Anggaran, Data, dan Kebijakan
Oleh Muhammad Ramdhani, PTPN Mahir KPPN Raha
Anggaran & Keinginan
Orang-orang sepertinya sepakat kalau tidak semua keinginan bisa dipenuhi. Misalnya Kakak yang baru diterima kuliah di Jakarta minta dibelikan apartemen dekat kampusnya di Bilangan Menteng. Atau Adik yang sudah lulus SMP hanya mau berangkat SMA kalau naik motor trail KTM 300cc keluaran terbaru. Mungkin Ayah bisa gadai gaji dan sertifikat rumah untuk itu. Tapi bisa jadi malah SPP Kakak dan Adik yang tidak terbayar. Sebab hitung-hitungan Bunda untuk kebutuhan pokok tergerus oleh bunga cicilan bank dan bukan tidak mungkin teror debt collector.
Rumah tangga pemerintah pun tidak jauh berbeda. Uang belanja yang tersedia tidak akan cukup untuk memberikan Universal Basic Income1 ke seluruh warga negara, menyediakan layanan kelas 1 untuk seluruh peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS, atau membuat harga pertalite dan solar menjadi lima ribu rupiah per liternya. Sama seperti Ayah, Pemerintah patuh ke hukum kelangkaan dalam ekonomi. Mereka sadar bahwa tidak semua keinginan bisa dipenuhi.
Data & Prediksi
Orang berkata sedia payung sebelum hujan. Tanpa kita sadari selalu ada hubungan sebab-akibat dibalik keputusan yang kita ambil setiap waktu. Bunda ingat betul pengalaman ke pasar tanpa payung waktu mendung dulu, Bunda dan seluruh belanjaan ikutan basah. Bahkan Sebagian diantaranya harus dibuang.
Keputusan membawa payung kini bisa dengan mudah kita dapatkan melalui informasi cuaca di handphone. Dengan memanfaatkan data atmosfer, superkomputer kini bisa melakukan prediksi cuaca dengan sangat akurat. Kini bukan hanya perkara keputusan Bunda membawa payung atau tidak sebelum ke pasar yang semakin mudah. Dengan data prakiraan cuaca, Ayah bisa merancang rencana liburan keluarga dengan lebih baik. Pemerintah bahkan bisa memprediksi kemungkinan gagal panen petani beras di Sulawesi dan Bali.
Tentang Kebijakan
Yang terbaru di tengah gejolak Perang AS-Israel_Iran adalah kebijakan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun. Meskipun menuai banyak kritikan khususnya kekhawatiran akan jebolnya anggaran negara buat menambal subsidi, Menkeu tetap kukuh untuk mempertahankan harga Solar dan Pertalite bersubsidi.
Petanyaannya adalah bagaimana pemerintah dapat sebegitu yakin bahwa anggaran negara akan tetap terjaga. Disinilah peran data dan prediksi dalam kebijakan. Data tentang biaya perang harian, jarak pangkalan militer AS terdekat ke Iran, tren penolakan dan risiko pemakzulan Presiden Trump di AS, telah membantu pengamat memprediksi berapa lama perang ini akan berlangsung hingga berapa lama harga minyak dunia akan terdampak.
Berharganya data adalah ia mampu menyediakan prediksi untuk membuat keputusan dan kebijakan yang tepat. Seperti halnya keputusan membawa payung, rencana liburan keluarga, keputusan impor beras pemerintah, hingga keputusan tidak menaikkan harga BBM bersudsidi di masa perang ini.
------
1 Konsep UBI ini adalah konsep dimana pemerintah memberikan secara cuma-cuma sejumlah uang kepada setiap penduduk sebagai pengganti penghasilan yang hilang atau sebagai tambahan penghasilan

