
Rapat Pleno ALCo Regional Sumatera Selatan Periode s.d. 31 Mei 2024 (19/6/2024)
Palembang, 27 Juni 2024 – Kinerja Perekonomian di Sumatera Selatan (Sumsel) hingga 31 Mei 2024 terjaga positif dan kuat, tingkat inflasi di bulan Mei 2024 sebesar 2,98% (yoy), neraca perdagangan surplus USD 0,001 triliun. Kinerja pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) wilayah Sumsel hingga 31 Mei 2024 menunjukkan kinerja yang optimal, realisasi pendapatan dan belanja negara menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023. Realisasi pendapatan negara sebesar Rp7,47 triliun mengalami kenaikan sebesar 5,61%% (yoy). Belanja negara terealisasi sebesar Rp18,28 triliun atau meningkat sebesar 24,11%% (yoy). Realisasi belanja negara tersebut terdiri dari belanja Kementerian/Lembaga (K/L) dan Transfer ke Daerah (TKD). Masing-masing terealisasi sebesar Rp6,60 triliun atau meningkat sebesar 40,70% (yoy), dan sebesar Rp11,68 triliun atau meningkat 16,36% (yoy). Hal ini disampaikan oleh Bapak Ferdinan Lengkong, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sumatera Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung sekaligus sebagai Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Wilayah Sumatera Selatan dalam rapat pleno Forum Asset and Liability Committee (ALCo) Sumatera Selatan yang beranggotakan seluruh kantor vertikal Kementerian Keuangan di Sumatera Selatan.
Kinerja pelaksanaan APBN Wilayah Sumsel optimal, realisasi pendapatan dan belanja negara menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan periode tahun lalu. Pendapatan negara dari sisi penerimaan perpajakan terealisasi sebesar Rp6,278.92 miliar atau terealisasi sebesar 31.54%. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama, realisasi ini mengalami pertumbuhan sebesar 3.94% (yoy). Sedangkan untuk penerimaan pajak sampai dengan 31 Mei 2024 mencapai 31.58% dari target APBN, dengan pertumbuhan positif sebesar 4.62% (yoy) hal ini dipengaruhi faktor peningkatan setoran PPh 21 di seluruh sektor yang menunjukkan baiknya level penghasilan karyawan serta serapan tenaga kerja. Dibandingkan dengan periode Mei tahun sebelumnya, realisasi penerimaan bea masuk sampai dengan 31 Mei 2024 juga mengalami peningkatan sebesar 19,05% (yoy). Dari sisi PNBP, menunjukkan kinerja yang positif dengan pencapaian penerimaan terdiri dari pendapatan PNBP Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp790,53 miliar, dan pendapatan PNBP Lainnya sebesar Rp404,50 miliar. PNBP aset, piutang, dan lelang di wilayah Sumsel sampai dengan 31 Mei 2024 mencapai Rp25,22 miliar. Total pendapatan Aset, Lelang dan Piutang Negara berkontribusi 2,11% dari total PNBP di Sumsel dan tumbuh 100% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kinerja belanja negara yang tumbuh positif didorong dari sisi belanja K/L dan penyaluran TKD yang mengalami peningkatan dan mencatatkan tren positif pada hampir semua jenis TKD. Belanja K/L dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur di Sumatera Selatan, kegiatan pemilu di 2024, beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Bidik Misi pada satuan kerja K/L Kementerian Agama, dan bantuan sosial Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial. Kinerja belanja negara ini digunakan untuk peningkatan pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, dan perlindungan sosial. Belanja pegawai sebesar Rp2,40 triliun atau 43,86% dari pagu, belanja barang sebesar Rp2,63 triliun atau 33,71% dari pagu, belanja modal sebesar Rp1,56 triliun atau 20,77% dari pagu, dan belanja bantuan sosial sebesar Rp9,51 miliar atau 38,75% dari pagu.
Kinerja penyaluran TKD terus menunjukkan tren positif hingga Mei 2024 dengan pertumbuhan sebesar 16,36% (yoy), tercatat Rp11,68 triliun atau 36,91% dari pagu (lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 29,14%). Faktor pendorong utamanya adalah pertumbuhan kinerja penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), serta Dana Desa di Sumsel. Di sisi lain, kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terus tumbuh positif dengan realisasi sebesar Rp3,55 triliun yang tersalur kepada 51.109 debitur.
Sebagai kesimpulan, perekonomian Sumsel terjaga positif, inflasi terkendali, dan aktivitas perekonomian masyarakat tetap dalam tren positif. APBN Wilayah Sumsel telah bekerja optimal yang ditunjukkan dengan pendapatan negara di wilayah Sumsel sampai dengan bulan Mei 2024 tumbuh secara year on year dan realisasi belanja negara lebih baik secara year on year.
Unduh dalam format PDF: Kinerja APBN Wilayah Sumsel Terjaga Positif dan Kuat
Pokja Kehumasan Sekretariat Bersama
Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Selatan

