Profil

Visi Misi Kanwil DJPb

Dashboard Ketahanan Pangan

Dashboard Ketahanan Pangan


Ketahanan Pangan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, berfokus pada upaya memastikan ketersediaan, akses, serta keberlanjutan pasokan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui kebijakan peningkatan produksi pertanian, diversifikasi pangan, dan perbaikan rantai distribusi, program ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada impor sekaligus menjamin ketersediaan pangan yang aman dan bergizi. Dashboard Ketahanan Pangan menyajikan gambaran terkini mengenai ketersediaan, produksi, serta dukungan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan di Provinsi Banten, yang menjadi bagian penting dari komitmen bersama untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan dan mendukung kesejahteraan masyarakat.



Update Informasi 25 September 2025

Dasar Hukum

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan Dan Gizi

Produksi Gabah Tahun 2025 (BPS s.d. Juli 2025)

5,800,000 Ton

Produksi Beras Tahun 2025 (BPS s.d. Juli 2025)

2,770,000 Ton

Pagu/Perkiraan Alokasi Dana (Rp): -

Real Belanja: -

% Real Belanja: -


Analisis Perkembangan Implementasi Program

  • Stabilitas pasokan & penyaluran SPHP - Bukti penyaluran Bulog Serang (800 ton s.d. Bulan September 2025) dan ekspansi ritel nasional menandakan ketersediaan pasokan namun efektivitas stabilisasi tergantung kecepatan & jangkauan distribusi lokal. Efektivitas SPHP akan maksimal jika titik distribusi diperluas (pasar tradisional, koperasi, ritel kecil).
  • Kesenjangan implementasi - Kebijakan serapan gabah Bulog sudah ada, namun hambatan teknis (kapasitas gudang, rotasi stok) membuat kebijakan tidak berjalan efektif. Ketergantungan pada tengkulak melemahkan posisi tawar petani, mengurangi keberlanjutan usaha tani, dan dapat berimbas ke produksi jangka panjang.

Isu Strategis

  • Bulog Kota Serang Salurkan 800 Ton Beras SPHP - sampai dengan Bulan September 2025 - SPHP ini berasal dari cadangan beras yang Bulog miliki dari 24 ribu ton cadangan beras dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Banten selama satu tahun ke depan.
  • Bulog Tak Serap Gabah, Petani di Kabupaten Pandeglang Jual ke Tengkulak - Kapasitas gudang Bulog yang penuh membuat hasil panen 5-7 ton gabah sekali panen petani tidak terserap maksimal (Biasanya Rp6.000/kg)​ ​

Rekomendasi

  • Skema penyaluran beras SPHP semakin terjadwalpengendalian harga beras di pasaran dapat berjalan efektif dengan intervensi yang sigap dari Bulog dan Pemkot/Pemkab atas harga yang fluktuatif.
  • Diharapkan ada BUMD yang bisa menyerap gabah petani - agar hasil panen petani tidak terpaksa dijual murah (Rp6.000/kg) ke tengkulak. Hingga saat ini belum berjalan karena butuh modal besar.
Update Informasi 18 September 2025
Update Informasi 11 September 2025
Update Informasi 4 September 2025
Update Informasi 21 Agustus 2025
Update Informasi 14 Agustus 2025
Update Informasi 8 Agustus 2025

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

Search