
Dalam rangka mendorong pengembangan BUM Desa potensial di wilayah Nusa Tenggara Timur, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan Kurasi BUM Desa Potensial Provinsi NTT (Wawancara tahap II).
Kegiatan yang dilakukan secara daring ini, merupakan bagian dari upaya strategis untuk mendorong penguatan kelembagaan dan pembinaan Badan Usaha Milik Desa yang memiliki potensi besar di sektor pangan dan pariwisata. Turut memberikan dukungan penuh dalam kegiatan ini adalah Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Bapak Samsul Widodo.
Tahap wawancara ini dihadiri oleh penilai dari instansi yang memiliki peran penting dalam pengembangan desa, yaitu:
• Bapak Agus Sistyo Widjayati, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT
• Bapak Catur Ariyanto Widodo, Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTT
• Ibu Fince Decima Hasibuan, Direktur Pengembangan dan Pemberdayaan Sosial Daerah Afirmasi dan Lintas Sektor (PPSDAL)
• Bapak Adi Langga, Perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTT
• Bapak Toby, Perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
Dalam sesi wawancara ini, empat desa potensial pada sektor pangan dan pariwisata yang terpilih dari tahapan sebelumnya memaparkan langsung potensi dan pengembagan BUM Desa mereka.
Tahap wawancara ini bertujuan untuk memberikan penilaian akhir dan menetapkan BUM Desa yang dianggap paling layak untuk memperoleh pembinaan serta penguatan kelembagaan secara lebih intensif. Hasil dari proses ini akan menjadi dasar dalam menentukan desa-desa yang akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan.
Diharapkan melalui hasil dari kegiatan ini dapat mendukung akselerasi pembangunan desa melalui pendekatan yang kolaboratif dan berbasis potensi lokal.
Selengkapnya di Kurasi BUM Desa Potensial Provinsi Nusa Tenggara Timur (Wawancara Tahap II)



