
Arah gerak APBN 2026 dilaksanakan untuk mendukung Program Prioritas Presiden dan menjaga kestabilan ekonomi di tengah tantangan global. Program Prioritas Presiden yaitu, Ketahanan pangan untuk mencapai swasembada pangan dan mensejahterakan petani dan nelayan. Ketahanan Energi, Makan Bergizi Gratis (MBG), Pendididikan Bermutu, Kesehatan berkualitas, Koperasi Desa Merah Putih dan UMKM, Pertahanan Rakyat Semesta, serta Investasi dan Perdangan Global. APBN juga hadir mengupayakan menjawab tantangan global dengan adanya konflik geopolitik Timur Tengah, dan Rusia – Ukraina. Dampak konflik yang dirasakan harga komoditas energi (terutama minyak) naik tajam, dan risiko inflasi global, biaya impor meningkat, dan tekanan pada pasar keuangan. Penyusunan Pelaksanaan Anggaran tahun 2026, belanja Kementerian/Lembaga meningkat, Belanja Non-Kementerian/Lembaga meningkat, dan Transfer ke Daerah juga meningkat, harapannya dengan belanja meningkat dapat meningkatkan perputaran roda ekonomi yang ada pada masyarakat luas di Indonesia.
Penguatan arah kebijakan pelaksanaan anggaran yang berorientasi pada kualitas belanja, ketepatan waktu, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pelaksanaan Strategis Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan dengan Pertama, Melakukan Peningkatan Kualitas dan Akurasi Penyusunan Rencana Program/Kegiatan pada awal Tahun Anggaran dengan menentukan skala prioritas kegiatan sesuai dengan kebijakan efisiensi belanja, menyusun Kembali perencanaan kebutuhdan dan yang akan direalisasikan sesuai penyusunan HAL III DIPA secara akurat. Kedua, Meningkatkan Kualitas Reviu Anggaran untuk menyelaraskan alokasi program kegiatan DIPA dengan kebutuhan satker dengan memperhatikan kegiatan prioritas presiden. Ketiga, Meningkatkan Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dengan memastikan PBJ yang sifatnya sekaligus dan nilainya sampai dengan dua ratus juta diselesaikan sampai Triwulan I 2026, dan mengupayakan seluruh PBJ diselesaikan paling lambat pada Triwulan III 2026. Keempat, Melakukan Akselerasi Pelaksanaan Program/Kegiatan/Proyek dan Melakukan Percepatan Penyelesaian dokumen pendukung. Kelima, Meningkatkan Kualitas Belanja dengan meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Belanja. Keenam, Meningkatkan Kualitas Pelaksanaan Program/Kegiatan yang bersumber dari dana PHLN dan SBSN. Ketujuh, Mengutamakan Pencapaian Program Prioritas Presiden dengan memastikan realisasi dan pencapaian output program/kegiatan secara realtime serta melakukan evaluasi progress untuk menilai pencapaian dan memberikan solusi atas hambatan yang ada. Kedelapan, Meningkatkan peran UKI dan APIP, juga Meningkatkan Monitoring dan Evaluasi serta Pengendalian Internal.
Sampai dengan bulan Maret 2026 Perencanaan dan Pelaksanaan Anggaran Ekonomi Indonesia secara umum masih dalam kondisi stabil dan terjaga dengan Indikator Utama pertumbuhan Ekonomi sampai 2025 naik 5,11%, Inflasi Februai masih terkendali sampai 4,76% (batas Inflasi Negara Berkembang berbahaya mencapai 10-30%), cadangan devisa sebesar USD 152 Miliar. Pengelolaan belanja dan pembiayaan negara dilakukan secara hati-hati dan disiplin untuk menjaga keseimbangan fiskal serta program prioritas tetap berjalan efektif, serta penguatan manajemen kas untuk memastikan likuiditas tetap terjaga sepanjang tahun.
Penulis :
Dwi Nur Aisyah - PTPN Terampil

