EVALUASI IMPLEMENTASI DIGIPAY SATU TAHUN 2024
Lasmi Ariyanti/PTPN Penyelia KPPN Cirebon
Pemerintah berupaya mendorong transformasi digital dalam pengelolaan keuangan negara, menuju masyarakat tanpa uang tunai (cashless society) yang lebih modern dan efisien. Dalam mendukung program digitalisasi keuangan negara, Digipay Satu hadir sebagai inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran. Sebagai platform pembayaran elektronik yang dirancang untuk Satuan kerja (Satker), dengan Digipay memungkinkan transaksi menjadi lebih cepat, aman, dan terdokumentasi dengan baik.
Digipay Satu adalah aplikasi marketplace yang dikembangkan oleh Kementerian Keuangan untuk memfasilitasi Satuan kerja pemerintah dalam melakukan belanja online kebutuhan operasional. Aplikasi ini telah terintegrasi langsung dengan Aplikasi SAKTI dalam hal ketersediaan dana sesuai saldo anggaran pada kertas kerja satker sehingga proses pemesanan barang/jasa oleh satker yang uangnya bersumber dari Uang Persediaan Bendahara dapat lebih mudah dan efisien untuk dilaksanakan. Kemudian proses pembayarannya dapat melalui dua cara, yaitu dengan pendebitan via KKP (Kartu Kredit Pemerintah) dan proses pembayaran via Cash Management System(CMS)/internet banking satker.
Tujuan utama Digipay Satu adalah menciptakan ekosistem yang mengintegrasikan Satuan kerja pengguna Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penyedia barang/jasa, serta perbankan dalam satu platform digital. Dengan demikian, proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah menjadi lebih transparan, akuntabel, dan efisien. Aplikasi ini juga mengadopsi prinsip interoperabilitas, yang memungkinkan Satuan kerja dan vendor untuk menggunakan rekening dan bertransaksi di bank mana pun, tidak terbatas pada bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Hal ini memberikan fleksibilitas lebih dalam proses transaksi dan pembayaran.
Implementasi Digipay Satu pada Satuan kerja mitra KPPN Cirebon selama tahun 2024 menunjukan nilai yang cukup signifikan dengan total transaksi sebanyak 327 transaksi dengan jumlah nilai transaksi Rp 668.165.215,- . Total vendor yang telah terdaftar dalam Digipay sudah sebanyak 23 vendor, dengan valuasi terbesar dengan nilai sebesar Rp 189.394.424,- pada Toko Fadhal Berkah Sentosa, salah satu UMKM lokal yang berlokasi di Kab. Indramayu. Hal ini menunjukan kebermanfaatan Digipay Satu bagi para pelaku UMKM, di mana Digipay sendiri ditujukan dalam semangat memberdayakan dan menggerakan roda perekonomian lokal di wilayah kerja KPPN.
Namun, meskipun pertumbuhan penggunaan Digipay Satu cukup memuaskan, masih terdapat berbagai hambatan dalam optimalisasi implementasinya. Salah satu tantangan utama adalah resistensi terhadap perubahan, di mana banyak Satuan kerja masih lebih nyaman dengan metode pembayaran konvensional seperti tunai atau transfer manual. Proses pendaftaran Digipay yang dianggap kompleks juga menjadi kendala, karena melibatkan banyak pihak, mulai dari admin, bendahara,hingga vendor. Selain itu, belum semua Satker memiliki akses ke CMS (Cash Management System) dan KKP (Kartu Kredit Pemerintah), yang merupakan syarat utama dalam penggunaan Digipay. Keterbatasan SDM, terutama di kalangan vendor UMKM, membuat mereka kurang siap untuk beradaptasi dengan sistem pembayaran digital. Ditambah lagi, penghentian sementara Digipay pada Januari 2025 menyebabkan transaksi terhenti hampir sebulan penuh, yang berdampak pada pencapaian target implementasi. Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja APBN/APBD-pun membatasi pagu yang dapat dibelanjakan melalui Digipay, sehingga berpotensi mengurangi jumlah transaksi.
Implementasi Digipay di KPPN Cirebon telah berjalan baik, tetapi masih ada beberapa tantangan yang perlu segera diatasi agar penggunaannya lebih optimal. Penyederhanaan prosedur pendaftaran, peningkatan kolaborasi dengan perbankan untuk mempercepat aktivasi CMS dan KKP, serta dorongan terhadap partisipasi vendor melalui edukasi transaksi digital menjadi langkah-langkah yang harus terus dilakukan. Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, Digipay akan semakin berperan sebagai solusi utama dalam digitalisasi pembayaran keuangan negara yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel.


