
Bandung – KPPN Bandung I mengadakan kegiatan Sosialisasi Langkah-Langkah Akhir Tahun Anggaran 2025 pada hari Kamis, 9 Oktober, bertempat di ruang layanan KPPN Bandung I. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini dihadiri oleh perwakilan Satker mitra KPPN Bandung I.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh satuan kerja memahami dan mematuhi batas waktu serta prosedur yang ketat dalam penyerapan anggaran menjelang penutupan tahun anggaran. Hal ini krusial untuk mencegah penumpukan pekerjaan dan potensi kesalahan administrasi di akhir tahun.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala KPPN Bandung I, Bapak Bimanyu Eka Yuda. Dalam sambutannya, Bapak Bimanyu tidak hanya menyoroti aspek teknis perbendaharaan, tetapi juga secara tegas menekankan pentingnya Penguatan Budaya dan Anti Korupsi sebagai fondasi dalam pengelolaan keuangan negara.
"Integritas adalah fondasi utama kita dalam mengelola keuangan negara. Setiap langkah akhir tahun harus dijalankan dengan profesionalisme dan transparansi, tanpa ada ruang sedikit pun untuk praktik korupsi," ujar Bapak Bimanyu di hadapan peserta.
Setelah sesi pembukaan, materi utama disampaikan oleh dua narasumber kompeten dari KPPN Bandung I, Ibu Sri Utami (Pejabat Fungsional) dan Bapak Budi Aristianto (Kasi Vera) dengan moderator Bapak M. Taufiq Abdillah (Kasi MSKI). Ibu Sri Utami dalam materinya menekankan batas waktu krusial, seperti pengajuan SPM-LS Gaji Induk Januari 2026 , serta pengawasan ketat terhadap penyelesaian kontrak dan batas akhir penyampaian pertanggungjawaban dana Bantuan Pemerintah.
Sementara itu, Bapak Budi Aristianto memaparkan pentingnya pengelolaan kas yang disiplin, khususnya penyetoran sisa Uang Persediaan (UP) tunai serta penyelesaian proses rekonsiliasi data untuk mendukung kualitas Laporan Keuangan Pemerintah.
Sesi tanya jawab berlangsung sangat interaktif, di mana peserta aktif memanfaatkan waktu untuk mengklarifikasi secara spesifik mengenai batas waktu pembayaran, prosedur pengembalian sisa UP, dan implikasi keterlambatan. Hal tersebut menunjukkan antusiasme tinggi Satker terhadap kepatuhan atas regulasi pelaksanaan anggaran di akhir tahun. (AR)





