
Rapat Pleno ALCo Regional Sumatera Selatan Periode s.d. 30 November 2024 (19/12/2024)
Palembang, 19 Desember 2024 – Kinerja pelaksanaan APBN Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) terus menunjukkan tren positif hingga 30 November 2024. Hal ini ditunjukkan melalui kinerja realisasi pendapatan dan belanja negara yang tetap tumbuh positif. Pertumbuhan tersebut dapat dilihat dari realisasi penerimaan perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang lebih tinggi dari penerimaan tahun lalu. Belanja negara juga menunjukkan kinerja yang optimal yang ditunjukkan melalui realisasi belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah yang lebih tinggi dari tahun lalu.
Pendapatan negara tumbuh 11,90% (yoy) dengan realisasi sebesar Rp 19,94 triliun atau 86,63% dari target. Pendapatan tersebut terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp16,86 triliun, kepabeanan dan cukai sebesar Rp278,25 miliar, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp2,81 triliun. Pertumbuhan pada penerimaan pajak didorong oleh peningkatan setoran pemungut PPN instansi pemerintah dan BUMN atas aktivitas konstruksi dan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Sumsel. Selain itu, faktor pendorong lainnya adalah pembayaran PBB tahun 2024 yang sudah memasuki jatuh tempo pelunasan, dengan kontribusi terbesar dari sektor pertambangan migas, penerimaan PBB tumbuh sebesar 13,1% dengan capaian sebesar 109,7% karena pembayaran PBB yang sudah memasuki jatuh tempo dan pembayaran ketetapan PBB. Di sisi lain, penerimaan PPh Non Migas tumbuh positif sebesar 5,8% serta PPN & PPnBM tumbuh sebesar 3,5% yang menunjukkan baiknya aktivitas ekonomi di Provinsi Sumsel.
Pada penerimaan Kepabeanan dan Cukai, tercatat penerimaan bea masuk mencapai Rp162,07 miliar. Komoditi impor yang dikenakan bea masuk didominasi oleh serealia (beras). Komoditi ekspor yang dikenakan bea keluar di Sumsel utamanya berasal dari CPO dan turunannya yang menyumbangkan bea keluar sebesar Rp78,37 miliar. Dari cukai tercatat penerimaan sebesar Rp313,82 juta yang berasal dari denda administrasi cukai
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menunjukkan kinerja positif, terdiri dari pendapatan PNBP Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp1,93 triliun atau 103,52% dari target, pendapatan PNBP Lainnya sebesar Rp879,98 miliar yang termasuk PNBP aset, piutang, dan lelang sebesar Rp73,94 miliar. Pendapatan PNBP Lainnya saat ini telah mencapai 173,69% dari target. Secara total, PNBP menunjukkan kinerja yang positif utamanya dikontribusikan dari pendapatan BLU. Kondisi penerimaan negara ini menunjukkan resiliensi yang baik pada aktivitas ekonomi di wilayah Sumsel.
Sementara itu, dari sisi belanja negara di wilayah Sumsel sampai dengan 30 November 2024 mencapai Rp45,09 triliun atau terealisasi 84,78% dari pagu yang terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp15,46 triliun atau terealisasi 72,67%, dan Transfer Ke Daerah (TKD) yang mencapai Rp29,62 triliun atau terealisasi 92,86%. Hal ini disampaikan dalam Rapat Komite/Pleno forum Asset and Liability Committee (ALCo) Sumsel yang beranggotakan seluruh kantor vertikal Kementerian Keuangan di Sumatera Selatan.
Kinerja belanja negara tersebut tumbuh positif sebesar 14,14% (yoy) karena didorong dari sisi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) dan penyaluran Tranfer Ke Daerah (TKD) yang mengalami peningkatan dan mencatatkan tren positif pada hampir semua jenis TKD. Kinerja Belanja K/L tumbuh positif 19,52% (yoy), yang digunakan untuk mendukung peningkatan produktivitas ASN, mendukung kegiatan operasional untuk peningkatan kualitas pelayanan publik, penuntasan proyek strategis nasional (PSN) berupa pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas, kegiatan pemilu dan pilkada, serta perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan.
Penyaluran TKD juga mencatatkan tren positif 11,51% (yoy) yang digunakan untuk mendukung APBD di 18 pemda wilayah Sumsel dan diharapkan pemanfaatannya untuk belanja produktif yang dapat memberikan multiplier effect yang tinggi. Penyaluran TKD saat ini terus menunjukkan tren positif. Hingga 30 November 2024 tercatat 92,86% dari pagu telah tersalur. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 77,10%. Pertumbuhan ini didorong utamanya karena kinerja penyaluran DBH, DAU, DAK Non Fisik, dan Dana Desa di Sumsel yang menunjukkan tren positif. Pendapatan daerah hingga 30 November 2024 tetap tumbuh positif didorong oleh pendapatan dari dana transfer yang tumbuh sebesar 9,28% (y.o.y). Secara umum belanja daerah mengalami pertumbuhan positif sebesar 4.60% (yoy).
Sebagai kesimpulan, kondisi perekonomian di Sumsel sampai dengan 30 November 2024 tetap terjaga positif. Hal ini ditandai dengan realisasi kinerja APBN dan APBD wilayah Sumsel yang tumbuh positif secara year on year (yoy). Kinerja baik ini diharapkan dapat tetap terjaga sampai dengan akhir tahun 2024.
Unduh dalam format PDF: Tren Positif Kinerja Pelaksanaan APBN Wilayah Sumsel Mendukung Pertumbuhan Ekonomi
Pokja Kehumasan Sekretariat Bersama
Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Selatan

