

Kementerian Keuangan melalui sinergi Kanwil DJPb Provinsi NTT bersama DJSEF, DSKPE, BPDLH, dan World Bank menyelenggarakan Sosialisasi dan Focus Group Discussion bertema “Pooling Fund Bencana (PFB) dan Strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana (PARB)” pada Selasa (03/02) di Aula Timor, Gedung Keuangan Negara Kupang. Kegiatan ini menghadirkan pemerintah daerah, instansi vertikal, serta para pemangku kepentingan untuk memperkuat kesiapan pembiayaan dalam menghadapi risiko bencana.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTT menegaskan bahwa sebagai wilayah kepulauan yang rentan bencana, NTT memerlukan mekanisme pendanaan yang tepat, terstruktur, dan responsif. Skema Pooling Fund Bencana diharapkan menjadi solusi untuk menghindari pengeluaran mendadak yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Diskusi juga menyoroti pentingnya transformasi ketahanan fiskal, pemanfaatan data spasial untuk mitigasi risiko, serta penguatan sinergi pusat dan daerah agar penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui langkah ini, pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi masyarakat dari dampak bencana.
Selengkapnya di Sosialisasi dan FGD Pooling Fund Bencana



