Gunungsitoli

Berita

Seputar KPPN Gunungsitoli

APBN Mendukung Konektivitas Wilayah dengan Subsidi Penerbangan Perintis

APBN sebagai instrumen keuangan negara merupakan alat pemerintah yang sangat penting dalam menjaga perekonomian berjalan sesuai dengan tujuan bernegara. APBN menjadi instrumen kebijakan fiskal dalam mengelola berbagai situasi tantangan yang dihadapi negara serta sebagai alat intervensi Pemerintah dalam mengatasinya. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003, APBN dikelola dalam rangka menjalankan fungsi alokasi dan distribusi sebagai bentuk pemerataan pembangunan serta stabilisasi  sebagai alat intervensi untuk menjaga keseimbangan fundamental perekonomian. Oleh karena itu, APBN perlu hadir dalam mendukung konektivitas wilayah-wilayah di Indonesia dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berjalan sesuai dengan tujuan bernegara.

Kepulauan Nias sebagai salah satu daerah yang berada pada zona daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) tidak luput dari kehadiran APBN. KPPN Gunungsitoli sebagai treasurer and financial advisor terus melakukan koordinasi dengan seluruh mitra untuk dapat memperlancar kehadiran APBN di wilayah Kepualauan Nias. APBN hadir dalam mendukung konektivitas wilayah darat, laut, dan udara dengan berbagai instrumen pembangunan infrastruktur dan subsidi terutama pada transportasi Udara. Dengan kehadiran Bandara Binaka dan Bandara Lasondre di Kepulauan Nias membuat transportasi udara kian penting untuk menghubungkan wilayah peisisir Barat Sumatera dengan waktu tempuh yang lebih cepat. Pada tahun 2022 saja, jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara pada kedua Bandara mencapai 119.986 penumpang (BPS, Statistik Transportasi Udara 2022) termasuk didalamnya penumpang penerbangan perintis dan diperkirakan akan terus meningkat dengan penambahan rute-rute penerbangan perintis.

Terselenggaranya penerbangan perintis merupakan pertimbangan bahwa penyelenggaraan angkutan udara pada rute tersebut secara ekonomi belum menguntungkan sehingga dalam pelaksanaan yang dilakukan oleh operator nasional akan memperoleh kompensasi berupa subsidi untuk menjamin kelangsungan pelayanan angkutan udara perintis. Pada tahun 2024, dukungan APBN yang disalurkan KPPN Gunungsitoli berupa subsidi penerbangan perintis pada 12 rute di wilayah kepulauan Nias mencapai Rp21,84 Miliar meningkat dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp19,88 Miliar dengan frekuensi penerbangan 2 kali seminggu dan target penumpang 48 orang/rute. Dengan penyediaan anggaran subsidi penerbangan, maka diharapkan akan memberikan multiplier effect pada perekonomian dengan tersedianya fasilitas transportasi yang terjangkau dan menumbuhkan aktivitas perekonomian.

Dampak subsidi penerbangan dapat dirasakan dengan harga tiket penerbangan perintis yang berkisar diantara Rp1,2 Juta s.d Rp1,6 Juta turun menjadi berkisar  Rp180 Ribu s.d Rp350 ribu dengan subsidi sebesar ±Rp1 Juta/penumpang. Hal ini tentunya memberikan kesempatan kepada wilayah-wilayah terluar dan terpencil untuk dapat terhubung dengan daerah-daerah ekonomi utama di wilayah Kepulauan Nias seperti Kota Gunungsitoli dan memperlancar distribusi logistik antar daerah.

Tarif Rute Perintis Tahun 2024


Penulis: Bangun Agustinus Situmorang (ASN KPPN Gunungsitoli)

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

© 2021 DItjen Perbendaharaan. All Rights Reserved. Managed By DorinteZ

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

 

 

Search