Jl. Diponegoro, Pematang Kandis, Bangko

Artikel

Seputar KPPN Bangko

APBN Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global: MenjagaStabilitas,Melindungi Rakyat

APBN KITA MARET 2026

APBN Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global: Menjaga Stabilitas, Melindungi Rakyat

Ditulis oleh : Julio Maulid Borizki

 

Memasuki Maret 2026, perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian yang tinggi. Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah serta dinamika kebijakan ekonomi global telah memicu volatilitas pasar keuangan dan tekanan terhadap harga komoditas, khususnya energi.

 Di tengah kondisi tersebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali menunjukkan peran strategisnya. APBN tidak hanya menjadi instrumen fiskal, tetapi juga berfungsi sebagai peredam guncangan (shock absorber) untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Tekanan Global Masih Membayangi

Ketegangan geopolitik yang meningkat mendorong kenaikan harga minyak dunia hingga sempat menembus USD100 per barel. Kondisi ini berpotensi menekan perekonomian melalui berbagai jalur, mulai dari inflasi, biaya impor energi, hingga stabilitas pasar keuangan.

 Selain itu, meningkatnya sentimen risk-off di pasar global turut memengaruhi aliran modal dan nilai tukar, terutama di negara berkembang. Dampak lanjutannya dapat dirasakan pada sektor riil, seperti konsumsi dan investasi.

 Namun demikian, di tengah tekanan tersebut, aktivitas manufaktur global justru menunjukkan tanda pemulihan, khususnya di kawasan Asia dan ASEAN. Hal ini menjadi sinyal positif bagi perdagangan internasional ke depan.

Fundamental Ekonomi Domestik Tetap Kuat

Di tengah dinamika global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang solid. Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tercatat sebesar 5,11% (yoy), dengan tren yang masih terjaga pada awal tahun 2026.

 Sejumlah indikator utama juga menunjukkan kondisi yang stabil:

  • Inflasi relatif terkendali di level 4,76% (yoy)
  • Surplus neraca perdagangan yang berlanjut selama 69 bulan berturut-turut
  • Cadangan devisa yang kuat sebesar USD152 miliar
  • Penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan

 Kinerja ini mencerminkan bahwa daya tahan ekonomi domestik tetap terjaga, didukung oleh konsumsi masyarakat yang kuat serta aktivitas industri yang terus ekspansif.

 

Kinerja APBN: Awal Tahun yang Positif

Kinerja APBN hingga akhir Februari 2026 menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.

Pendapatan Negara Tumbuh Positif

Pendapatan negara tercatat sebesar Rp358,0 triliun atau 11,4% dari target APBN, tumbuh 12,8% (yoy). Penerimaan perpajakan menjadi penopang utama, dengan pertumbuhan signifikan sebesar 30,4% (yoy). Kinerja ini didukung oleh peningkatan aktivitas ekonomi, terutama dari sektor konsumsi dan perdagangan.Penerimaan dari PPN dan PPnBM mencerminkan meningkatnya transaksi ekonomi, sementara PPh tumbuh sejalan dengan perbaikan penghasilan wajib pajak.

Belanja Negara Akseleratif

Belanja negara mencapai Rp493,8 triliun atau 12,8% dari pagu APBN, tumbuh 41,9% (yoy). Akselerasi belanja ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sejak awal tahun, antara lain melalui:

  • Penyaluran bantuan sosial (PKH, Kartu Sembako, KIP Kuliah)
  • Pembayaran subsidi dan kompensasi energi
  • Belanja infrastruktur dan pelayanan publik
  • Dukungan terhadap program prioritas nasional

Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa APBN bekerja secara aktif dalam menjaga momentum ekonomi.

Defisit Tetap Terkendali

APBN mencatat defisit sebesar Rp135,7 triliun atau 0,53% terhadap PDB. Defisit ini masih dalam batas aman dan dikelola secara hati-hati. Pemerintah tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekspansi fiskal dan keberlanjutan jangka panjang.

APBN sebagai Pelindung Masyarakat

Dalam menghadapi tekanan global, APBN terus dioptimalkan untuk melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi melalui berbagai kebijakan, antara lain:

  • Subsidi dan kompensasi energi untuk menjaga daya beli
  • Program perlindungan sosial bagi kelompok rentan
  • Pengendalian harga yang terukur untuk menjaga inflasi

Langkah-langkah tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menghadapi gejolak ekonomi global.

Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, APBN tetap menunjukkan kinerja yang tangguh dan adaptif. Pendapatan negara yang tumbuh positif serta belanja yang akseleratif menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ke depan, tantangan global masih akan berlanjut. Oleh karena itu, pengelolaan APBN yang prudent, fleksibel, dan responsif akan menjadi kunci dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional serta memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search