Gedung Keuangan Negara Palembang Lt.2. Jl. Kapten A. Rival No. 2, Palembang

September 2024: Kinerja APBN Wilayah Sumsel Tumbuh Positif

Rapat Pleno ALCo Regional Sumatera Selatan Periode s.d. 30 September 2024, sekaligus FGD Makroekonomi dan Fiskal (23/10/2024)

Palembang, 30 Oktober 2024 – Kinerja pelaksanaan APBN Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) terus menunjukkan tren positif hingga 30 September 2024. Hal ini ditunjukkan melalui kinerja realisasi pendapatan dan belanja negara yang tetap tumbuh positif. Pertumbuhan tersebut dapat dilihat  dari realisasi  penerimaan perpajakan dan  Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)  yang lebih tinggi dari penerimaan tahun lalu. Belanja negara  juga menunjukkan kinerja yang optimal yang ditunjukkan melalui realisasi belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah yang lebih tinggi dari tahun lalu. Tren yang positif tersebut diperkuat dengan surplus neraca perdagangan Sumsel yang secara akumulatif mencapai USD2,97 miliar.

Pendapatan  negara  tumbuh  4,00%  dengan  realisasi  sebesar    Rp14,67  triliun atau 63,73% dari target. Pendapatan tersebut terdiri dari pajak sebesar Rp12,09 triliun atau terealisasi sebesar 59,65%, kepabeanan   dan  cukai sebesar   Rp199,05 miliar atau terealisasi sebesar 52,54%,  dan  penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp2,37 triliun atau terealisasi 100,65%. Sementara itu, dari sisi belanja negara terealisasi sebesar   Rp36,34 triliun atau terealisasi  sebesar 68,29% yang terdiri dari belanja pemerintah pusat   sebesar  Rp12,40 triliun atau terealisasi 58,19%, dan transfer ke daerah (TKD) sebesar  Rp23,94 triliun atau terealisasi sebesar   75,04%.   Hal ini disampaikan oleh Bapak Ferdinan Lengkong, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Selatan yang mewakili seluruh Kepala Kanwil Kemenkeu di Sumatera Selatan dalam rapat pleno Forum Asset and Liability Committee (ALCo) Sumsel yang beranggotakan seluruh kantor vertikal Kementerian Keuangan di Sumatera Selatan.

Dari  sisi pendapatan negara, penerimaan pajak sampai  September  2024 mencapai 59,65% dari target Rp20,27 triliun.  Pertumbuhan ini didorong oleh penerimaan PPh Non Migas tumbuh positif sebesar 5,6% dan PPN & PPnBM tumbuh sebesar 0,6% yang menunjukkan baiknya aktivitas ekonomi di Sumsel. PPh 21 tumbuh 16,7% karena terjaganya utilitas tenaga kerja dan peningkatan level penghasilan karyawan. PPh Final tumbuh 16,4% karena peningkatan pembayaran dari pelaksanaan jasa konstruksi pada Proyek Strategis Nasional dan penghasilan berupa dividen. PPN Impor tumbuh 46,6% karena tingginya aktivitas impor barang modal dan bahan baku pada sektor industri pengolahan dan perdagangan besar. Dinamika kondisi penerimaan pajak per sektor utama sampai dengan bulan September (yoy) menunjukkan sektor perdagangan besar dan eceran netto tumbuh 1,9% dikarenakan peningkatan setoran masa PPN DN atas aktivitas penyerahan kepada pemungut industri karet. Sektor administrasi pemerintahan tumbuh 27,2% karena peningkatan pembayaran PPN DN atas belanja modal APBN dan APBD serta peningkatan pembayaran PPh 21 atas belanja pegawai.

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp199,05 miliar atau 52,54% dari target. Neraca perdagangan Sumsel terus mencatatkan surplus. Ekspor di Sumsel didominasi komoditas Batubara, bahan baku karet, pulp dengan nilai ekspor pada bulan September sebesar USD609,49 juta atau tumbuh 40,45% (yoy). Sementara itu, impor didominasi oleh komoditas mesin, reaktor, turbin, generator, dan mesin perkakas dengan nilai impor pada bulan September 2024 sebesar USD165,40 juta atau tumbuh 34,19% (yoy). Secara akumulatif dari bulan Januari hingga September 2024 nilai impor sebesar USD1,69 miliar atau tumbuh 149,62% (yoy). Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)   juga menunjukkan kinerja positif, terdiri dari pendapatan PNBP Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp1,66 triliun, pendapatan PNBP Lainnya sebesar Rp715,89 miliar yang termasuk   PNBP aset, piutang, dan lelang sebesar Rp62,32 miliar. Kondisi penerimaan negara ini menunjukkan resiliensi yang baik pada aktivitas ekonomi di wilayah Sumsel.

Belanja negara di wilayah Sumsel sampai dengan  September 2024 terealisasi sebesar Rp36,34 triliun. Kinerja belanja negara tersebut tumbuh positif sebesar 22,42% (yoy) karena didorong dari sisi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) dan penyaluran Tranfer Ke Daerah (TKD) yang mengalami peningkatan dan mencatatkan tren   positif pada hampir semua jenis TKD. Kinerja Belanja K/L tumbuh positif positif 25,21% (yoy), belanja ini dipergunakan untuk mendukung peningkatan produktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN), mendukung kegiatan operasional untuk peningkatan kualitas pelayanan publik, penuntasan proyek strategis nasional (PSN) berupa pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas, kegiatan pemilu dan pilkada, serta perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan.

Penyaluran TKD mencatatkan tren positif 21,02% (yoy) yang digunakan untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di 18 pemda wilayah Sumsel. Penyaluran  ini diharapkan  memberikan  kemanfaatan  pada  belanja  produktif  yang  dapat memberikan multiplier effect yang tinggi. Tercatat Rp23,93 triliun atau 75,04% dari pagu telah tersalur (lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama). Faktor pendorong utama kinerja positif ini  adalah pertumbuhan kinerja penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik, Dana Desa, dan Insentif Fiskal  di Sumsel. Dengan demikian, sebagai kesimpulannya bahwa kinerja APBN di wilayah Sumsel tumbuh positif dengan ditunjukkan oleh tren peningkatan realisasi pendapatan dan belanja negara hingga September 2024.


Unduh dalam format PDF: Kinerja APBN Wilayah Sumsel Tumbuh Positif

Pokja Kehumasan Sekretariat Bersama

Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Selatan

Saluran Pengaduan

Lapor SIPANDU WISE



 

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Keuangan Negara Palembang Lt.2 Jalan Kapten A. Rivai No. 2-4 Palembang
Tel: 0711-356534

IKUTI KAMI

Search