desa sebesar 3,62%. Realisasi TKD atas pagu hingga 31 Juli 2023 sebesar 51,74%, lebih tinggi 5,52% dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama.
Dukungan Investasi UMKM untuk Akselerasi Pertumbuhan Perekonomian
Penyaluran pembiayaan di Provinsi Jambi difokuskan pada UMKM demi kesejahteraan masyarakat. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) s.d. 31 Juli 2023 sebesar Rp2,33 triliun kepada 24.512 debitur. Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi sektor penyaluran KUR terbesar (44,62%) diikuti sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan (30,30%) serta sektor jasa-jasa (15,54%). Kabupaten Muaro Jambi menjadi kabupaten dengan penyaluran terbesar (Rp341,44 miliar kepada 3.600 debitur).
Kemudian, penyaluran Pembiayaan Ultra-Mikro (UMi) di Provinsi Jambi mencapai Rp50,48 miliar atau sebesar 5% dari penyaluran di regional Sumatera. Pembiayaan tersebut disalurkan melalui PT PNM, PT Pegadaian, Koperasi Mitra Dhuafa, dan PT Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia (REFI) kepada sejumlah 9.661 debitur. Penyaluran tersebut paling banyak dilakukan di Kabupaten Bungo (Rp10,39 miliar kepada 1.931 debitur) dan Kabupaten Tebo (Rp9,34 miliar kepada 1.737 debitur).
Kinerja Perekonomian Regional Jambi Konsisten Dijaga
Kinerja APBN yang positif dan perekonomian regional yang tetap tumbuh diharapkan dapat menopang Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Berbagai tantangan seperti fluktuasi ekonomi global dan perubahan kondisi pasar mendorong pemerintah untuk mengambil langkah-langkah strategis guna melindungi masyarakat dari dampak negatif. APBN akan terus bekerja keras menjadi shock absorber untuk menjaga kesejahteraan rakyat dan melaksanakan agenda prioritas nasional.
“APBN dan APBD harus terus ditingkatkan harmonisasinya guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkas Kaper Kemenkeu Jambi.


