MyIntress: Sistem Monitoring Pengelolaan APBN yang Terintegrasi
Disusun oleh : Faris Azhar Muwaffaq – Pembina Teknis Perbendaharaan Negara Terampil
Aplikasi OMSPAN dan Monsakti telah menjadi tulang punggung monitoring pengelolaan data transaksi APBN. Hingga saat ini, memiliki fungsi mulai dari monitoring hingga evaluasi. Namun, pertumbuhan data, pengembangan fitur, dan kebutuhan integrasi yang lebih luas menghadirkan sejumlah tantangan. Keterlambatan akses data (data lag time), kebutuhan akan single-point of truth, serta kesenjangan teknologi menjadi hambatan yang memengaruhi efisiensi dan akurasi. Selain itu, perbedaan basis data pengguna yang digunakan oleh kedua aplikasi menambah kompleksitas dalam pengelolaan user management.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) melalui Direktorat SITP telah mengembangkan Sistem MyIntress sebagai tindak lanjut kebutuhan modernisasi pengelolaan data transaksi APBN. MyIntress adalah integrasi dari aplikasi OMSPAN dan MONSAKTI yang merupakan bagian dari core system Financial Management Information System (FMIS) DJPb. Integrasi dilakukan untuk mengatasi berbagai tantangan, seperti keterlambatan akses data (data lag time), fragmentasi informasi, potensi duplikasi dan inkonsistensi data, serta rendahnya efisiensi akibat penggunaan aplikasi yang terpisah.
Pengembangan Sistem MyIntress bertujuan untuk mewujudkan single source of truth dalam penyajian data monitoring APBN, menyediakan sistem yang modern, sederhana, dan terintegrasi guna mendukung efektivitas dan efisiensi proses bisnis perbendaharaan, memperkuat pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data, meningkatkan transparansi serta akuntabilitas, serta memperkokoh peran DJPb dalam tiga area strategis, yaitu Treasury Operation, Regional Economic Surveillance, dan Financial Advisor. Sistem MyIntress dilengkapi dengan sejumlah fitur utama yang mendukung peningkatan kualitas layanan perbendaharaan, antara lain:
- Monitoring Terintegrasi, yang mencakup pemantauan transaksi APBN dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban, termasuk Monitoring Kontrak dan Monitoring Pembayaran.
- Early Warning System,yang memberikan peringatan dini atas potensi deviasi dan notifikasi tenggat waktu kewajiban pelaporan, seperti LPJ, SPM gaji, pembayaran rutin, serta pembayaran insidental (THR dan gaji ke-13).
- Pelaporan dan Evaluasi, yang menyederhanakan mekanisme pelaporan antar unit kerja, mendukung akuntabilitas dan transparansi, serta menyediakan indikator evaluasi kinerja pelaksanaan anggaran (IKPA).
- Dashboard Personal, yang dapat dipersonalisasi oleh pengguna dengan memilih indikator, tata letak, dan ukuran widget sesuai kebutuhan.
- Operator View dan Managerial View, yang membedakan tampilan data operasional secara rinci dengan tampilan ringkas berbasis grafik dan indikator visual untuk pimpinan.
- Layanan Konsultasi Terintegrasi, yang memfasilitasi komunikasi antara pengguna aplikasi dengan agent HAI.
- Arsitektur Sistem Modern, yang dibangun dengan pendekatan microservices modular dan scalable, serta dilengkapi mekanisme Single Sign-On (SSO) DIGIT berbasis akun personal untuk menjamin keamanan, akuntabilitas, dan kemudahan penggunaan.
Selama masa transisi pada TA 2025-2026, system MyIntress akan digunakan secara parallel dengan OMSPAN dan MONSAKTI untuk menjaga kesinambungan operasional, memberikan ruang uji coba, serta meminimalisasi risiko layanan. Sebagai informasi bahwa selain terkait pemindahan menu yang selama ini ada di OMSPAN & MONSAKTI, seluruh layanan konsultasi melalui tiket HAICSO juga telah beralih ke MyIntress. Layanan konsultasi ke depannya diharapkan dapat secara intensif dilakukan melalui menu HAICSO yang ada pada MyIntress ini.




