Realisasi APBN di daerah terus menunjukkan tren positif pada sisi realisasi pendapatan dan belanja, penyaluran KUR, UMi, dana desa, serta penyaluran dana DAK Fisik dan DAK Non Fisik. Kinerja level regional Provinsi Jambi mengalami pertumbuhan perekonomian sebesar 4,15% (yoy).
Dari sisi indikator inflasi gabungan Provinsi Jambi bulan Juli 2024 berada di angka -0,82% (mtm) dan 2,14% (yoy) berada 0,01% di atas inflasi nasional. Adapun beberapa sektor dengan tingkat inflasi tertinggi, yaitu: kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya 4,44%; kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 3,54%; serta kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 3,05%. Tiga komoditas penahan inflasi yoy meliputi daging ayam ras, tomat, dan ikan tongkol.
APBN Regional Jambi Menjadi Shock Absorber Untuk Melindungi Daya Beli Masyarakat
Realisasi pendapatan negara adalah sebesar Rp4.247,18 miliar atau terkontraksi sebesar 7,17% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2023. Hal ini disebabkan oleh turunnya penerimaan yang cukup signifikan pada jenis PPh Non Migas sebesar 15,37% (y-o-y).
Dari sisi perpajakan internasional s.d. 31 Juli 2024, Bea Masuk (BM) terealisasi sebesar Rp5,69 miliar atau sebesar 51,11% dari target dengan Bea Keluar (BK) terealisasi sebesar Rp58,50 miliar atau sebesar 15,86% dari target. Penurunan BK atas produk CPO lebih disebabkan penurunan harga referensi CPO & turunannya dibadingkan periode yang sama di tahun lalu.
Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp510,21 miliar atau tumbuh 10,93% dari realisasi tahun 2023.
Pada bulan Juli 2024 realisasi PNBP Lainnya tercatat sebesar Rp24,68 M. Capaian bulan Juli 2024 adalah yang terendah selama 3 tahun terakhir, namun masih lebih tinggi dibanding Juni 2020-2021. Penurunan tertinggi terjadi pada Pendapatan Jasa Kepelabuhan, Pendapatan Uang Pengganti Tindak Pidana Korupsi yang Telah Diputuskan/Ditetapkan Pengadilan dan Pendapatan Biaya Pendidikan (karena Poltekkes sudah menjadi BLU).
PNBP BLU bulan Juli 2024 mencatatkan realisasi sebesar Rp42,35 M merupakan capaian terbesar dalam 5 tahun terakhir. Hal ini dikarenakan kenaikan pendapatan Poltekkes Jambi (BLU baru) dan RS Bhayangkara. Capaian PNBP BLU bulan Juli didominasi oleh Pendapatan Jasa Pelayanan Rumah Sakit Rp19,99 M (oleh satker RS Bratanata dan Rumkit Bhayangkara) serta Pendapatan Jasa Pelayanan Pendidikan Rp20,67 M (oleh satker UIN STS Jambi, UNJA, dan Poltekkes Jambi).
Capaian realisasi penerimaan didukung oleh pelaksanaan belanja pemerintah pusat yang cukup optimal. Realisasi belanja negara s.d. bulan Juli 2024 mencapai Rp13.064,91 miliar dengan realisasi Belanja Pemerintah Pusat/KL Regional mencapai Rp4.964,43 miliar atau tumbuh 25,89% dari realisasi tahun 2023. Terjadi peningkatan pada empat komponen belanja yakni belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, maupun belanja bantuan sosial.
Dari keempat belanja tersebut, peningkatan terbesar terdapat pada belanja modal dengan kenaikan sebesar Rp580,70 M atau tumbuh sebesar 59,70%. Hal ini disebabkan oleh realisasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Tempino-Bayung Lencir, Kemenhub atas realisasi Proyek pembangunan bandara Depati Parbo Kerinci, dan Kemendikbud Ristek atas realisasi proyek museum dan pemugaran kompleks Candi Muaro Jambi.
Kemudian, realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sampai dengan bulan Juli 2024 telah mencapai Rp8.100,48 miliar atau telah terealisasi sebesar 55,19%. TKDD memiliki fungsi sebagai pendukung pelaksanaan urusan yang telah diserahkan kepada daerah dan desa. Sampai saat ini, TKDD masih menjadi komponen penyumbang pendapatan APBD terbesar bagi Provinsi Jambi.
Penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa
Penyaluran Dana Desa mengalami peningkatan sebesar 7,14% dibandingkan tahun lalu. Penyaluran tertinggi adalah untuk komponen Dana Alokasi Umum sebesar Rp670,60 miliar kemudian diikuti dengan penyaluran Dana Desa sebesar Rp246,48 miliar.
Penyaluran KUR dan UMi Terus Mendukung Perekonomian Provinsi Jambi
Pemerintah melalui berbagai program yang telah dibentuk terus berupaya untuk dapat merangkul dan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM. Salah satunya melalui bantuan pembiayaan melalui program subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Penyaluran KUR di Provinsi Jambi s.d. 31 Juli 2024 telah disalurkan kepada 49.702 debitur dengan total penyaluran sebesar Rp4 miliar. Sektor unggulan pelaku usaha di Provinsi Jambi adalah sektor pertanian perburuan, dan kehutanan dengan jumlah penyaluran Rp2.7 milliar atau sebesar 67,8%. Adapun kabupaten dengan penyaluran KUR terbesar yakni Kabupaten Muaro Jambi dengan total penyaluran sebesar Rp614,52 miliar kepada 7.427 debitur.
Penyaluran UMi Provinsi Jambi berkontribusi sebesar 7,85% dari penyaluran pembiaan UMi di regional Sumatera dan 2,36% terhadap penyaluran nasional. Sampai dengan 31 Juli 2024, UMi telah disalurkan kepada 24.475 debitur dengan total penyaluran sebesar Rp141.545,68 miliar. Adapun skema terbanyak adalah skema kelompok dengan penyalur PT. PNM. Melalui bantuan pembiayaan ini diharapkan UMKM khususnya yang berada di wilayah Jambi dapat terus berkembang serta dapat mendorong pertumbuhan perekonomian di Provinsi Jambi.
APBN Tetap Terjaga dengan Baik dan Menjaga Perekonomian Domestik
Realisasi kinerja APBN s.d. 31 Juli 2024 efektif menjaga agenda pembangunan dan perekonomian agar tetap positif di tengah berbagai ketidakpastian global. Negara hadir melalui instrumen APBN dan/atau pembiayaan kreatif sebagai wujud nyata #UangKita untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia. Perwakilan Kementerian Keuangan Jambi sebagai pengelola APBN di Provinsi Jambi akan terus berupaya untuk mengoptimalkan pelaksanaan APBN agar dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat.
***
Disampaikan pada Rapat Komite ALCo Regional Provinsi Jambi
oleh:
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jambi
Burhani AS


