Melayani bukan hanya sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan bagaimana kita menghadirkan kepedulian dan ketulusan di dalamnya. Pelayanan prima berasal dari konsep kepedulian dimana kepuasan stakeholder adalah sebuah mahkota yang harus dijunjung tinggi. Pelayanan prima adalah perbuatan atau tindakan yang memberikan kepada stakeholder apa yang memang mereka harapkan pada saat mereka membutuhkan dan dengan cara yang mereka inginkan. Kepentingan dan kebutuhan stakeholder merupakan variabel yang harus diperhatikan dalam memberikan pelayanan prima.
Sebagai kantor yang memberikan pelayanan kepada publik, KPPN Samarinda senantiasa selalu berusaha meningkatkan kualitas kinerja dan kualitas pelayanan kepada stakeholder. Salah satu cara yang dilakukan adalah pelatihan Service Excellent yang rutin diadakan setiap tahun. Pelatihan service excellent pada tahun 2018 diadakan pada tanggal 31 Juli dan 1 Agustus 2018 dipimpin oleh Widyaiswara Ahli Madya Pusdiklat Pengembangan SDM Kementerian Keuangan, Bapak Bambang Kismanto di Aula Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur.
Salah satu upaya mengembangkan service excellent adalah dengan memahami stakeholder. Pasang senyum yang ramah, berikan salam lalu tanyakan keperluannya. Apabila mereka menyampaikan sesuatu, maka dengarkan dengan baik dan jangan memotong perkataannya. Setelah itu berikan tanggapan atau tindakan yang tepat agar tidak merugikan kedua belah pihak.
Hal penting selain itu yang sering kali lepas dari perhatian kita adalah cara berpenampilan, kerapian meja loket dan sikap saat melayani.
Di zaman dimana teknologi berkembang dengan sangat cepat, di situ pula kebUtuhan dan keinginan setiap orang akan meningkat. Banyak upaya yang dilakukan oleh kantor-kantor pelayanan dalam memanjakan stakeholdernya. Penambahan sarana prasarana dilakukan agar stakeholder merasa puas akan layanan yang diberikan. Contohnya seperti pemasangan wi-fi, penyediaan makanan ringan, ruang laktasi, tempat bermain anak dan lain sebagainya.
Peningkatan pelayanan secara “fisik” seperti contoh tersebut semakin lama akan semakin “melelahkan”. Penambahan fasilitas seperti itu pastinya mengeluarkan biaya yang mungkin tidak sedikit. Selain itu, seiring berjalannya waktu efektivitas pelayanan tersebut akan semakin berkurang dihadapkan dengan sifat dasar manusia yang tidak pernah puas dan selalu menginginkan lebih.
Peningkatan pelayanan yang lebih efektif daripada membangun “fisik” adalah dengan membangun sikap perilaku yang positif. Sikap yang ramah saat melayani, bersenda gurau, berbincang-bincang untuk mengenal lebih akrab atau inovasi-inovasi kecil seperti memberikan kejutan ulang tahun untuk stakeholder merupakan upaya membentuk suasana yang nyaman. Dengan terciptanya iklim yang nyaman, maka stakeholder akan merasa puas dengan pelayanan yang kita berikan.
Perilaku utama Kementerian Keuangan yang ke empat tidak hanya sebagai hiasan belaka. Bekerjalah dengan hati, dengan sungguh-sungguh karena bekerja adalah ibadah. Bekerja tidak hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk orang lain dan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu lakukan setiap pekerjaan dengan niat yang tulus dan ikhlas, jadikan setiap langkah dan tetes keringat kita dalam bekerja memberikan manfaat bagi orang lain.
Salam Perbendaharaan.
Sukses Mulia.

