
Upaya memperkuat pembangunan Zona Integritas tidak cukup dilakukan oleh satu instansi. Semangat tersebut menjadi landasan KPPN Muara Bungo dalam menyelenggarakan Kegiatan Kolaborasi Pembangunan Island of Integrity (IOI) yang mempertemukan berbagai satuan kerja di wilayah Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo untuk saling berbagi pengalaman, praktik baik, dan inovasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid pada Rabu (2/9) tersebut diikuti oleh pimpinan satuan kerja beserta perwakilan, baik secara langsung di KPPN Muara Bungo maupun secara daring. Kehadiran satuan kerja dengan tahapan pembangunan Zona Integritas yang beragam menjadi salah satu kekuatan dalam kegiatan ini. Satuan kerja yang sedang mempersiapkan pembangunan Zona Integritas dapat belajar dari satuan kerja yang telah memperoleh predikat WBK, sementara satuan kerja yang telah memperoleh WBK dapat memperoleh perspektif baru dalam menjaga keberlanjutan reformasi dan meningkatkan kualitas pelayanan menuju WBBM.
Kepala KPPN Muara Bungo, Endah Sari Utami, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Island of Integrity dirancang sebagai ruang bersama untuk saling belajar dan memperkuat komitmen pembangunan Zona Integritas. Menurutnya, setiap satuan kerja memiliki karakteristik, tantangan, dan kebutuhan yang berbeda sehingga praktik baik dari satu instansi tidak selalu harus diterapkan secara seragam, tetapi dapat menjadi inspirasi untuk dikembangkan sesuai dengan kondisi masing-masing.
“Integritas bukan sekadar predikat yang dicapai, tetapi nilai yang harus terus hidup dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Karena itu, melalui kegiatan ini kita ingin membangun semangat untuk saling belajar dan mendorong perubahan secara bersama-sama,” ujar Endah.
Berbagi pengalaman menjadi bagian utama dalam kegiatan tersebut. KPPN Jambi, sebagai satuan kerja yang telah memperoleh predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), hadir membagikan strategi dan praktik pembangunan Zona Integritas dalam mewujudkan WBBM. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesinambungan perubahan setelah pencapaian predikat WBK sekaligus memperkuat kualitas tata kelola dan pelayanan.
Sementara itu, Pengadilan Agama Muara Bungo turut berbagi pengalaman pembangunan Zona Integritas setelah memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan dalam proses penguatan menuju WBBM. Berbagai pengalaman tersebut menjadi pembelajaran mengenai pentingnya konsistensi, keterlibatan seluruh jajaran, serta kemampuan organisasi untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan.
Tidak hanya menghadirkan narasumber, kegiatan juga memberikan ruang bagi satuan kerja peserta untuk memperkenalkan inovasi unggulan yang telah dikembangkan di lingkungan masing-masing. Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk melihat secara langsung bagaimana inovasi dapat digunakan sebagai instrumen dalam menyederhanakan proses bisnis, meningkatkan kualitas pelayanan, maupun menjawab kebutuhan pengguna layanan.
Keragaman inovasi yang ditampilkan menunjukkan bahwa pembangunan Zona Integritas dapat diwujudkan melalui berbagai pendekatan. Inovasi tidak selalu harus berupa sesuatu yang besar dan kompleks, tetapi dapat dimulai dari perubahan sederhana yang memberikan manfaat nyata bagi organisasi maupun masyarakat. Semangat inilah yang diharapkan dapat terus berkembang melalui interaksi dan pertukaran pengalaman antarsatuan kerja.
Selain agenda berbagi praktik baik, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyampaian informasi mengenai Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LKBUN). Sesi tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana data dan informasi keuangan pada tingkat daerah turut mendukung proses pelaporan keuangan pemerintah pada sisi Bendahara Umum Negara, sekaligus memperkenalkan peran KPPN dalam mendukung kualitas, akurasi, dan akuntabilitas data keuangan.
Sebagai bentuk penguatan komitmen bersama, kegiatan Island of Integrity juga dirangkaikan dengan penandatanganan Komitmen Bersama Membangun Integritas antara KPPN Muara Bungo dan stakeholder. Komitmen tersebut menjadi langkah nyata untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menciptakan lingkungan pelayanan publik yang berintegritas serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan semangat yang sama dengan saat kegiatan dimulai: bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan proses bersama yang membutuhkan komitmen, konsistensi, dan kolaborasi. Melalui Island of Integrity, KPPN Muara Bungo berharap praktik baik yang telah dibagikan tidak berhenti sebagai materi dalam sebuah kegiatan, tetapi dapat diteruskan menjadi inspirasi dan aksi nyata di lingkungan masing-masing satuan kerja.
Dari berbagi praktik baik, tumbuh pembelajaran. Dari kolaborasi, menguat integritas. Dan dari komitmen bersama, lahir pelayanan publik yang semakin baik.

