Jl. Diponegoro, Pematang Kandis, Bangko

Artikel

Seputar KPPN Bangko

Bridging the Gap: Mengatasi Stigma dan Membangun Budaya Kerja Lintas Generasi

Dalam dunia kerja modern, keberagaman generasi menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang. Generasi X, Y (Millennials), dan Z memiliki karakteristik, nilai, dan pola pikir yang berbeda. Perbedaan ini sering memunculkan stigma, seperti anggapan bahwa generasi muda kurang loyal atau generasi senior sulit beradaptasi dengan teknologi. Jika tidak dikelola, stigma ini dapat menghambat kolaborasi dan produktivitas. Oleh karena itu, organisasi perlu merancang program yang mampu mengatasi stigma antargenerasi dan membangun sinergi.

Karakteristik Pola Pikir Tiap Generasi

  1. Generasi X (lahir 1965–1980)
    • Fokus pada stabilitas dan loyalitas.
    • Menghargai kerja keras dan pengalaman.
    • Cenderung adaptif, tetapi lebih nyaman dengan struktur yang jelas.
  2. Generasi Y / Millennials (lahir 1981–1996)
    • Mengutamakan keseimbangan kerja-hidup.
    • Berorientasi pada pengembangan diri dan fleksibilitas.
    • Terbuka terhadap teknologi dan inovasi.
  3. Generasi Z (lahir 1997–2012)
    • Digital native, sangat akrab dengan teknologi.
    • Mengutamakan kecepatan, transparansi, dan keberlanjutan.
    • Lebih pragmatis dan berorientasi pada hasil instan.

Mengapa Stigma Terjadi?

  • Perbedaan Gaya Kerja: Generasi X lebih suka prosedur formal, sedangkan Y dan Z menginginkan fleksibilitas.
  • Cara Berkomunikasi: X cenderung menggunakan tatap muka atau email, Y dan Z lebih memilih chat dan platform digital.
  • Persepsi Loyalitas: X dianggap sangat loyal, Y dan Z sering dinilai “job hopper”.

Tujuan Program

  • Menghilangkan stereotip negatif antar generasi.
  • Meningkatkan pemahaman dan empati lintas generasi.
  • Menciptakan budaya kerja inklusif dan kolaboratif.

Strategi Program

  1. Workshop “Bridging Generations”
    Edukasi tentang perbedaan pola pikir dan bagaimana memanfaatkannya untuk sinergi.
  2. Reverse Mentoring
    • Generasi X berbagi pengalaman kepemimpinan dan manajemen.
    • Generasi Z berbagi wawasan teknologi dan tren digital.
  3. Kolaborasi Proyek Campuran
    Membentuk tim lintas generasi untuk proyek strategis agar terjadi transfer pengetahuan.
  4. Forum Diskusi Terbuka
    Sesi rutin untuk berbagi ide, tantangan, dan solusi bersama.
  5. Media Internal Edukatif
    Konten tentang keberagaman generasi melalui newsletter, video, atau podcast.

Manfaat yang Diharapkan

  • Kolaborasi Lebih Efektif: Mengurangi konflik dan meningkatkan kerja tim.
  • Inovasi Berkelanjutan: Memadukan pengalaman Generasi X dengan kreativitas Y dan Z.
  • Budaya Organisasi yang Kuat: Semua generasi merasa dihargai dan dilibatkan.

Kesimpulan

Mengatasi stigma antargenerasi bukan berarti menghapus perbedaan, tetapi memanfaatkannya sebagai kekuatan. Dengan program yang tepat, organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan adaptif terhadap perubahan.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search