Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) membuka kesempatan bagi seluruh lulusan pendidikan menengah lulusan tahun 2024 dan sebelumnya atau calon lulusan tahun 2025 untuk mengikuti SPMB PKN STAN tahun 2025. SPMB PKN STAN tahun 2025 akan dilaksanakan dalam 5 tahapan seleksi, yaitu: Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar, Seleksi Lanjutan I, Seleksi Lanjutan II dan Seleksi Lanjutan III. Pengumuman SPMB PKN STAN tahun 2025 akan diterbitkan bersamaan dengan pengumuman Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan tahun 2025 dari Kementerian PAN-RB.
Silakan menunggu update informasi terkait hal tersebut di website www.pknstan.ac.id dan media sosial PKN STAN.
Belakangan ini, marak terjadi penipuan yang mengakibatkan korban kehilangan dana akibat mengklik tautan atau file dari pesan tertentu, misalnya mengatasnamakan undangan pernikahan atau paket kiriman. Berikut beberapa motif yang digunakan para penipu:
Dalam semangat menyambut Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) tahun 2024 yang mengusung tema "Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju," Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Wates menggelar kampanye antikorupsi pada Jumat (15/11) di Alun-Alun Wates. Tema ini mencerminkan pentingnya penguatan komitmen seluruh elemen bangsa untuk memberantas korupsi sebagai langkah mewujudkan tujuan pembangunan nasional.
Realisasi APBN yang disalurkan melalui KPPN Wates sampai dengan bulan Agustus 2024 telah mencapai Rp1,086,733,382,362 atau sebesar 70.44% dari total pagu yaitu sebesar Rp1,542,873,889,000.
Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2024 yang mengusung tema "Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju", Pada tanggal 21 November 2024 KPPN Wates menggelar kegiatan Treasury Goes To School 2024 di MTsN 4 Kulon Progo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus menanamkan nilai-nilai antikorupsi sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang berintegritas.
Dalam acara ini, Kepala KPPN Wates, Ibu Ririn Mardiyani, menyampaikan materi tentang pengertian dan fungsi APBN sebagai salah satu alat strategis negara dalam mencapai tujuan pembangunan nasional. Beliau menekankan pentingnya memahami bahwa setiap rupiah dalam APBN harus digunakan secara bertanggung jawab untuk kesejahteraan masyarakat.

Selaras dengan tema Hakordia 2024, kegiatan ini juga menghadirkan sesi khusus tentang edukasi antikorupsi yang disampaikan oleh ibu Nadhiroh Yumna yang merupakan pelaksana pada KPPN Wates sekaligus Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) mitra Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nadhiroh Yumna memberikan materi tentang 9 nilai utama antikorupsi, kesembilan nilai itu adalah jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil . Untuk memperkuat pesan moral tersebut, sesi ini dirancang secara interaktif melalui permainan edukatif yang melibatkan para siswa.

Sebagai bagian dari peringatan Hakordia, kegiatan ini juga menegaskan kembali komitmen KPPN Wates terhadap penyelenggaraan layanan yang bebas dari korupsi. Masyarakat diimbau untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran melalui saluran resmi yang telah disediakan.
Dengan mengintegrasikan peringatan Hakordia 2024 dalam kegiatan edukasi ini, KPPN Wates berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk terus menjunjung tinggi integritas dan berperan aktif dalam menciptakan Indonesia yang lebih maju, bebas dari korupsi.

Dalam rangka memperkuat komitmen menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Wates mengadakan Sharing Session Persiapan Penilaian Zona Integritas pada hari Selasa, 8 Oktober 2024. Acara ini berlangsung di Aula Lantai II KPPN Wates dan dihadiri oleh perwakilan berbagai unit kerja di Kabupaten Kulon Progo yang akan mengikuti penilaian WBK/WBBM.
KPPN Wates sebagai inisiator Kulon Progo Forum Integrity berkomitmen untuk terus mendorong penerapan Zona Integritas di berbagai lembaga pemerintahan di Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan upaya untuk memberikan pemahaman dan panduan strategis terkait persiapan penilaian WBK dan WBBM, sehingga setiap unit kerja dapat mempersiapkan diri dengan optimal.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Kepala KPPN Wates, Ibu Ririn Mardiyani, yang menekankan pentingnya integritas dalam pelayanan publik dan harapan besar bahwa seluruh peserta dapat meraih predikat WBK/WBBM.
Sesi utama kegiatan ini menghadirkan Ibu Kutfi Jusmintari, Kepala Bidang Supervisi KPPN dan Kepatuhan Internal, Kanwil DJPb Provinsi D.I. Yogyakarta, sebagai narasumber. Dalam presentasinya, Ibu Kutfi membagikan pengalaman dan strategi sukses yang diterapkannya dalam mengikuti penilaian WBBM tahun 2023. Beliau menekankan bahwa komitmen terhadap integritas dan pelayanan prima merupakan kunci dalam meraih predikat WBK dan WBBM.
Sesi diskusi interaktif yang berlangsung setelah pemaparan narasumber mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Berbagai pertanyaan diajukan terkait tantangan dan langkah-langkah strategis yang dapat diambil dalam persiapan menuju WBK/WBBM. Diskusi ini memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk saling berbagi pengalaman dan solusi.
Kegiatan Sharing Session ini diharapkan dapat menjadi dorongan positif bagi seluruh unit kerja di Kabupaten Kulon Progo untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik menghadapi penilaian WBK dan WBBM tahun 2024. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen kuat, KPPN Wates dan seluruh mitra kerja diharapkan dapat meraih predikat WBK/WBBM sebagai bukti peningkatan kualitas birokrasi yang lebih bersih, transparan, dan profesional.
Acara ditutup dengan harapan besar dari seluruh pihak agar kerja keras dan komitmen bersama ini dapat membuahkan hasil yang maksimal. Dengan dukungan penuh dari seluruh unit kerja dan mitra KPPN Wates, predikat WBK/WBBM diharapkan dapat diraih, demi terwujudnya birokrasi yang melayani dengan integritas dan profesionalisme tinggi.

KPPN Gelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk Meningkatkan Transparansi Pengelolaan Keuangan Negara
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Wates sukses menyelenggarakan forum konsultasi publik yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan keuangan negara. Acara ini berlangsung pada hari Rabu, 14 Agustus 2024 di Aula KPPN Wates.
Forum konsultasi publik ini merupakan bagian dari upaya KPPN untuk melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam proses peningkatan pelayanan, kinerja dan transparansi terkait pengelolaan anggaran dan belanja negara. Acara ini dihadiri oleh perwakilan berbagai unsur masyarakat, termasuk pejabat pemerintah, akademisi, Vendor/UMKM, wartawan, serta perwakilan organisasi masyarakat sipil. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPKAD Kabupaten Kulon Progo, Taufiq Amrullah, Akademisi dari UNY, Dr. Adeng Pustikaningsih, M.Si, jajaran Pimpinan Forkopimda,para Pimpinan Perbankan, Pimpinan Cabang BPD DIY Cabang Wates, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank Syariah Mandiri, Kepala KPP Pratama Wates, Panewu Kapanewonan Temon, para owner Vendor dan UMKM, perwakilan LSM/Ormas Pemuda Muhammadiyah Kab. Kulon Progo, serta perwakilan jogjapaper.net sebagai perwakilan media massa.

Ririn Mardiyani, Kepala KPPN Wates, dalam paparannya menyampaikan bahwa Forum ini merupakan wujud komitmen KPPN Wates dalam meningkatkan keterbukaan dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Partisipasi aktif masyarakat akan sangat membantu menjaga dan meningkatkan transparansi dan kinerja pengelolaan APBN serta peningkatan pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat karena telah mempertimbangkan perspektif yang lebih luas dan beragam.”
Selama forum, seluruh perwakilan peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan masukan mengenai berbagai aspek pengelolaan keuangan APBN, termasuk penggunaan anggaran dan efektivitas program-program pemerintah yang di danai APBN dan sebagian APBD. Diskusi juga mencakup isu-isu terkini dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan anggaran negara.
Taufiq Amrullah, Kepala BPKAD Kab.Kulon Progo menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian KPPN sebagai Kantor Pelayanan, serta apresiasi atas kegiatan Forum ini. Kulon Progo sudah memiliki bandara YIA sebagai pendorong kemajuan perekonomian masyarakat, namun akan lebih meningkat lagi jika keselarasan APBN yang dianggarkan dan APBD yang membiayai pembangunan di wilayah kabupaten Kulon Progo dapat dikelola secara maksimal. Kita punya mimpi besar bahwa semua ASN kita itu bersih.

Sedangkan Dr. Adeng Pustikaningsih, M.Si, sebagai perwakilan akademisi dari UNY juga menambahkan bahwa bangkitnya Institusi Pendidikan seperti UNY akan sangat berkontribusi dalam kemajuan pembangunan di Kabupaten Kulon Progo dan siap berkolaborasi dalam berbagai event untuk peningkatan dan kemajuan pembangunan masyarakat Kulon Progo. Hal yang disoroti juga terkait pemaparan SOP KPPN yang sangat spesifik terkait waktu jam penyelesaian pelayanan, hal ini menunjukkan jaminan kecepatan dan integritas layanan KPPN.
Acara ini juga mencakup sesi tanya jawab yang dinamis, banyaknya testimoni dan masukan dari para peserta menunjukkan bahwa forum ini sangatlah penting karena telah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk langsung berbicara dan menyampaikan berbagai harapan bahkan sekaligus menjawab adanya kekuatiran sebagian masyarakat atas pengelolaan APBN.
Hasil dari forum ini dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani bersama oleh seluruh perwakilan masyarakat yang hadir. Ini digunakan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam perencanaan dan pelaksanaan program keuangan negara ke depan.
Sebagai penutup, seluruh peserta berkesempatan untuk mengikuti office tour yang dipandu oleh Kepala KPPN untuk dapat memotret sudut-sudut KPPN Wates dan aktifitasnya.



