APBN KiTa
Provinsi Kepulauan Riau
” Kinerja APBN Yang Optimal Dukung Percepatan Ekonomi Kepulauan Riau”
Kanwil DJPb Provinsi Kepulauan Riau

Tanjungpinang, 27 Februari 2025 – Perekonomian Kepulauan Riau pada triwulan IV 2024 tumbuh sebesar 5,14% (yoy), lebih tinggi 0,12% poin dari angka pertumbuhan ekonomi Nasional sebesar 5,02% (yoy). Percepatan pertumbuhan ekonomi Kepri di sepanjang tahun 2024 sebesar 5,02% (ctc), menjadi yang tertinggi ke-3 di Sumatera setelah Sumut dan Sumsel dengan pertumbuhan 5,03% (ctc). Pertumbuhan ekonomi Kepri pada kuartal keempat ini dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara, serta adanya momentum Libur Nataru pada Triwulan IV 2024 turut mendorong aktivitas ekonomi di Kepri yang ditandai dengan meningkatnya penumpang di seluruh moda transportasi yang turut menstimulus aktivitas peningkatan pergerakan kegiatan ekonomi di Kepri.
Kontribusi Fiskal dan APBN juga sangat berperan dalam penguatan pertumbuhan ekonomi Regional Kepri. Pemerintah juga ikut mendorong daya beli masyarakat dengan melakukan stabilisasi harga melalui pengendalian inflasi. Penyaluran Dana Desa yang positif juga mampu mendorong pertumbuhan Investasi/PMTB. APBN melalui Belanja pegawai, layanan birokrasi, dan administrasi ikut memberikan dukungan kepada ekspansi perekonomian regional guna mendorong pergerakan pertumbuhan ekonomi di Kepri.
Inflasi Provinsi Kepri di bulan Januari 2025 tercatat sebesar 2,01% (yoy) dan sebesar 0,43% (mtm). Tingkat inflasi terbesar di bulan Januari 2025 masih didominasi oleh kelompok pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau yang memiliki andil inflasi sebesar 1,16% (yoy). Untuk komoditas dengan andil inflasi terbesar bulan Januari 2025 (yoy) didominasi oleh Emas Perhiasan, Cabai Merah, Cabai Rawit, Sewa Rumah, dan Beras.
Neraca perdagangan Kepri juga terus mencatat kinerja yang baik. Pada bulan Desember 2024, telah mencatat surplus perdagangan sebesar US$180,03 Juta. Surplus perdangangan terjadi akibat komponen ekspor yang mampu tumbuh positif dibandingkan dengan komponen impor. Surplus tersebut mampu memberikan dukungan bagi ekonomi Kepri untuk tetap tumbuh melalui kegiatan ekspor di Kepri, khususnya peralatan mesin dan listrik.
Nilai ekspor pada Desember 2024 tercatat sebesar US$1.730,84 Juta. Nilai ekspor tersebut mengalami pertumbuhan negatif 8,26% (yoy) dan 9,94 (mtm). Penurunan nilai ekspor dipengaruhi oleh nilai Ekspor Komoditas Hasil Industri sebesar 17,73% (yoy) sebagai komoditas yang mendominasi ekspor Kepri. Sementara untuk nilai impor Provinsi Kepulauan Riau pada Desember 2024 tercatat sebesar US$1.550,81 Juta, nilai Impor tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 17,76% (yoy) dan -5,07% (mtm). Penurunan nilai Impor dipengaruhi turunnya impor komoditas hasil industri sebesar -079% (mtm) dan komoditas hasil minyak yang turun 13,79% (mtm).
Kinerja APBN Tetap On Track
Dalam rapat ALCo Regional Deputies Provinsi Kepri bulan Februari 2025 disampaikan bahwa s.d 31 Januari 2025, Pendapatan Negara di regional Kepri telah terealisasi sebesar Rp891,51 miliar atau mencapai 5,98% dari target yang bersumber dari Penerimaan Perpajakan dan PNBP. Penerimaan Perpajakan menjadi penyumbang terbesar sebesar Rp660,85 miliar atau 74,12% dari total Pendapatan Negara dengan pertumbuhan minus 7,98% (yoy). Kinerja penerimaan tersebut pada APBN Kita didukung oleh kinerja kegiatan ekonomi yang baik, aktivitas produksi dan konsumsi yang terjaga, serta transaksi domestik yang stabil dan berkelanjutan.
Total Belanja APBN di Kepri sampai akhir Januari 2025 sebesar Rp1.139,27 miliar atau 7,04% dari total Pagu Belanja tahun 2025. Realisasi Belanja Pemerintah Pusat pada APBN sebesar Rp175,49 miliar atau 2,27% dari pagu, realisasi ini lebih rendah 13,16% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara realisasi tertinggi ada pada Belanja Pegawai sebesar Rp147,85 miliar atau 6,73% dari pagu dengan pertumbuhan 11,77% (yoy).
Selanjutnya, realisasi penyaluran Transfer Ke Daerah (TKD) Kepri sebesar Rp963,77 miliar atau 11,40% dari pagu. Sampai dengan akhir Januari 2025, Transfer ke Daerah telah tersalurkan untuk Dana Bagi Hasil dan Dana Alokasi Umum.
Strategic Issue
Kinerja penyaluran KUR di Kepri s.d 31 Januari 2025 sebesar Rp101,41 miliar untuk penyaluran KUR, sementara untuk skema Umi masih belum terdapat penyaluran.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Riau (Kanwil DJPb Kepri), Jalan Sultan Muhammad Syah, Dompak, Tanjungpinang.
Narahubung Media:
0813-7188-9930 (Muhadi)
Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.




