Kebakaran merupakan suatu musibah yang sulit diprediksi kejadiannya, namun dapat diminimalisasi dampaknya. Kebakaran dapat terjadi karena korsleting listrik, karena bahan gas/cair yang mudah terbakar, maupun karena kelalaian manusia seperti membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan kompor yang masih menyala. Untuk dapat meminimalisasi dampak dari kebakaran yang terjadi, diperlukan kemampuan dan pemahaman mengenai prosedur dan tata cara pengamanan kebakaran yang benar sehingga dampak kebakaran dapat diminimalisasi dan orang yang melakukan pengamanan kebakaran juga tidak berisiko mendapat kecelakaan. Oleh karena itu, KPPN Mukomuko melakukan pelatihan pemadaman kebakaran bagi para pegawai dan honorer agar memiliki kemampuan dan pemahaman dalam menangani bencana kebakaran dengan tepat untuk mengamankan gedung kantor dan barang milik negara yang berada di lingkungan KPPN Mukomuko.
Kegiatan Pelatihan Pemadaman Kebakaran ini dilaksanakan pada hari Jumat, 27 April 2018 pukul 15.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB. Narasumber kegiatan Pelatihan Pemadaman Kebakaran ini adalah
tim Pemadam Kebakaran dari Bandar Udara Mukomuko. Kegiatan ini dibagi ke dalam 2 (dua) sesi, sesi pertama pemaparan materi terkait penyebab kebakaran dan jenis-jenis kebakaran, kemudian sesi kedua praktik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).
Pembukaan dibawakan oleh Pembawa Acara yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala KPPN Mukomuko. Dalam sambutannya Kepala KPPN Mukomuko, Ibu Yessy Silvia Maharini menjelaskan tentang pentingnya kemampuan dan pemahaman mengenai prosedur dan tata cara pengamanan kebakaran yang benar. Selanjutnya dilakukan pemaparan materi oleh tim pemadam kebakaran dari Bandar Udara Mukomuko. Dalam materi yang dibawakan oleh narasumber, disebutkan bahwa Kebakaran dapat terjadi bila terdapat 3 hal sebagai berikut :
- Terdapat bahan yang mudah terbakar baik berupa bahan padat cair atau gas (kayu, kertas, textil, bensin, minyak,acetelin dll)
- Terdapat suhu yang tinggi yang disebabkan oleh sumber panas seperti Sinar Matahari, Listrik (korsleting, panas energy mekanik (gesekan), Reaksi Kimia, Kompresi Udara
- Terdapat Oksigen (02) yang cukup kandungannya. Makin besar kandungan oksigen dalam udara maka nyala api akan semakin besar.
Bila tiga unsur tersebut cukup tersedia maka kebakaran terjadi. Apabila salah satu dari 3 unsur tersebut tidak tersedia dalam jumlah yang cukup maka tidak mungkin terjadi kebakaran.
Selanjutnya dijelaskan tentang cara memadamkan api, mulai dengan pemadaman api menggunakan kain basah hingga pemadaman api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan atau yang biasa disebut APAR. Terdapat 2 jenis APAR, ada yang berisi karbondioksida (CO2) dan ada yang berisi busa (foam). Masing-masing jenis APAR digunakan dalam jenis kebakaran yang berbeda.
Selanjutnya dilakukan praktik memadamkan api. Media yang digunakan adalah drum yang diisi dengan solar dicampur bensin. Pertama-tama didemonstrasikan cara memadamkan api menggunakan selimut pemadam api (fire blanket) yang telah dibasahi. Setelah berhasil memadamkan api menggunakan fire blanket, tim pemadam kebakaran mendemonstrasikan cara menggunakan APAR, dimulai dari membuka pin APAR, mencari posisi untuk menyemprotkan APAR (tidak boleh melawan arah angin) lalu mengarahkan moncong apar ke arah api, dan menyemprotkan APAR. Setelah itu seluruh pegawai dan honorer mempraktikkan cara memadamkan api dengan fire blanket dan APAR.
- Redaksi Wisnu Febrian Inderajaya



