Realisasi APBN yang disalurkan melalui KPPN Wates sampai dengan bulan Agustus 2024 telah mencapai Rp1,086,733,382,362 atau sebesar 70.44% dari total pagu yaitu sebesar Rp1,542,873,889,000.
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Wates
Jalan K.H. Ahmad Dahlan km 2,2 Wates, Kab. Kulon Progo, D.I. Yogyakarta, lihat peta klik di sini
Realisasi APBN yang disalurkan melalui KPPN Wates sampai dengan bulan Agustus 2024 telah mencapai Rp1,086,733,382,362 atau sebesar 70.44% dari total pagu yaitu sebesar Rp1,542,873,889,000.
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Wates sukses menyelenggarakan forum konsultasi publik yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan keuangan negara. Acara ini berlangsung pada hari Rabu, 14 Agustus 2024 di Aula KPPN Wates.
Forum konsultasi publik ini merupakan bagian dari upaya KPPN untuk melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam proses peningkatan pelayanan, kinerja dan transparansi terkait pengelolaan anggaran dan belanja negara. Acara ini dihadiri oleh perwakilan berbagai unsur masyarakat, termasuk pejabat pemerintah, akademisi, Vendor/UMKM, wartawan, serta perwakilan organisasi masyarakat sipil. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPKAD Kabupaten Kulon Progo, Taufiq Amrullah, Akademisi dari UNY, Dr. Adeng Pustikaningsih, M.Si, jajaran Pimpinan Forkopimda,para Pimpinan Perbankan, Pimpinan Cabang BPD DIY Cabang Wates, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank Syariah Mandiri, Kepala KPP Pratama Wates, Panewu Kapanewonan Temon, para owner Vendor dan UMKM, perwakilan LSM/Ormas Pemuda Muhammadiyah Kab. Kulon Progo, serta perwakilan jogjapaper.net sebagai perwakilan media massa.

Ririn Mardiyani, Kepala KPPN Wates, dalam paparannya menyampaikan bahwa Forum ini merupakan wujud komitmen KPPN Wates dalam meningkatkan keterbukaan dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Partisipasi aktif masyarakat akan sangat membantu menjaga dan meningkatkan transparansi dan kinerja pengelolaan APBN serta peningkatan pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat karena telah mempertimbangkan perspektif yang lebih luas dan beragam.”
Selama forum, seluruh perwakilan peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan masukan mengenai berbagai aspek pengelolaan keuangan APBN, termasuk penggunaan anggaran dan efektivitas program-program pemerintah yang di danai APBN dan sebagian APBD. Diskusi juga mencakup isu-isu terkini dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan anggaran negara.
Taufiq Amrullah, Kepala BPKAD Kab.Kulon Progo menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian KPPN sebagai Kantor Pelayanan, serta apresiasi atas kegiatan Forum ini. Kulon Progo sudah memiliki bandara YIA sebagai pendorong kemajuan perekonomian masyarakat, namun akan lebih meningkat lagi jika keselarasan APBN yang dianggarkan dan APBD yang membiayai pembangunan di wilayah kabupaten Kulon Progo dapat dikelola secara maksimal. Kita punya mimpi besar bahwa semua ASN kita itu bersih.

Sedangkan Dr. Adeng Pustikaningsih, M.Si, sebagai perwakilan akademisi dari UNY juga menambahkan bahwa bangkitnya Institusi Pendidikan seperti UNY akan sangat berkontribusi dalam kemajuan pembangunan di Kabupaten Kulon Progo dan siap berkolaborasi dalam berbagai event untuk peningkatan dan kemajuan pembangunan masyarakat Kulon Progo. Hal yang disoroti juga terkait pemaparan SOP KPPN yang sangat spesifik terkait waktu jam penyelesaian pelayanan, hal ini menunjukkan jaminan kecepatan dan integritas layanan KPPN.
Acara ini juga mencakup sesi tanya jawab yang dinamis, banyaknya testimoni dan masukan dari para peserta menunjukkan bahwa forum ini sangatlah penting karena telah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk langsung berbicara dan menyampaikan berbagai harapan bahkan sekaligus menjawab adanya kekuatiran sebagian masyarakat atas pengelolaan APBN.
Hasil dari forum ini dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani bersama oleh seluruh perwakilan masyarakat yang hadir. Ini digunakan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam perencanaan dan pelaksanaan program keuangan negara ke depan.
Sebagai penutup, seluruh peserta berkesempatan untuk mengikuti office tour yang dipandu oleh Kepala KPPN untuk dapat memotret sudut-sudut KPPN Wates dan aktifitasnya.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui KPPN Wates melakukan Treasury Goes to School di SMA Negeri I Wates pada moment Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2024/2025. Ini dalam rangka mengenalkan fungsi Kementerian Keuangan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat, terutamama generasi muda terkait pentingnya peran APBN dalam pengelolaan keuangan negara, serta sosialisasi anti korupsi sebagai upaya dini penanaman dan penajaman integritas terhadap generasi muda.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 16 Juli 2024 bertempat di Gedung Aula SMA Negeri 1 Wates. Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan
Di hadapan ratusan siswa dan siswi, dipaparkan tentang pentingya APBN, postur APBN tahun 2024, karakteristiknya, fungsinya, kendalanya, bahkan juga disampaikan tentang besarnya harapan bangsa Indonesia terhadap keberhasilan pendidikan yang tergambar dari anggaran pendidikan yang digelontorkan untuk di manfaatkan dan dikelola. Harusnya ini menjadi tantangan bagi kita semua, baik kalangan pendidik dan para siswa, termasuk para pengelolanya.
"Disini kita mengedukasi siswa-siswi SMA, agar wawasan generasi kita semakin terbuka, tidak hanya belajar akademis di dalam kelas, namun juga belajar langsung dari para praktisi, dalam hal ini praktisi keuangan yang telah berpengalaman dalam pengelolaan APBN." kata Kepala KPPN Wates, Ririn Mardiyani. Dalam Kegiatan Treasury Goes to School di SMA Negeri 1 Wates

Masyarakat harus tau bahwa APBN kita adalah salah satu tools utama yang berperan dalam menjaga keberhasilan cita-cita pembangunan dalam bernegara, namun tanpa pengelolaan yang baik, fungsi itu akan hilang dan sangat berpotensi untuk menurunkan kualitas bangsa dan negara ini. Di sinilah para generasi muda ditantang untuk bercita-cita agar mampu mengambil peran dalam mensukseskan APBN dengan memaksimalkan potensi dirinya. Generasi inilah yang kelak akan menggantikan peran kita di masa depan, sehingga harus dipersiapkan untuk menjadi SDM yang unggul dan berintegritas. Untuk inilah, penyuluhan Anti Korupsi wajib diberikan. Sebagai generasi muda penerus estafet pembangunan, para pelajar SMA, terutama siswa yang baru memasuki jenjang yang lebih tinggi, perlu diberikan pemahaman tentang nilai-nilai seperti tanggung jawab, kedisiplinan dan kejujuran. Nilai-nilai moral ini akan membentuk karakter pelajar yang kuat dan mencegah terjadinya tindakan korupsi di masa depan. Nadhiroh Yumna sebagai Penyuluh Antikorupsi (PAKSIAPI DANA RAKCA) dan Ria Yoanita sebagai Duta Transformasi KPPN Wates berkolaborasi menyampaikan materi dan games terkait dengan 9 nilai-nilai antikorupsi. Para siswa kelas X terlihat sangat antusias berinteraksi bertanya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh narasumber dan mengikuti penyuluhan antikorupsi dengan semangat.
KPPN Wates akan terus bersinergi dengan seluruh kalangan masyarakat dan akademisi dalam mengedukasi terkait APBN dan Anti Korupsi, ini sejalan dengan Langkah-langkah KPPN Wates yang saat ini tengah berjuang untuk mendapatkan predikat Wilayah Birokrasih Bersih dan Melayani (WBBM) di Tahun 2024.
Realisasi APBN yang disalurkan melalui KPPN Wates sampai dengan bulan Mei 2024 telah mencapai Rp637,238,182,345 atau sebesar 41.70% dari total pagu yaitu sebesar Rp1,528,099,191,000.
Realisasi APBN yang disalurkan melalui KPPN Wates sampai dengan bulan Juli 2024 telah mencapai Rp954,796,446,891 atau sebesar 61.88% dari total pagu yaitu sebesar Rp1,542,873,889,000.
Sejalan dengan pesatnya perkembangan penggunaan teknologi informasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, Besar harapan di sematkan di Pundak DJPb, agar tidak hanya menjadi pengelola perbendaharaan yang tradisional, namun lebih dari itu, mampu mengembangkan tugas dan fungsinya, agar dapat berperan lebih luas dapat menganalisa keuangan negara serta mampu berperan sebagai intellectual fiscal leader, Regional Chief Economist, sekaligus Financial Advisor.
Peran dimaksud telah dilembagakan pada instansi vertikal DJPb melalui implementasi shadow organization sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor KEP-2/PB/2023 dan Nomor KEP-3/PB/2023 sejak Januari 2023. Dan untuk saat ini, berdasarkan evaluasi atas implementasi shadow organization serta hasil tinjauan atas perkembangan regulasi di bidang keuangan negara dan perbendaharaan, telah dirumuskan pelaksanaan tugas dan fungsi KPPN sebagai Financial Advisor yaitu Central Government Advisory, Local Government Advisory dan Special Mission Advisory.
Terbitnya Perdirjen Perbendaharaan nomor PER-5/PB/2024 tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Pelaksanaan Anggaran Tahun 2024 menjadi momen penting yang menyertai pengimplementasian tugas Financial Advisor, terutama Central Government Advisory.
Selaku Bendahara Umum Negara, Kementerian Keuangan sangat berkepentingan dalam mengawal pelaksanaan pengelolaan APBN pada seluruh Kementerian Negara/Lembaga untuk mewujudkan ketercapaian output dan outcome Belanja Pemerintah. Salah satu upaya yang bisa dilakukan sesuai kewenangan saat ini adalah melalui aktifitas pengendalian dan pemantauan, serta evaluasi kinerja anggaran terhadap pelaksanaan anggaran belanja Kementerian/Lembaga atau dengan penilaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA). Hal ini sejalan dengan peraturan Menteri Keuangan no.62 th 2023 Tentang Perencanaan Anggaran, Pelaksanaan Anggaran, serta Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. Aktifitas pengendalian, pemantauan serta evaluasi kinerja anggaran ini juga dalam rangka meyakinkan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan akan dapat menghasilkan output belanja yang bermanfaat serta dapat dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya.
Terbitnya Perdirjen Perbendaharaan nomor PER-5/PB/2024 yang berisi reformulasi dalam penilaian IKPA ini sekaligus juga sebagai bukti bahwa Dirjen Perbendaharaan terus berusaha menyempurnakan dan memaksimalkan peranannya dalam mengawal pengelolaan pelaksanaan anggaran. Sebagai acuan pengendalian, IKPA terus dievaluasi dan disempurnaan melalui beberapa tahap reformulasi, baik pemberlakuan reformulasi di tahun 2022 dan reformulasi pada tahun 2024 ini.

Sebagai salah satu Langkah kongkret implementasinya, KPPN Wates terus aktif berkegiatan dengan seluruh satker di wilayah bayarnya. Peran Financial advisor, IKPA dan reformulasi IKPA ini menjadi materi penting yang telah disampaikan kepada seluruh stakeholder mitra kerja KPPN Wates melalui forum one on one meeting dalam kelas kecil dengan mengambil titik lokasi pertemuan yang disepakati antara tim KPPN dengan Satuan Kerja.
Dipilihnya metode one on one meeting dengan lokasi yang berbeda ini merupakan salah satu wujud kesepakatan antara KPPN dengan satker. Agenda ini diharapkan dapat meningkatkan efektifitas pencapaian tujuan yang ingin dicapai, yaitu menggali berbagai permasalahan maupun potensi satker, disamping untuk peningkatan pemahaman dan motivasi terkait pengelolaan anggaran serta mendorong seluruh Satuan Kerja untuk mengimplementasikan digitalisasi pembayaran dalam pengelolaan APBN.
Bisa jadi, pengembangan tugas dan fungsi KPPN kali ini tidak sesederhana ketika harus menyelesaikan tugas-tugas teknis pengelolaan APBN, karena banyak hal non teknis yang menjadi faktor penentu keberhasilan dalam penyelesaian tugas ini, diantaranya adalah sikap kooperatif dari stakeholder yang menjadi rekanan KPPN dalam menguatkan peranannya. Untuk hal tersebut, KPPN Wates harus bisa terus berada mendampingi dan membersamai Satuan Kerja sebagaimana tugas financial advisor. KPPN Wates memposisikan diri sebagai mitra terbaik yang siap menampung segala masukan untuk perbaikan layanan kepada semua stakeholdernya.
Beruntung KPPN Wates memiliki satker-satker mitra kerja yang sangat kooperatif sehingga dapat bersinergi dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan.
Kegiatan one on one meeting dengan kelas kecil ini telah dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan pada periode Triwulan II bulan Mei 2024, lokasinya pun tidaklah sama, yang pertama di laksanakan pada tanggal 16 Mei 2024 bertempat di Ruang rapat SANIKA SATYAWADA POLRES Kulon Progo dengan dihadiri oleh Polres Kulon Progo, Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates, Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Badan Pusat Statistik Kab. Kulon Progo, dan Kantor Pertanahan Kab. Kulon Progo. Berikutnya yang kedua dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2024 bertempat di Aula gedung PLHUT Kantor Kementerian Agama Kab. Kulon Progo dengan di hadiri oleh Satker lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, dan pertemuan yang ketiga telah dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2024 bertempat di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Kulon Progo dengan dihadiri oleh Kejaksaan Negeri Kulon Progo, Pengadilan Negeri Wates, Pengadilan Agama Wates, KPU Kabupaten Kulon Progo, Rumah Tahanan Negara Wates, dan Kantor Rupbasan Wates.
Ada sepakat yang tak tertulis, bahwa masih ditemukan berbagai tantangan dalam pengelolaan anggaran yang harus di hadapi bersama, yaitu pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai rencana kegiatan, realisasi penyerapan anggaran yang tidak sesuai dengan RPD,pola penyerapan anggaran yang tidak ideal dan menumpuk di akhir periode, termasuk digitalisasi pembayaran dalam pengelolaan anggaran yang masih bisa ditingkatkan implementasinya. Namun juga ada tekad bersama, bahwa KPPN dengan seluruh Satuan Kerja akan terus berdampingan menjawab tantangan tersebut.
Poin besar dalam rangkaian kegiatan ini adalah motifasi saling menguatkan di antara seluruh pengelola keuangan satuan kerja dalam memaksimalkan kinerja pelaksanaan anggaran yang dikelolanya, meningkatkan kualitas belanja negara, memastikan bahwa setiap K/L mengeksekusi setiap belanja negara berdasarkan konsep value for money dengan memanfaatkan adanya instrumen yang memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan anggaran (IKPA) baik dari sisi input value maupun output yang dihasilkan.
Memasuki Triwulan II bulan April Tahun Anggaran 2024, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Wates Kembali menyelenggarakan kegiatan Selapanan III sekaligus Halal bi Halal dengan melibatkan seluruh Satuan Kerja instansi vertikal Kementerian/Lembaga di wilayah Kabupaten Kulon Progo, Perbankan, UMKM, dan Vendor mitra kerjanya pada hari Jumat, 26 April 2024 bertempat di Ruang Terbuka Sinergi KPPN Wates.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pejabat pengelola keuangan Satuan Kerja, Baik Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Penanda Tangan SPM, Bendahara, maupun Operator dengan menyertakan kehadiran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan produk-produk yang menjadi unggulan mereka.
“APBN harus ikut memutar roda perekonomian melalui UMKM disekitar kita”, demikian penekanan kegiatan kali ini yang mengusung tema “Bersinergi dalam meningkatkan Kinerja Pelaksanaan Anggaran dan pemberdayaan UMKM”.
“Sebagai kantor yang sedang berjuang meraih predikat WBK/WBBM di tahun 2024 ini, KPPN Wates akan terus menginisiasi dan mendorong adanya komitmen bersama dalam pelaksanaan anggaran yang penuh integritas dalam meningkatkan kinerja pengelolaan anggaran”, demikian diungkapkan oleh Ririn Mardiyani selaku Kepala KPPN Wates dalam menyampaikan materi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

Apresiasi diberikan kepada seluruh instansi vertikal atas kinerja pengelolaan anggaran, karena memperoleh nilai capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) dengan nilai 99,95 pada periode Triwulan I 2024. Sebagai salah satu parameter penilaian kinerja pengelolaan anggaran ini menunjukkan bahwa kualitas pengelolaan anggaran semakin meningkat, baik dari sisi perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran maupun kualitas hasil pelaksanaan anggarannya.
Sampai dengan bulan April 2024 realisasi belanja APBN untuk wilayah Kulon Progo sebesar Rp447.868.452.197,00 atau 30% dari total pagu sebesar Rp1.49 Triliun. Realisasi APBN tersebut terdiri atas belanja Pegawai Rp84,07 Miliar, belanja barang Rp44,17 Miliar, belanja modal Rp949,58 Miliar dan transfer ke daerah sebesar Rp318,67 Miliar.
Pada sesi sharing, KPPN Wates bersinergi dengan Kanwil BRI Yogyakarta dan BRI Kanca Kulon Progo untuk mendorong Implementasi Transformasi Digitalisasi dalam pengelolaan keuangan pemerintah dalam pemanfaatan Kartu Kredit Pemerintah (KKP), Cash Management System (CMS), dan Platform Digipay-Marketplace, sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per-7/PB/2022.
Sebagai implementasi fungsi KPPN dalam Financial Advisor, terutama menjalankan fungsi Special Mission Advisory, kehadiran para praktisi UMKM benar-benar telah memberikan suasana yang berbeda, antusiasme pelaku UMKM maupun Satuan Kerja tampak dari ramainya transaksi atas produk-produk yang mereka paparkan dalam “Buka Lapak UMKM” yang khusus disediakan. Produk-produk usaha rintisan seperti aneka produk keripik dan makanan ringan, aneka produk jamu, aneka produk minuman berbahan gula semut, produk tahu dan makanan tradisional yang di paparkan saat itu menjadi penanda bahwa UMKM kita layak untuk terus kita bina dan damping agar semakin naik kelas di negeri ini.
