KPPN Karawang, pada tanggal 1 September 2026 melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema "Menjaga Ideologi Bangsa dengan Integritas" yang diikuti oleh seluruh pejabat serta pegawai dengan narasumber Kepala KPPN Karawang, Frida Zuliaty
Kepala KPPN Karawang menceritakan kisah perjuangan Syafruddin Prawiranegara, salah satu tokoh bangsa yang dikenal sebagai simbol integritas, keberanian, dan pengabdian kepada negara. Perjalanan Syafruddin Prawiranegara ketika memimpin Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1948. Saat Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap sehingga pemerintahan Republik Indonesia secara de facto mengalami kelumpuhan, Syafruddin menerima mandat untuk menjaga keberlangsungan negara. Dengan keberanian dan rasa tanggung jawab yang tinggi, ia mendirikan PDRI dan memastikan Republik Indonesia tetap eksis di tengah situasi yang sangat kritis. Setelah kondisi negara kembali stabil dan pemimpin nasional kembali menjalankan pemerintahan, Syafruddin secara sukarela menyerahkan kembali mandat yang diembannya tanpa ambisi mempertahankan kekuasaan. Sikap tersebut menjadi contoh nyata bahwa jabatan adalah amanah yang digunakan untuk kepentingan yang lebih besar, bukan untuk memenuhi kepentingan pribadi.
Selain perannya dalam mempertahankan eksistensi republik, peserta juga diajak memahami integritas Syafruddin Prawiranegara saat menjabat sebagai Menteri Keuangan. Di tengah keterbatasan keuangan negara pascakemerdekaan, ia mengambil berbagai kebijakan yang sulit namun diperlukan demi kepentingan bangsa. Pada saat yang sama, ia menjalani kehidupan yang sederhana dan tidak pernah memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi maupun keluarga.
Melalui kegiatan ini di harapkan pegawai tidak hanya memahami aturan dan kebijakan secara administratif, tetapi juga memperkuat integritas yang menjadi fondasi utama dalam mencegah korupsi, gratifikasi, benturan kepentingan, maupun berbagai bentuk penyimpangan lainnya. Integritas yang tertanam dalam diri setiap pegawai akan menjadi modal penting dalam menjaga kredibilitas organisasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Kementerian Keuangan.


