
KPPNParepare - Sharing session komunikasi publik merupakan hal baru yang pertama kali dilaksanakan oleh KPPN Parepare. Berbagai kegiatan yang dihadiri stakeholder dan insan media, belum pernah mengetengahkan materi khusus tentang komunikasi publik. Hal ini merupakan hal baru, namun mendapat perhatian lebih dari para wartawan (insan media) Kota Parepare dan sekitarnya.
Sebanyak puluhan insan media hadir di KPPN Parepare, kamis (2/5) untuk bersilaturahmi dan berdialog secara santai dengan Kepala KPPN Ferryal Resque. Hadir pula sebagai moderator kegiatan Desi Ariyanti Kepala Seksi Vera, Mustika sari selaku master of ceremony, Rusli selaku protokoler kegiatan dan Andi Rifki selaku dokumentator. Tak lupa hadir pula untuk berkenalan dengan insan media, kepala Seksi Bank Kiswan Purwanto dan Kepala Seksi MSKI Fajar Hatmadi.
KPPN Parepare menggelar sharing session komunikasi publik, selain sebagai bentuk silaturahim yang baik dilakukan unit kerja dalam merangkul elemen masyarakat, juga sebagai sarana meningkatkan pengetahuan tentang jurnalistik yang telah digeluti para insan media sehari hari.
Sebagaimana diketahui, bahwa dalam merilis berita yang dimuat dalam banyak media (baik online, cetak, televisi, radio) membutuhkan skill penulisan yang berstandar agar berita layak tayang dan dapat menjadi insight positif bagi masyarakat. Sayangnya, skill ini belum banyak diketahui oleh pegawai KPPN, sehingga melalui sharing session ini, diharapkan para pegawai KPPN dapat memperoleh banyak masukan yang berguna dalam literasi berikutnya.
“pertama, saya ucapkan terimakasih karena dukungan positif dari teman-teman media selama ini dalam kegiatan-kegiatan yang diinisiasi KPPN. Yang tadinya tidak terkenal, kini masyarakat sudah banyak tahu tentang KPPN, meskipun tidak sepopuler kantor pajak.” Kata Ferryal membuka acara.
Dalam sesi dialog, dipandu Kepala Seksi Vera Desi Ariyanti, disampaikan bahwa selama ini KPPN telah membuat rilis yang disebar ke media dan ditangkap sera dipublikasikan oleh insan pers. Desi meminta masukan terkait berita-berika yang dikeluarkan KPPN dilihat dari sudut pandang wartawan.
Rusli, wartawan artikelnews.com menyampaikan bahwa sebuah berita itu harusnya menggigit. Harus seksi agar enak dibaca masyarakat. Namun demikian tetap mengedepankan kode etik selaku jurnalis.
“ada istilah 5W (what, why, where, who, when) dan 1H (how) untuk menjadi standar bahwa penulisan itu layak” kata Rusli.
Senada dengan Rusli, wartawan kompas TV Syamsuddin menerangkan bahwa selain kode etik yang harus diperhatikan, seorang wartawan juga memiliki prinsip berita yang ditampilkan informatif dan edukatif. Sehingga ungkapan bahwa bad news adalah good news, dan good news adalah best news, benar benar dapat dipahami sebagai sesuatu yang natural.
“jangan sampai bad news itu sesuatu yang dipaksakan ‘bad’ untuk memuaskan pembaca saja. Dan sesuatu yang ‘good’ berasal dari bad yang dipaksakan good. Disini yang tidak pas, melanggar etika jurnalistik. Sehingga semua harus netral”. Kata Suddin panggilan akrap syamsuddin, kompas TV.

Sementara itu, Herdiman, wartawan AK77 menyampaikan bahwa sebuah kejadian/peristiwa itu ada beberapa ‘angel’ (sudut pandang) yang dapat ditulis dalam artikel berbeda. Sebuah ceremoni instansi pemerintah biasa membosankan beritanya. Namun dapat dibuat tulisan yang menarik tergantung angel yang diunggah.
“misalnya berita, KPPN melaksanakan upacara bendera 17 agustus. Sepintas berita tidak menarik, tapi kalau kita menyampaikan dengan angel tertentu, akan menjadi menarik. Seperti, KPPN mengumumkan kenaikan gaji pegawai dalam upacara bendera tersebut.” Kata Herdiman yang juga petugas kehumasan Pemda Barru tersebut.
Selanjutnya wartawan senior Darniati Dalle dari Sindo Sulsel memberi masukan ke KPPN terkait dengan rilis yang sering disebarkan. Bahwa idealnya, jika ada kegiatan di KPPN para wartawan hendaknya diundang. Hal ini agar teman-teman media punya kreatifitas dan sudut pandang yang lebih luas dalam melakukan penulisan.
“akan sangat berbeda jika jurnalis mendatangi langsung obyek yang akan ditulis, dengan hanya dikirimkan rilis. Karena disitu akan terjadi interaksi langsung, saling berhadapan antara media dan KPPN”. Ungkap gurunya wartawan yang biasa dipanggil ‘kak dhar’.
Kegiatan yang dilaksanakan di aula KPPN Parepare hingga menjelang magrib ini berlangsung sangat interaktif antara insan media dengan KPPN. Beberapa insan media yang turut menyemarakan acara yakni Kompas TV, TVRI, TV peduli, Sindo Sulsel, Pojok Sulsel, Artikelnews.com, decimalnews.com, Portal insiden, insidennews.com, tegas.com, inkop, beritasulsel, republikanews.com, zonakata.com, bacapesan.com, parepos, AK77, smartnews.com, sulsel express dan radio peduli. (des)


