Tebing Tinggi, djpbn.kemenkeu.go.id/kppn/Tebing Tinggi
Dalam rangka menyemarakkan kemuliaan bulan suci Ramadhan 1439 H, KPPN Tebing Tinggi menggelar acara buka puasa bersama yang dihadiri oleh pegawai dan PPNPN, dan mengundang anak-anak yatim yang berada disekitar lokasi kantor. Acara dilaksanakan pada hari Rabu, 6 Juni 2018.
Acara dimulai pukul 17.30 WIB dan diawali dengan kata sambutan Kepala KPPN Tebing Tinggi, Edy Purwanto. Dalam sambutannya, Edy Purwanto antara lain menyampaikan “Acara ini diadakan selain sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan amal ibadah kita di bulan Suci ramadhan, juga sebagai sarana silaturahmi bagi seluruh keluarga besar KPPN Tebing Tinggi, baik pegawai maupun PPNPN. Acara ini juga sebagai wujud kepedulian kita untuk berbagi dengan anak-anak yatim yang kurang beruntung, yang berada disekitar kita.” Disamping itu, acara ini digelar sebagai wujud komitmen seluruh pegawai KPPN Tebing Tinggi, untuk menerapkan prinsip work-life balance dalam menjalani kehidupan. Menjaga keseimbangan antara menjalani rutinitas pekerjaan yang cukup intens, dengan kehidupan pribadi, khususnya kehidupan spiritual pegawai.
Setelah sambutan kepala kantor, acara kemudian diisi dengan tausiah (ceramah) dari Ustaz Emil Sofyan. Mengawali ceramahnya, Ustaz Emil Sofyan melontarkan pernyataan yang cukup menggelitik, “selama ini, orang lebih familiar dengan kondisi atau istilah manusia yang mencari rizki. Padahal, tahukah bapak-ibu, ternyata ada orang yang hidupnya dikejar-kejar rizki. Siapakah orang-orang ini?” kata ustaz emil sofyan mengawali tausiahnya. “tentunya, rizki disini jangan dipahami hanya sebatas uang saja, tapi rizki dalam arti luas. Bisa beribadah dengan tenang, kesehatan, punya keluarga yang menentramkan jiwa, lingkungan sekitar yang aman dan nyaman dll, termasuk dalam pengertian rizki,” kata ustadz menambahkan.
Menurut ustaz Emil Sofyan, orang-orang yang selalu dikejar-kejar rizki adalah :
1. Anak-anak
Banyak anak banyak rizki, mungkin ungkapan yang pas untuk menggambarkan bagaimana anak-anak itu selalu diikuti oleh rizki. “kalau bapak-ibu perhatikan, kalau kita punya anak, ketika anak kita butuh sesuatu, maka selalu pas ada rizki yang menghampiri kita. Maka upayakan ketika kita punya rizki, penuhi keinginan-keinginan mereka, bahagiakan anak-anak kita, karena rizki itu datang bisa jadi sebab kehadiran mereka,“ kata ustadz Emil Sofyan. Ustadz Emil juga menyampaikan contoh-contoh bagaimana anak-anak itu termasuk yang dikejar-kejar rizki. “betapa banyak kasus anak-anak yang selamat dari berbagai kecelakan/musibah di darat, laut maupun di udara, padahal orang tua yang bersama bersama mereka menjadi korban kecelakaan tersebut” tambah ustadz emil sofyan.
2. Orang gila
Kenapa orang gila termasuk orang yang dikejar-kejar rizki? Menurut Ustadz Emil Sofyan, mereka (orang gila) dikaruniai rizki berupa fisik yang kuat, meski mereka kurang akal, tidur dijalanan, dan seringkali makan makanan yang sudah basi. “bayangkan kalau kita tidur di jalanan dan makan makanan yang sudah basi, tentu kita sudah terserang penyakit,” ustadz emil sofyan mencoba memberikan perbandingan. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita tidak melupakan keberadaan mereka. Jika di bulan suci Ramadhan ini kita sering memberikan makanan berbuka di masjid-masjid atau ke orang-orang miskin, maka sudah seharusnya kita juga memberi bantuan ke orang-orang gila yang mungkin kita jumpai. “Orang-orang miskin mungkin sudah banyak yang memperhatikan,tetapi siapa yang peduli dengan orang-orang gila? Sedekah kepada mereka sama pahalanya dengan sedekah ke orang-orang miskin,” ustaz Emil menambahkan.
3. Orang sakit
Sakit adalah ujian dari Allah SWT. Ketika kita sakit, rizki seringkali mendatangani kita. Rizki berupa kunjungan dari saudara, tetangga dan teman-taman yang mendoakan kita, dan tidak jarang membawakan buah-buahan atau roti kepada kita. “ketika kita mengunjungi orang sakit, ada adab-adab yang perlu kita perhatikan. Rasullullah SAW mengajarkan untuk berada pada posisi disamping/diatas kepala orang sakit kemudian mendoakannya” kata ustaz Emil Sofyan. Selanjutnya ustaz Emil Sofyan menutup tausiah dengan membaca doa.
Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan sholat maghrib berjamaah. Menu sop iga, sate daging dan ayam serta sop buah segar menjadi hidangan menu buka bersama kali ini.
Sebagai bagian akhir dari kegiatan kali ini, adalah pemberian bingkisan lebaran dan uang santunan kepada anak-anak yatim yang hadir pada acara. Perasaan senang dan bahagia terpancar dari senyum anak-anak yatim.

Oleh : Kontributor KPPN Tebing Tinggi




