Halo #inTressSultan 👋
Sebagai bagian dari peran Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagai Regional Chief Economist (RCE), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan telah menyusun RCE Quarterly Report Kajian Fiskal Regional (KFR) Sulawesi Selatan Triwulan I Tahun 2026.
Laporan ini menyajikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan ekonomi regional, kesejahteraan masyarakat, dinamika fiskal, hingga berbagai tantangan dan rekomendasi kebijakan di Sulawesi Selatan pada Triwulan I Tahun 2026.
📈 Ekonomi Sulawesi Selatan tumbuh sebesar 6,88% (yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61% (yoy) dan tetap menjadi kontributor terbesar PDRB di Pulau Sulawesi.
📊 Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan negara tumbuh 6,02% (yoy), sementara belanja negara tumbuh 9,92% (yoy), menunjukkan peran APBN yang tetap optimal sebagai shock absorber di tengah ketidakpastian global.
🌾 Laporan ini juga mengulas perkembangan inflasi daerah, Nilai Tukar Petani (NTP), Nilai Tukar Nelayan (NTN), kinerja APBD, hingga rekomendasi penguatan stabilitas harga pangan dan percepatan belanja daerah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan.
Menarik bukan? 🤔
Ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana perkembangan ekonomi dan fiskal regional Sulawesi Selatan pada Triwulan I Tahun 2026?
Akses selengkapnya RCE Quarterly Report KFR Sulawesi Selatan Triwulan I Tahun 2026 melalui scan QR pada slide terakhir atau melalui tautan berikut:
https://s.id/KFRSulsel
#InTress #Handal #TreFA
Source: Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II

